Who Amung Us

Senin, 19 Oktober 2020

Mistisme #1 Pasca Masuk Pathfinder

Aku seorang konselor yang malam ini baru saja, dan sedang, diterjang kasus luar biasa. Beberapa waktu sebelumnya, juga ada kasus berat, yang aku masih kelabakan menyikapinya. 


Konseling Konseling ini.. Bermakna memang. Namun melelahkan. 


Oke insyaallah akan kumaksimalkan waktu waktu terakhir ku di sini untuk berkontribusi. 


Namun aku tahu, tidak selamanya aku akan di sini. Terlalu melelahkan, bukannya flow, Arete, Ikigai yang aku rasakan. Rasa bersemangat, meluap-luap, rasa yakin untuk terus menekuni semua ini.... 


Meski entah kapan juga aku akan ambil keputusan seberani resign. Dalam status ini. 


Atau.... Sebentar, sebentar. Apakah semua konselor pada dasarnya juga merasakan ini? 

Merasakan kelelahan dan konsekuensi beban ini? Perlu kucari tahu ini. 


Oh aku tahu. Berarti aku perlu lebih mencermati "respon spontan diriku pasca Konseling selesai.." Terlebih dahulu. Baru aku bisa merenungkannya lebih dalam lagi. Sebelum aku mengambil keputusan yang lebih jauh lagi. 


Apakah aku begitu puas dan lega? Atau upah emosional nya jauh tidak sebanding dengan beban kerja nya? 


Tapi masalahnya aku belum pernah "menyelesaikan" Konseling ku. Karena saking masih kurangnya ilmu. Karena aku doing by learning. 


Yah, jalani saja dulu. Dan kita lihat, apa yang akan terjadi. 

Minggu, 18 Oktober 2020

Studi Kasus Remaja Bermasalah

Teman-teman, hari ini aku sedang menempuh UTS Semester 2 di jurusan BKI STIT Ihsanul Fikri Mungkid. Ada soal yang menarik menurutku, dan sayang sekali kalau aku nggak punya rekaman/dokumentasi dari pekerjaan ini. 

Maka kali ini, setelah sekian lama tidak posting konten di blog ini (karena aku lagi getol-getolnya mikirin serba-serbi konten, baik untuk Youtube, Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Yah, aku adalah tipe orang yang nggak sembarangan posting konten yang sama di semua media yang aku punya. Kalau bisa, setiap media punya konsentrasi yang berbeda, gaya penyampaian/penyajiannya juga berbeda, walaupun pastinya mengandung inti minat yang saling beririsan), aku akan membagikan tulisan ringan tugas kuliah, anggap saja begitu. Ini untuk dokumentasiku sendiri sih, syukur syukur kalau bermanfaat untuk yang membaca.


Nih, soalnya    _V_


Realitarakyat.com – Masih ingat siswi SMP yang bunuh balita 5 tahun dan jenazahnya disimpan dalam lemari? Ya, ABG yang berinisial NF (15). Ia kini sedang hamil 14 minggu atau 3,5 bulan. Ia ternyata adalah korban pelecehan seksual.Bahkan, kini sedang hamil 14 minggu atau 3,5 bulan. Mirisnya, pelaku pelecehan seksual terhadap NF terbongkar berjumlah tiga orang dan merupakan orang terdekatnya. “Ya betul (NF merupakan korban pelecehan seksual).NF berada dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai pelaku pembunuhan dan menjadi korban kekerasan seksual,” kata Harry , Kamis (14/05/2020).Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan psikologis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, NF juga diketahui tengah hamil. “(NF) menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya, hingga kini hamil 14 minggu” ungkap Harry.Harry berharap, kasus pelecehan seksual tersebut diselidiki oleh kepolisian guna mengungkap alasan NF membunuh tetangganya. Kini, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial di Balai Anak Handayani sembari menunggu proses peradilan.“Kasus kedua (pelecehan seksual) juga perlu diselidiki untuk mendapatkan kesimpulan logis mengapa anak ini melakukan tindak kekerasan,” tutur Harry.NF (15) nekat membunuh APA (5) karena terinspirasi dari film pembunuhan. APA diketahui dibunuh di rumah NF di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 5 Maret 2020 lalu.1. Tersangka menyerahkan diri ke polisiPeristiwa pembunuhan itu terungkap ketika NF menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (06/03/2020). Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, kepada polisi, NF mengaku telah membunuh tetangganya sendiri dan menyimpannya di dalam lemari di kamarnya.“Korban bermain dengan tersangka, kemudian tersangka membunuh korban.Setelah itu, tersangka memasukkan korban ke dalam lemari baju yang ada di dalam kamar tersangka,” ungkap Heru.Selanjutnya, polisi melimpahkan tersangka ke Polsek Sawah Besar guna penyelidikan lebih lanjut.2. Sempat diduga menjadi korban penculikan Orangtua korban sempat menduga anaknya menjadi korban penculikan karena tak kunjung pulang ke rumah usai bermain ke rumah NF. Korban dan tersangka diketahui bertetangga.Kemudian, orangtua korban melaporkan peristiwa dugaan penculikan itu kepada Ketua RT setempat. Ketua RT 04/RW 06 Sawah Besar, Sofyan mengatakan, orangtua korban bersama warga mencari keberadaan korban ke rumah tersangka NF. Bahkan, mereka juga mengecek kamar tersangka.“Jadi memang orangtuanya (korban) ini lapor ke saya, bilang anaknya enggak pulang-pulang. Akhirnya kita cari, kita juga sempat ke atas (kamar tersangka) cuma lihat kamar kosong,” kata Sofyan.Keluarga korban baru mengetahui peristiwa pembunuhan yang menimpa anaknya ketika polisi mendatangi TKP pada Jumat pagi.“Pas Jumat pagi itu, ada polisi datang dari Polsek Taman Sari, saya juga enggak tahu (kalau korbam dibunuh), katanya anaknya (tersangka) lapor dan menyerahkan diri,” ungkap Sofyan.3. Korban dibunuh secara sadis Heru mengatakan, tersangka membunuh korban ketika korban bermain ke rumah tersangka. Bahkan, kepada polisi, tersangka mengaku secara sadar membunuh korban. Heru menjelaskan, APA yang berkunjung ke rumah tersangka dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi, dicekik, dan dimasukkan ke dalam lemari di kamarnya.Sebelumnya, tersangka sempat berniat membuang jenazah korban. Namun, tersangka mengurungkan niatnya tersebut dan tetap menyimpan jenazah korban dalam lemari. “Awalnya mau dibuang karena sudah menjelang sore, akhirnya disimpan di dalam lemari,” ungkap Heru. 




-------------------------------------------------------

Melihat deskripsi studi kasus ini, silahkan teman teman temukan Masalah utama nya, kemudian masalah masalah yang mengikutinya, sedangkan untuk langkah penanganan pertama adalah apa......kemudian sebagai konselor muslim apa yang akan teman teman lakukan untuk membantu permasalahan ini......


Nah, berikut ini jawabanku 😄😄


Masalah utamanya adalah NF mengalami kehidupan yang tidak kondusif untuk berkembangan remaja. Entah bagaimana ceritanya, dia menjadi korban pelecehan seksual oleh lebih dari satu orang, dan mereka justru adalah orang-orang terdekatnya. NF juga terbiasa menyaksikan kekerasan, salah satunya dari film pembunuhan, sampai dia terinspirasi untuk membunuh APA. Dari ilustrasi gambar di berita ini juga tampak bahwa secara psikologis NF sangat tidak sehat. Dengan kata lain, NF memiliki kelainan jiwa akibat dari pengalaman hidup yang tidak wajar/tidak menyenangkan.


Masalah yang mengikutinya antara lain NF menjadi terjerat kasus hukum karena dia telah membunuh dengan sengaja, lingkungan sekitar tempat tinggal/tetangga-tetangga dan teman-temannya pasti akan menjauh atau membencinya, dan ancaman untuk terus mengalami pelecehan seksual, serta kehamilan remaja yang harus dia tanggung sendirian.


Langkah penanganan pertama adalah NF perlu dijauhkan dari lingkungan dimana dia selama ini dirusak. Diberi semacam "rumah aman" dimana dia dapat menjalani hari-harinya tanpa ancaman keburukan lingkungan sekitar. Dalam hal ini, setelah menjalani pemeriksaan fisik dan psikologis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jaktim, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial di Balai Anak Handayani sembari menunggu proses peradilan. Ini adalah langkah yang tepat. 


Sebagai seorang konselor muslim, jika saya yang harus menangani kasus NF di Balai Anak Handayani, maka saya akan membantu masalah ini dengan menggali kisah hidupnya, menggali/mendorong NF menceritakan perasaan-perasaannya, kesakitan-kesakitannya, kekecewaan-kekecewaannya, dendam-dendamya. Kemudian, jika data sudah lengkap, dan NF sudah berhasil katarsis, maka mulai menginjak step berikutnya, yakni memecahkan persoalan. Saya akan mengajak dia memaafkan masa lalu, membuang emosi-emosi buruk yang selama ini memenuhi jiwanya. Setelah itu, saya akan mengajak NF bertaubat, kembali pada Allah, memohon ampunan atas semua yang selama ini telah terjadi, dan memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang telah berbuat jahat/ikut andil dalam merusak jiwa NF. Jika sudah kondisi zero, saya akan mulai mengajak dia merancang sikap yang baru untuk menghadapi hari-hari barunya.


Sebagai pembunuh, NF mungkin akan tetap dihukum, tapi perlu dipastikan dia mendapatkan keadilan, minimal dengan ditempatkan di penjara khusus anak, dan di sana dia harus tetap mendapatkan bimbingan/rehabilitasi sosial. Bukankah LP seharusnya benar-benar menjadi Lembaga Pemasyarakatan? Bukan sebatas dikurung bersama dengan orang-orang pelaku kejahaan lainnya. Sehingga,  setelah keluar dari LP, diharapkan NF dan para tahanan anak lainnya akan siap terjun ke masyarakat sebagai seorang individu yang sehat, dan bisa memberi kontribusi positif.

Jumat, 03 Juli 2020

Rapi? Peka? Bagaimana?

Tau nggak, apa yang paling mengejutkan sekaligus membahagiakan saat dulu di LKI? Salah satunya adalah ketika suatu hari aku mengunjungi sekre, begitu kubuka pintunya, taraa, terpampanglah sekretariat yang bersih dan rapi, bahkan wangi, sampai-sampai aku akhirnya tahu bahwa sekre kami itu beralas karpet hitam. Nyaman sekali.

Soalnya, biasanya sekre itu selalu sumpek, penuh barang, berdebu, lebih cocok dinamakan gudang. Eh lha kok ternyata bisa disulap jadi tempat nongkrong yang bikin betah, tempat berkarya yang banyak ideku lahir di sana.

Salut dan hormat buat siapapun yang ikut serta beres-beres waktu itu.

Aku masih ingat ada kertas asturo bertuliskan struktur organisasi yang dibuat oleh Ikawati. Sempat dihujat, yang seketika itu juga, penghujatnya kumarahi.

Aku kok suka marah-marah, ya, pas di kampus dulu? Di LKI, hobi marah-marah sama kadep ku. Di Biro AAI, marah sama sekretaris kaderisasi. Di rumah, marah-marah kalau pas aku lagi sibuk, diganggu. Kena marah, setiap saat ketika bukan sedang tidak kena marah.

Ahh, sekre itu. Markaz LKI.. rapi sekali..!
Kapan ya aku bisa kayak gitu?

Aku nggak bisa beres-beres. Nggak pernah bisa beres. Apalagi rapi-rapi. Aku nggak ngerti caranya gimana supaya jadi rapi. Apalagi kalau sendiri. Aku nggak tahu apa dulu yang harus dimulai. Dalam hal beres-beres ya.

Aku juga sering nggak nyambung. Nggak peka, ora mudengan, kata orang sini. Nggak tanggap, kata keluargaku.

Ketika dibahas, aku cuma ketawa-tawa mengakui. Tapi saat sendiri, dan mengingat berbagai informasi yang kudapat setelah dewasa, bahwa setiap teriakan orang tua, setiap kemarahan orang tua, setiap pertengkaran orang tua, ketika anak masih di rentang usia dini hingga SMP, setiap bentakan, setiap hardikan itu memutus 1 sinaps, hubungan antar neuron, sel otak yang terhubung dengan neuron lainnya.
(Apalagi aku tahu, aku disalahkan, dipersalahkan, atas sesuatu yang benar-benar di luar kuasa ku. Aku tahu persis aku tidak salah, tapi aku tidak mengerti kenapa aku harus dimarahi. Tahu nggak? Yang ada hanya sakit hati! Sakit sekali di dada dan di leher belakang mulut, bikin nggak bisa ngomong apa apa)

Pada saat seperti itu, yang Aku bisa hanya mengalirkan air mata.
Aku nggak tau harus melepaskan beban ini dengan cara apa.
Harus pada siapa aku membeberkannya..
Pada Allah? Lalu memaafkan masa lalu? Itu hanya teori. Dan aku tidak mengerti bagaimana menerapkan itu teori dalam kehidupan nyata ku ini.

Aku kadang. merasa lumayan cerdas sesekali, ketika bisa memecahkan persoalan pelik yang membutuhkan logika, analisis, dan waktu jeda untuk berpikir.

Tapi sekaligus juga aku merasa teramat sangat bodoh sekali ketika sedetik momen terlewat di mana aku seharusnya berbuat sesuatu, seperti mengambilkan tisu lebih tepat waktu di saat lawan bicara matanya berkaca-kaca dan hidungnya memerah (sebelum air matanya menitik betulan).. Atau ketika gelas tersenggol, dan sebelum airnya tumpah mungkin aku bisa memegangnya atau menyingkirkannya dari jangkauan anak kecil.. Atau ketika acara selesai dan bu pembicara berlalu tanpa menenteng tentengan, sementara snack ada di depanku..  Apalagi di momen-momen masak bareng keluarga. (Makanya aku bisanya masak sendirian. Tapi aku kerja apa-apa itu lama. Jadinya orang orang pada nggak sabaran. Biasanya sok mau bantu. Tapi terus aku dimarahin karena dianggap nggak bisa diajak kerja sama.)
Lalu ketika sedang bakar-bakar BBQ-an, ada yang mengangsurkan tisu atau saus bumbu, tapi aku bengong tak paham harus ngapain selama sedetik..

Cuma sedetik! Tapi dalam sedetik itu, momen tindakan spontan terpaksa harus diambil alih oleh orang lain yang mungkin lebih jauh posisinya. Dan sedetik itu menjadikan aku merasa dan terlihat sangat bodoh dan tidak paham apa-apa. Tidak peka.

Apakah betul teori itu? Syaraf-syaraf otakku banyak yang putus, sehingga aku selalu loading lama di saat seharusnya aku melakukan tindakan spontan? Apakah itu betul??!

Ingin sekali aku menyalahkan keadaan. Tapi bagaimana caranya aku juga tidak tahu. Aku hanya membusuk di sini, menua dalam kebodohan tanpa keterampilan hidup sama sekali.

Aku tahu,  tidak bijak kalau aku menyalahkan. Tapi selebihnya aku harus gimana, entah juga!

Selasa, 04 Juni 2019

Jika Aku Jatuh Cinta

Puisi Sayyid Qutb Ketika Ia Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu. 

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(As-Syahid Sayyid Qutb)

Sabtu, 01 Juni 2019

Sebuah Suara

Ridla Surya Ramadlani
"Enggan Tumbang"
Foto ini diambil di serambi masjid Mujahidin, malam 22 Ramadan 1440 H. Tapi aku lupa, peristiwa dalam puisi ini terjadi pada malam keberapa. 

Aku masih ingat sekali
Isya tarawih di iktikaf tempo hari
Khusyu, syahdu
Aku larut dalam suasana haru
Terbawa suaranya yang amat merdu

Larut segala lelah
Larut segala resah
Larut segala gundah
Larut seuntai - nyaris- kesah
Indah...

Sudah lama sekali
Aku tidak salat senikmat ini
Walillahil hamd Ya Robbi,
Sampaikan terima kasih ku untuk pemilik suara ini

Nadanya mirip dengan ku
Warnanya begitu teduh, lembut, sejuk, merdu
Namun muatannya, aku yakin hafalannya banyak.
Salat kami lama, tapi nikmat.
Sempat ada satu jeda, di mana sepertinya dia terlupa,
Tapi jamaah ada yang mengingatkannya, lalu bacaannya lanjut, lebih lama.

Ya Allah, aku jadi punya satu doa baru.
Tadinya aku mau nekad doa begitu.. Tapi aku sadar siapa diriku.
Aku tersungkur dalam sujud pilu
Dan hanya sanggup lirih menyebut nama-Mu
Sungguh, tadinya aku ingin memintanya
Tapi Rabb, aku malu
Engkau pasti lebih tahu
Tak perlulah aku sok tahu.
Takutnya itu termasuk nafsu.
Salah-salah, kena dosa aku.
Istaghfiru..

Izinkan aku merangkai
Satu lagi doa teruntai

Ya Allah,
aku ingin suami yang jika bersamanya, surga-Mu menjadi lebih dekat bagi kami berdua..
Dan bagi kami sekeluarga..
Surga di dunia, surga di akhirat.

Kalau boleh kutambahkan,
Aku ingin ya Allah,
Suamiku seorang Qori', yang hafidz, yang da'i.
Yang ketika salat ku bermakmum padanya,
Aku bisa khusyu
Menghadap pada-Mu.
Yang ketika aku menyimak murojaah nya,
Aku selalu bangga,
Namun juga malu dan terpacu memperbaiki hafalan ku.
Yang jika dia bertutur dan berkisah, terhimpunlah banyak hikmah.
Yang jika dia berdakwah,
Hati manusia tergerak menuju-Mu.
Yang jika aku jadi isterinya, tenteramlah hatinya, tenteram  pula hatiku.

Jumat, 24 Mei 2019

Di2c, Medio 2019



Sekali lagi terbukti : apa yang dari hati, akan sampai ke hati.

Hal pertama yang muncul adalah rasa haru.  Membayangkan bagaimana kalian menyisihkan uang jajan, mengumpulkan nya, dan mengkoordinasikan dengan teman-teman seasrama. Membelinya, entah dengan cara apa. Menatanya sedemikian rupa.

Dan aku nyaris menangis melihat surat yang terselip. Bukan apa-apa.. Aku khawatir surat itu sobek, karena aku nggak ngerti urutan lipatan nya. Bagus banget euy.. Ini gimana mbuka nya biar nggak sobek atuh? Bisa bentuk love gitu. 😃

Lalu...

"Malaikat?"

Ya Allah, sempurna kaca-kaca memenuhi mata. Kalian hanya tidak tahu aibku, Nak.

Membacanya, kaca-kaca itu luruh, menitik ke bawah.

Aku bukannya tak pernah marah atau tak bisa marah. Aku hanya sedang belajar untuk menjadi seorang dewasa yang bertanggungjawab atas kalian.

Yang aku tahu selama ini.. Kalian itu ada, bukan untuk dimarahi. Bukan untuk dibentak, disakiti. Kalian adalah amanah, untuk dididik dengan baik. Dan beginilah caraku mendidik. Aku masih belajar menjadi guru yang baik.

Aku belum tahu cara yang paling baik. Tapi setidaknya, kujalani dulu saja yang aku bisa.

Aah.. Terharu, Nduk.. Ini cocok betul, aku butuh. Insyaallah bermanfaat.

Selamat pindahan besok. Baik-baik di kamar baru ya.. 😃

Rabu, 01 Mei 2019

Rindu Masa-Masa Itu


Ah, aku jadi kangen suasana kosan. Kangen TV semut nya. Kangen lorong penuh ranjau motor kalau kebelet tengah malam. Kangen jadi tukang parkir.

Kangen nyuci segunung (gombal seminggu) dan njemur di lantai atas, rebutan spot sama mbak-mbak. Kangen jungkir balik manajemen waktu pas musim air mati. Kangen ngungsi mandi ke NH.

Kangen piket ngepel, piket ngosek kamar mandi, piket buang sampah, piket imam..

 Ya Allah lama sekali aku nggak ngimami..
Ya Allah indah sekali, aku pernah jadi imam, merdu, bacaan tartil hasil (dan proses) belajar tahsin tiap Rabu malam. (Kangen surat izin takmiroh yang kutempel dengan bangga di mading kos, izin spesial untuk melanggar jam malam dalam rangka menuntut ilmu Quran. Bangga banget eh bisa keluar malam dengan izin resmi dari takmiroh 😈. Juga kangen dirosah muhadatsah setiap Jumat pagi.)

Aku di sana biasanya ngimami pakai surat yang sedang ku hafal. Bacaan nya panjang panjang, ya walaupun semua juga masih yang di juz 30 ajah.. Plus awalan Ar Rohman dan ayat tertentu Al Baqarah, Al Anfal, Ali Imron, At Taubah, Yasin, Ash Shaff, Al Mulk. Kecuali kalau pas keliatan pada capek atau buru-buru, baru pakai yang pendek2.

Ya Allah, sudah lama sekali itu. Aku nggak pernah hafalan lagi sekarang.

Rasanya senang, bisa khusyu sholat bareng teman-teman. Aku senang jadi imam, dan geerku sih kayaknya temen-temen juga seneng kalau pas aku yang jadi imam. Ah semua juga seneng, siapa pun yang jadi imam, asalkan bukan dirinya sendiri yang harus piket imam.

Kangen ketok-ketok pintu kamar temen-temen kalau mau subuh.

Kangen susah payah naikin motor buat parkir massal sementara di teras. Kalau pas udah malem tapi lorong masih dipake ngumpul sementara mata ku udah lengket.. Atau pas siang bolong tapi ujan.

Kangen susah payah mundurin motor turun dari teras, kalau pas yang ngeluarin kurang perhitungan. Udah Nanggung cuman sampai teras, madepnya malah ke dalam pulak. Haadduhh, syusyah beta pun urusan.

Kangen liat mbak2 kedatangan tamu ikhwan. Xixixixi, ngomong jauh-jauhan, mas nya di tangga, mbak nya di teras. Nggak saling lihat.

Kangen jadi juru nerima pembelian galon
😣
Ya Allah aku pernah setrong! 😥

Kangen rempong nya ngepel teras kalau pas bertepatan dengan mas-mas takmir lagi ngepel tangga NA 😨
Ya Allah itu repot sekali.. Antara mau nunggu tapi buru-buru, mau buru-buru tapi malu, takut juga keliatan auratnya.  Harus presisi atur tempat buat naruh ember nya biar nggak keliatan dari NA pas lagi meres gombal pel nya. Juga harus ati2 pas ngepel biar nggak keliatan tangan dan kaki nya dari NA. Hahahah

Kangen isya dan subuh di NA bareng Bu Kos. Bahkan kangen budhe2 yang kalau Sholat kedengaran sekali komat-kamit bacaannya, bikin salah satu mbak kos ilfil, katanya jadi nggak khusyu, terganggu lah gitu. Emang kenceng bgt yang blekuthuk blekuthuk.

Kangen kajian pagi NH. Akidah, Fiqih, tafsir, kontemporer, kemuslimahan kalau Jumat.

Kangen ikut kajian kampung bapak-bapak ibu-ibu tetangga kos. Mungkin aku satu-satunya sepanjang sejarah, mahasiswa ngekos yang ikutan pengajian keliling warga. Pernah ngajakin ade2 kos, Prima kayaknya pernah mau, tapi cuma 1x, abis itu aku sendiri lagi.  Pengajian Yang penuh uang dilempar-lempar 😰.

Trus kenyang dengan snack berat, kadang malah ada makan, tanpa susah jadi panitia. Disambut dengan tangan terbuka, ditunggu tunggu, kalau nggak dateng besoknya ditanyain sama ibu2..

Ternyata itu semua sudah lama sekali ya Allah...
Dunia sudah berubah.
Izinkan hamba berbenah..