Who Amung Us

Tampilkan postingan dengan label gudang virtual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gudang virtual. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Maret 2021

Perpanjang SIM di Luar Daerah Asal 2021

 (Memoar Perantau Magelang Asal Klaten)

Awal Maret, pengingat kalenderku berdering dering. Sebulan lagi, 1 April, batas maksimal aku memperpanjang masa berlaku SIM ku. Sengaja kupasang pengingat jauh-jauh hari supaya longgar mengatur waktu nya. Juga buat nyiapin anggaran nya.

Awalnya sempat mikir, aku bikin SIM nya barengan aja ah sama kontrol rutin ke dokter. Tapi ditimbang timbang, kayaknya waktunya nggak bakalan nyukup 1 hari jadi deh kalau urusan nya 2 macam gitu. Terus mulai deh cari solusi. Pasang status WhatsApp, japri tanya-tanya info SIM ke temen-temen, curhat di grup keluarga, browsing google. Lalu cari waktu yang tepat, sebelum terlambat.

Dari berbagai sumber itu, beragam jawaban yang didapat. Ada teman yang bilang kudu nyiapin biaya 220.000, 185.000, 175.000.. yah, sekitar itulah. Mak jegagik. Perasaan dulu pertama kali bikin SIM baru cuman 240.000. sekarang perpanjangan aja nyampe segitu.

Di grup keluarga, Ibuk sempat mendebat berdasarkan informasi dari internet, biaya perpanjangan SIM hanya 75.000. bapak dan adik sempat juga menebak, kisaran biaya sampai dua ratus ribuan itu mungkin pakai calo.

Okelah, aku akan pastikan sendiri. Hari ini akhirnya aku berangkat. Mumpung ada kesempatan, sudah izin sama atasan semalam, dan kali ini tidak perlu pakai surat izin. Tapi gawatnya, di pagi buta, datang tugas mendadak untuk menggantikan jadwal jaga UCO. 2 permintaan. Yasudah, sepertinya memang lagi banyak yang berhalangan, aku bantu bantu dulu nggak masalah.

Selepas mengawas, baru kucari lagi info tepatnya apa saja yang harus kubawa, dan di mana tempatnya yang harus kutuju. Beruntung ada mbak Vita, mbak Yanti, mbak Janah yang dengan enteng tangan menginformasikan berbagai hal yang kubutuhkan. Hanya perlu bawa KTP dan SIM asli, lalu difotokopi.

10.21 Akupun ke BMT, mengambil uang gaji yang sengaja kusisihkan khusus untuk memperpanjang SIM ini. Aku berangkat dari Pabelan 1, gerbang SMA. Menuju ke area Kota Mungkid, menyusuri deretan bangunan-bangunan kantor pemerintahan.

Mampir dulu isi bensin di Pom Mendut. Jaga-jaga kalau harus kemana-mana, soalnya bensin udah lumayan mepet. Pas lihat ada kios fotokopi di sekitar seberang BNI Mungkid, aku mampir fotokopi KTP dan SIM masing masing rangkap 2. Aku belum tahu sih tepatnya butuh berapa. Habis seribu. Sekarang rata-rata di mana mana fotokopi per lembar 250 rupiah.

Melewati bangjo masjid An Nuur, aku jalan semakin pelan. Mengamati kiri dan kanan jalan sampai ketemu tulisan LPK Jaya Barokah di kanan jalan. Samping LPK itu ada bangunan kecil yang pelataran nya banyak motor,dijaga tukang parkir. Ini persis deskripsi dari Mbak Yanti tadi. Aku pun menyeberang, parkir, dan langsung kelihatan berbagai petunjuk untuk memperpanjang SIM.

Aku masuk ruangan paling kiri, yang ada tulisan pendaftaran dan tes kesehatan. Antri 1 orang saja sambil menyiapkan fotokopi KTP dan SIM ku, aku sudah dipanggil. Ditanyai langsung mau memperpanjang SIM C. Setelah ku konfirmasi, langsung aku disuruh mengukur tinggi badan di alat pengukur, dan ternyata aku 152. (Duh, berubah lagi skalanya. Bikin SIM pertama pas masih ABG dulu, aku 154. Pas tes kerja di PT KAI, aku 149, langsung disuruh pulang, nggak lulus. Sekarang 152. Hhhh)
Lalu aku diminta menimbang berat badan di timbangan sebelahnya, 76. Oh noooo.
Lalu diminta masuk ke ruangan di balik pintu. Di sana aku dipersilakan duduk di kursi merah, lalu dites mata. Pertamanya diminta menutup 1 mata, dan tulisan yang ditunjukkan lumayan kecil. Aku kesulitan membaca hurufnya. Lalu ukuran huruf dinaikkan dan dilihat pakai 2 mata langsung. Lancar. Lalu pindah kursi dan ditanya-tanyai riwayat kesehatan. Setelahnya, aku diminta bayar 50.000 dan diberi surat keterangan kesehatan.

Pindah ke ruangan di deretan tengah. Ada air mineral kemasan di kardus, dan buku tamu. Aku langsung masuk, menyerahkan fotokopi KTP dan SIM beserta surat keterangan kesehatan sebelumnya. Antri. Lalu aku dipanggil, diberi soal tes psikologi dan lembar jawab nya. Ku kerjakan saja. Soal-soalnya tidak sulit. Gambaran umum saja. Aku berusaha jujur, ada beberapa item pertanyaan yang kujawab dengan jawaban negatif, sebagaimana adanya. Untung nggak banyak. Banyakan positifnya tetep. Setelah soal dan LJ ku serahkan, aku diminta menunggu sebentar, lalu dipanggil. Diminta bayar 50.000 dan diberi surat hasil tes psikologi. Setelahnya, aku diarahkan untuk menuju ke gedung SIM loket 1.

Ternyata gedung SIM itu ada di dalam Polres Magelang, dan tempatnya terpisah 100 meter dari lokasi tes itu. Parkir 2x deh, soalnya bapak parkiran tes udah mau tutup sebentar lagi. Daripada saling merepotkan, ya Udin, kubayar ongkos parkir nya, dan kulajukan motorku menuju parkiran SIM dalam Polres. Lingak-linguk sebentar, ada banyak petunjuk dipasang dimana mana. Mudah saja menemukan gedung SIM yang dimaksud. Di pelatarannya, ada bapak polisi sedang memperagakan ujian praktik mengemudikan motor, di lintasan 8. Ada mas-mas bermasker hitam berdiri memperhatikan bapak itu di dalam area lintasan.

Gedung SIM itu tinggi lantainya, ada tangga pendek, dan ada akses jalan miring untuk yang berkursi roda. Aku langsung masuk ke gedung SIM, mengedarkan pandangan sesaat, menuju loket 1. Tidak ada orang. Aku berdiri sebentar di situ, lingak-linguk lagi, sampai ada bapak-bapak berkemeja biasa masuk ke loket 1 itu dan membantuku. Berkas kuserahkan, bapaknya menatanya di map, lalu aku diarahkan untuk mengisi formulir di kursi tunggu, dan membayar di kantin.

Kucari spot yang paling adem terkena jalur tolehan kipas besar. Duduk di situ, merogoh tas, mencari pulpen, minum sepuasnya, lantas mengisi formulir. Selesai, barang-barang ku bereskan, ku siapkan uang 75.000, menuju kantin.

Di kantin, ada ibu polisi duduk di kursi makan, mejanya penuh alat tulis. Sepertinya di situlah pembayarannya. Mengantri 1 orang yang sedang menyelesaikan transaksi, aku pun dipanggil. Berkas ku serahkan, ibunya menandai beberapa hal, lalu menyebutkan biayanya 75.000 untuk perpanjangan SIM C, ditambah 3000 untuk biaya top up e-money yang dipakai untuk membayar biaya perpanjangan SIM itu. Baiqlah, yang 75 di tangan ku serahkan, lalu rogoh-rogoh tas lagi, mencari 3000. Selesai, berkas diberikan kepada ku lagi. Aku diarahkan ke loket 2.

Di loket 2, berkas kuserahkan, dikonfirmasi kembali akan memperpanjang SIM, lalu aku diminta menunggu di tempat mengisi formulir tadi. Aku duduk di tempat yang sama, yang banyak angin nya. Tidak lama, ada bapak polisi memanggil ku dan ibu di belakang ku untuk ke ruang foto. Mengantri sebentar, ada yang sedang dibicarakan, yaitu anak yang belum genap 17 tahun,mau bikin SIM. 17 tahun nya masih besok Agustus. Maka ibu dan anak itu dipahamkan baru boleh datang kembali pada Agustus untuk mengambil SIM nya.

Aku dipanggil! Dikonfirmasi data terbaru ku, nama, TTL, alamat, termasuk pekerjaan (data pekerjaan ku berubah dong dalam 5 tahun ini). Lalu pengambilan sidik jari, tanganku dibasahi hand sanitizer, lalu setiap jari ditempelkan ringan ke sebuah alat kotak berlayar hijau. Setelah itu, tanda tangan di alat kotak berlayar terang. Kemudian foto.

Aku pakai jilbab pink kali ini. Mukaku berminyak, sudah siang, dan aku tidak mengantisipasi jika harus foto SIM hari ini juga. Kupikir tadi kan sudah siang, jadi aku tanya tanya dulu aja prosedur nya gimana, sambil nyicil nyiapin dokumen yang dibutuhkan. Surat-surat tes itu. Eeeeh, jadinya begini. Malah kebeneran sih, sehari bisa langsung jadi. Walaupun dengan jilbab pink, wajah klumut. (Padahal semalam udah berencana mau pakai jilbab merah dan sebelum foto wajib kudu skincare an dulu. Minimal peeling, masker,dan pelembab/krim. Sukur sukur pas mau foto sempet bedakan tipis, biar bening.) Ahahah, namanya aja aku.

Habis foto, mbak polisi mengarahkan ku untuk menunggu di belakang. Aku pun duduk di kursi tunggu tadi. Tapi eh, celingak-celinguk, kok temen ngantri ku tadi nggak ada. Bener nggak ya aku nunggu di sini? Akhirnya aku ke ruangan utama tadi, thingak-thinguk mencari petunjuk dimana loket selanjutnya. Sampai kemudian ada bapak polisi keluar dari salah satu loket, ku cegat, ku tanyai. Ternyata yang dimaksud belakang itu di luar, guys. Ahahahaha. Nggak berani tanya sama petugas di loket foto tadi, karena walaupun ramah, tapi kelihatan sekali kalau mereka sibuk.

Aku pun keluar, menuju loket pengambilan SIM. Malu-malu kutanyakan SIM ku. Bu polisi dengan wajah penuh senyum bilang, "Tadi saya panggil panggil lho mbak"
Hehe, ku jawab jujur.. "nggak tau belakang itu sini Bu, saya malah ke tengah tadi"
Lalu aku berterimakasih dan berpamitan. Sambil kulihat SIM ku, kulihat fotonya maksudnya, aku berjalan menuju parkiran. Waktu tertera di HP pukul 11.55. Ambil motor di parkiran, mahar dua ribu lagi. Beres urusan SIM, aku pulang ke asrama. Lalu menuliskan ini semua.

Total 200.000 keluar hari ini untuk memperpanjang SIM. Ini situasi ku di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, akhir Maret tahun 2021, ya, Guys.

20.000 untuk isi bensin 🤐
1000 untuk fotokopi (ternyata yang dibutuhkan fotokopi KTP 3 dan SIM 1)
50.000 untuk tes kesehatan
50.000 untuk tes psikologi
2000 untuk parkir di lokasi tes
75.000 untuk biaya pembuatan SIM yang masuk ke penerimaan negara bukan pajak
3000 untuk top up e-money yang buat bayar 75.000 ke negara itu
2000 untuk parkir di Polres
Sisanya masih ada recehan buat beli susu ultra rasa Taro 😂

(((Mau nyelipin foto ultra milk rasa Taro di sini, tapi bingung caranya, soalnya pakai HP ini. Dulu ada pilihan nya sisipkan foto. Sekarang pindah ke mana yak?)))

Mbareng tak pikir pikir, aku ncen Ra bakat dadi wartawan yaw.

Adoh adoh ngurus Perpanjangan SIM, direwangi pamit atasan, disengkakke pas Ono sak umprit wektu luang.. critane arep gawe konten blog.. eh lha, dokumentasi yang ada di HPku malah karton ultra milk penyet kegencet-gencet 😀

Alhamdulillah, bisa memperpanjang SIM dengan cepat dan dekat, tanpa harus pulang kampung dulu. KTP ku masih Klaten, bikin SIM di Magelang ternyata bisa bisa aja kok. Gampang juga dan biaya standar, nggak perlu calo sama sekali.

Fixed cost buat memperpanjang SIM di bulan Maret 2021 ini kurang lebih 50.000 untuk tes kesehatan, 50.000 untuk tes psikologi, 75.000 untuk biaya perpanjangan SIM. Jadi, Fixed cost nya sekitar 175.000. Biaya serba serbi nya tergantung pada kearifan lokal daerah masing-masing dan kondisi pribadi masing-masing, hihi. (Soalnya ada yang pakai laminating SIM, ada yang pakai asuransi lakalantas, dan entah apa lagi. Aku tadi sih ada biaya 3000 itu buat biaya transfer lah gampangnya)

Tadi, saat bingung ambil SIM nya dimana itu, aku malah menangkap tulisan, layanan perpanjangan SIM di kantor Polres Kabupaten Magelang, standar waktu nya 68 menit. Wow. Ada standar nya, Guys! Alhamdulillah sekarang kepolisian semakin ramah dan profesional. Di balik segala kekurangan, ada kebaikan nya juga.

Oya, dalam perjalanan menuju parkiran tadi, dari lantai 2 salah satu gedung, terdengar bapak-bapak polisi rame-rame kompak sholawatan. Nyeesss di hati.

Satu hal saja yang kusesalkan. Kenapa hari ini aku bikinnya. Karena jadinya masa aktif SIM ku kepotong maju sepekan. Untuk 5 tahun-5 tahun ke depan. Aturan emang tadi aku nanya dulu sih. Balik lagi nyeleseiin urusan pekan depan pas ulang tahun aja. Jadi gampang nginget-inget nya. Tapi yaudah, Alhamdulillah ala kulli hal. Ini yang terbaik, takdir Allah. Siapa tahu besok-besok dalam pekan ini mendadak sibuk kan? Sekarang udah beres SIM nya, nggak perlu dipikirkan lagi.

Well, aku nulis ini seperempat hari sendiri! Kalian baca berapa menit? Hehe

Senin, 19 Oktober 2020

Keberhasilan Pertama Sebagai Konselor

 

Siswi : Assalamu'alaikum buuu
Ini Siswi dari kelas U
Sebenarnya mau tanya dari lama, tapi lupa terus, ini nggak masuk ke pelajaran BK sih, tapi ganjel aja..
Siswi sering itu Bu, liat YouTube, channel nya Rachel Goddard tema Cutime
Siswi : Belajar banget tentang sex education, ada satu pertanyaan yang ganjal, tapi Siswi gatau mau nanya siapa, nanya Bu Ridla gak apa kan Bu 🥺🥺🥺
Siswi : Siswi mau nanya ini Bu, gimana sih previlege Bu Ridla tentang perawan nggak perawan, dilihat dari sisi Islam sama sosial yang berarti non muslim juga
Siswi : 🙏😔 makasih Bu, maaf mengganggu
Konselor : Wa'alaikumussalam... Maafkan baru buka WA nya nduk, hp bu Ridla sedang error beberapa hari ini, nggak ada sinyalnya.. ,
Konselor : Hmmm..jadi kepo..
Bu Ridla coba liat2 dulu ya nduk.. Biar ada gambaran, pandangan mereka tu gimana.. Baru nanti coba Bu Ridla kasih pandangan insyaallah
Konselor : Lho.. Boleh banget.. Masuk lho di BK, salah satu bahasan penting BK untuk remaja adalah sex education yang bener.. Bukan sex education ala kaum feminis / liberal / kapitalis
Konselor : Bentar, Bu Ridla usaha cari sinyal dulu buat ngepoin youtube nya Rachel Goddart
Siswi : Iya buu nggak papa
Oke buuu
Konselor : Yang manakah persisnya yang bisa dicontohin?
Bu Ridla bingung milih mau liat yg mana dulu nih di playlist ini

https://www.youtube.com/playlist?list=PL2aI088qJCreVePOssi7IGZMy2x2MyR-9
Rekomen dongs
Siswi : Yang itu Bu, coba yang permintaan maaf
Siswi : Soalnya Siswi lupa" ingat
Kayaknya hampir semua video cutime nya ada ttg itu Bu
Siswi : Sebenarnya Siswi nanya ini sih lebih karna "ternyata banyak ya yang udah having sex sama pacar nya,"
Gitu Bu, makanya nanya gini, kalau nanya ke mamah awkard banget
Konselor : Hmmm... Sebenarnya Bu Ridla kaget juga nduk liat ini tadi. Ternyata udah separah itu ya anak anak remaja masa kini..
Itu ada macem2 sih ceritanya, ada yang udah ibu2, ada yang masih remaja pacar-pacaran gitu, bahkan ada yang anak kelas 4 SD nyeritain pengalamannya
Konselor : Kalau menurut Siswi sendiri gimana tuh fenomena kayak gini?
Siswi : Iya buu sedih banget liat nya
Sebagai sesama perempuan lebih speechless banget Bu, nggak nyangka banget
Konselor : Kasian ya mereka yang di luaran sana, entahlah sex education macam apa yang mereka asup, kok bisa sampai segampang itu..melepaskan keperawanan..

Dan lebih sedihnya lagi, mereka nggak merasa malu.. Segamblang itu mereka ceritakan semua dosa-dosanya ke publik.. Walaupun yaa, nama disensor, tapi kan tetep aja, itu aib
Siswi : Iya buuu, kayak, itu tuh simpel banget gitu Dimata mereka
Miris aja gitu liat nya :(
Konselor : Kayak nggak ada gitu yang perlu dijaga, dirawat, dilindungi, dipelihara..
Konselor : Padahal kan ya, alat reproduksi kita, kemaluan kita, keperawanan kita, itu kan amanah dari Allah kan ya
Konselor : Mungkin mereka nggak pernah kepikiran bakal mempertanggungjawabkan segala amanah kelak di akhirat
Siswi : Iya ya Bu,
Siswi punya temen bukan anak IF sih, dia ikut group nulis gitu, di group itu mereka juga sering sharing dan curhat
Siswi : Ternyata di daerah Kalimantan masih sering anak SD dijadiin pelacur
Aku di ceritain itu, langsung speechless banget Bu yakin
Dan orang tua mereka sendiri yang jadiin mereka pelacur, sedih banget :(
Konselor : Astagfirullah... Innalillahi.... Wa inna ilaihi roji'un
Konselor : Daerah mana itu nduk?
Siswi : Kurang tau Bu, daerah Kalimantan, mungkin yang agak desa gitu ya
Konselor : Tapi itu udah dituliskan nduk? Dalam artian ada harapan dibaca banyak orang?
Konselor : Itu pelanggaran berat itu.. Harus diambil tindakan.. Panjang itu nanti dampaknya, dan panjang juga proses "mengobatinya"
Siswi : Nggak bu
Siswi : Iyaaa sedih banget
Siswi : Tadi Siswi tanya lagi ke temen, katanya daerah Kalimantan Timur kalau gak salah
Siswi : https://www.instagram.com/p/CFGxzUaniZr/?igshid=7tknx7tqicsy

Ini pernah viral sih Bu, tapi ga begitu booming
Konselor : Laa hawla wa laa quwwata illaa billaaaah
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Siswi : Speechless banget kan Bu 😭
Siswi : Kayak, gak nyangka, aku aja yang baca ga nyangka :((
Konselor : Kok bisa ya, itu mas mas  ......... 😭😭😭😭😭😭
Konselor : Tega banget
Siswi : Banget buuu, gatau lagi ga bisa nemu pemikiran nya kok gitu banget :(
Siswi : Ditambah faktor broken home, setertekan apa itu adek nya
Konselor : Seenggaknya sejak awal cerita dan di akhir cerita, ada kesan masnya menyesal dan merasa bersalah.. Cuman mau taubat nasuha apa engga, dan udah taubat apa belum itu masnya 😖
Konselor : Nah ituuu
Konselor : Dan alangkah dosanya itu nantinya bapaknya sama masnya besok di akhirat
Konselor : Udah ada yang turun tangan nolongin dia belum yahh.. Kasian..
Siswi : Iyaaa, kalau jadi mas nya mungkin aku yang bakal bunuh diri
Siswi : Sekarang dia udah bebas mungkin Bu
Konselor : Maksudnya..........?
Siswi : Mungkin udah bebas dari itu, temen" Abang nya, udah menjalani hidup semestinya
Siswi : Kasian banget Bu :( gatega
Konselor : Semoga.. Aamiin..
Konselor : Bu Ridla tadi mikirnya malah kebalik, kejauhan, tak kira malah udah bunuh diri si adik
Siswi : 😭 wadoh
Siswi : Kemungkinan bertahan hidup kecil banget gak sih Bu kalau gitu?
Konselor : Dari kata-kata ini tadi.. Bu Ridla kebawa jadi parno
Siswi : 😭😭 salah nangkep
Konselor : Bisa dikira-kira begitu.. Itu jelas harus ada yang turun tangan membantu itu.. Wong orang orang yang bertanggung jawab atas dia kok yang malah merusaknya
Kalau nggak ada orang luar yang turun tangan,..
Nggak tau deh gimana kelanjutan nasib si adik
Siswi : :((
Siswi : Setiap baca itu rasanya pengen nangis,
Bersyukur banget hidup di keluarga hangat, bisa masuk Pondok ZZZ, sekolah yang bener, menutup aurat dengan sempurna
:((
Konselor : 🥺🥺🥺🥺🥺👍👍👍👍👍👍 sepakat bangetttt
Siswi : Nah, sekarang Siswi mau tanya, previlege Bu Ridla tentang perawan gak perawan gimana sih Bu?
Konselor : Bentar.. "Privilege" tu apa dulu nih maksudnya?
Soalnya Bu Ridla kurang nangkep maksud pertanyaan nya
Siswi : Pandangan Bu Ridla tentang orang yang nggak perawan?
Siswi : Dan perawan itu tuh apasih Bu? Apa mengenai sobek nya selaput dara? Apa first time having sex?
Konselor : Bagi Bu Ridla, keduanya.
Konselor : Ada banyak latar belakang orang.. Setiap orang punya masa lalu, entah itu terang, entah juga kelam.

Bagi Bu Ridla, yang penting adalah bagaimana dia sekarang. Bagaimana pandangan dia sendiri tentang, misal, dia sudah tidak perawan. Apakah dia menyadari itu kesalahan, atau malah bangga? Apakah dia bertaubat dan sungguh tidak lagi mengulangi, atau justru menikmati "toh aku udah engga perawan, jadi ya loss aja, lakuin terus, toh udah nggak ada segelnya, nggak bisa dibalikin lagi."

Karena dalam Islam, ketika pun seorang gadis (yang dia sendiri sadar dirinya sudah tidak perawan) dilamar / dikhitbah oleh laki-laki yang baik agamanya.. Dia dianjurkan menutup aibnya sendiri, tidak menceritakan nya. Kecuali si suami atau calon suami menanyakan kepastian tentang keperawanan itu. (Karena bagi sebagian laki-laki, sungguh keperawanan itu betul betul penting, dan dia bener-bener nggak rela mendapatkan bekas orang).

Dan sebaliknya, Ikhwan sholih pengantin baru yang mendapati istrinya sudah tidak punya selaput dara, oleh Islam disuruh untuk Husnudzon dan introspeksi diri, dimana dia mencari calon istri nya itu, dengan cara bagaimana dia menjemput nya. Lalu dia diperintahkan untuk tetap mengupayakan keutuhan rumah tangga, dan mendidik istrinya itu dengan sebaik baiknya.
Siswi : Setuju sih Bu 🥺🥺🤲🏻
Konselor : Tapi kalau si perempuan yang sudah nggak perawan itu malah bangga, dan malah "loss doll" gitu... Yaaa.. Gimana ya...

Rasanya.. Pengen tak iket, tak kurung di masjid Pondok ZZZ sendirian 😁

Sambil tiap hari ditausiyahin.. Biar taubat
Siswi : 😭😭😭 aku mau ketawa Bu
Konselor : First time having sex itu udah pasti ya. Semua sepakat soal itu.

Tapi.... Allah nyiptain selaput dara (dengan berbagai kondisinya) itu kan pasti ada maksud kan.. Allah kasih itu ke setiap makhluk bernama manusia perempuan, itu sebagai ujian, amanah, dan juga nikmat.

Bayangin coba kalo Allah nggak pernah bikin selaput dara. Betapa kaum-kaum yang loss doll itu akan semakin keterlaluan?

Seenggaknya itulah "segel" fisik yang harus dijaga, itu titipan Allah lho.

Dan alangkah merasa Beruntungnya, dan bayangkan betapa bahagianya, seorang pengantin wanita.. yang di malam pertama nya sukses mempersembahkan kesuciannya untuk sang suami yang sudah halal baginya.

(walaupun Bu Ridla juga belom pernah merasakan emosi kelegaan itu, tapi bisalah dikira-kira, ya nggak? Hehe😁😁)
Siswi : BENER BANGET BUU SETUJU 😭😭😭❤️
Konselor : Btw ada apa to ini...
Tumben banget soalnya, ada yang berani bahas bahas kayak gini secara terbuka...

Biasanya pada suka malu-malu dan memilih mencari tahu sendiri dari mana mana..

Bu Ridla salut ini, Siswi bukan gadis biasa berarti..
😏😏😏😏😏😏
Siswi : Waduh, sebenernya karna sering nonton YouTube nya kak rachel itu, terus Siswi juga punya sahabat yang pandangan nya dewasa

Dia yang ngajarin Siswi tentang pemikiran" masa depan, tentang cinta", tentang sex educate juga, pokoknya klop banget padahal kita seumuran
Siswi : Karna banyak nonton jadi banyak pertanyaan kan Bu, mau tanya ke Mamah rasanya awkward banget
Siswi : Terus Siswi pengen tanya ke guru, akhirnya pilih Bu Ridla soalnya Bu Ridla enak, kesan nya kayak temen sama temen ❤️
Hehehe
Konselor : Assiiiiikkk
Konselor : Deuh jilbab nya Bu Ridla jadi sesak nihh wkwkwk
Konselor : Hayuk atuh, kalau ada bahan diskusi, kita diskusikan aja..
Siswi : Iya buu nanti kalau Mona ada pertanyaan boleh nanya ke Bu Ridla kan?
Konselor : Boleh banget dong, dengan senang hati insyaallah.

Etapi ngobrolin ini sama ortu, bisa dicoba juga loh. Siapa tahu dapat insight insight baru.

Cuman mungkin nanti.. Jangan heran kalo ibu / bapak spontan berekspresi kaget. Kebanyakan orang tua tu lama prosesnya baru betul betul sadar, kalau ternyata anaknya udah besar 😆😆
Siswi : Nah itu Bu takut canggung Siswi tuh, belom berani speak up masalah ginian 😭😭
Konselor : Ya.. Ya.. Ya.. Pelan pelan..
Konselor : Deket nggak sih sama keluarga?
Siswi : Deket kok Bu, tapi kan ini bahasan yang sedikit 🙄🙄🙄
Konselor : Yes. Right. 😁😁😁👌👌
Siswi : Makasih yaa Buu udah memberi Siswi pencerahan 😃😃😃 love buat Bu Ridla ❤️
Siswi : Udah nggak ganjal lagi, nambah wawasan juga xixixi
Konselor : Alhamdulillaah 😃👍
Konselor : Mohon izin, bolehkah obrolan kita Bu Ridla jadikan konten di blog?
Anonim tentunya
Seru ini soalnya
Jarang jarang ada momen kayak gini Bu Ridla temuin
Siswi : Iya buu nggak apa
Konselor : Alhamdulillaah 👍👍👍makasih 😘😘
Semoga bermanfaat untuk orang banyak

Minggu, 18 Oktober 2020

Studi Kasus Remaja Bermasalah

Teman-teman, hari ini aku sedang menempuh UTS Semester 2 di jurusan BKI STIT Ihsanul Fikri Mungkid. Ada soal yang menarik menurutku, dan sayang sekali kalau aku nggak punya rekaman/dokumentasi dari pekerjaan ini. 

Maka kali ini, setelah sekian lama tidak posting konten di blog ini (karena aku lagi getol-getolnya mikirin serba-serbi konten, baik untuk Youtube, Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Yah, aku adalah tipe orang yang nggak sembarangan posting konten yang sama di semua media yang aku punya. Kalau bisa, setiap media punya konsentrasi yang berbeda, gaya penyampaian/penyajiannya juga berbeda, walaupun pastinya mengandung inti minat yang saling beririsan), aku akan membagikan tulisan ringan tugas kuliah, anggap saja begitu. Ini untuk dokumentasiku sendiri sih, syukur syukur kalau bermanfaat untuk yang membaca.


Nih, soalnya    _V_


Realitarakyat.com – Masih ingat siswi SMP yang bunuh balita 5 tahun dan jenazahnya disimpan dalam lemari? Ya, ABG yang berinisial NF (15). Ia kini sedang hamil 14 minggu atau 3,5 bulan. Ia ternyata adalah korban pelecehan seksual.Bahkan, kini sedang hamil 14 minggu atau 3,5 bulan. Mirisnya, pelaku pelecehan seksual terhadap NF terbongkar berjumlah tiga orang dan merupakan orang terdekatnya. “Ya betul (NF merupakan korban pelecehan seksual).NF berada dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai pelaku pembunuhan dan menjadi korban kekerasan seksual,” kata Harry , Kamis (14/05/2020).Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan psikologis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, NF juga diketahui tengah hamil. “(NF) menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya, hingga kini hamil 14 minggu” ungkap Harry.Harry berharap, kasus pelecehan seksual tersebut diselidiki oleh kepolisian guna mengungkap alasan NF membunuh tetangganya. Kini, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial di Balai Anak Handayani sembari menunggu proses peradilan.“Kasus kedua (pelecehan seksual) juga perlu diselidiki untuk mendapatkan kesimpulan logis mengapa anak ini melakukan tindak kekerasan,” tutur Harry.NF (15) nekat membunuh APA (5) karena terinspirasi dari film pembunuhan. APA diketahui dibunuh di rumah NF di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 5 Maret 2020 lalu.1. Tersangka menyerahkan diri ke polisiPeristiwa pembunuhan itu terungkap ketika NF menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (06/03/2020). Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, kepada polisi, NF mengaku telah membunuh tetangganya sendiri dan menyimpannya di dalam lemari di kamarnya.“Korban bermain dengan tersangka, kemudian tersangka membunuh korban.Setelah itu, tersangka memasukkan korban ke dalam lemari baju yang ada di dalam kamar tersangka,” ungkap Heru.Selanjutnya, polisi melimpahkan tersangka ke Polsek Sawah Besar guna penyelidikan lebih lanjut.2. Sempat diduga menjadi korban penculikan Orangtua korban sempat menduga anaknya menjadi korban penculikan karena tak kunjung pulang ke rumah usai bermain ke rumah NF. Korban dan tersangka diketahui bertetangga.Kemudian, orangtua korban melaporkan peristiwa dugaan penculikan itu kepada Ketua RT setempat. Ketua RT 04/RW 06 Sawah Besar, Sofyan mengatakan, orangtua korban bersama warga mencari keberadaan korban ke rumah tersangka NF. Bahkan, mereka juga mengecek kamar tersangka.“Jadi memang orangtuanya (korban) ini lapor ke saya, bilang anaknya enggak pulang-pulang. Akhirnya kita cari, kita juga sempat ke atas (kamar tersangka) cuma lihat kamar kosong,” kata Sofyan.Keluarga korban baru mengetahui peristiwa pembunuhan yang menimpa anaknya ketika polisi mendatangi TKP pada Jumat pagi.“Pas Jumat pagi itu, ada polisi datang dari Polsek Taman Sari, saya juga enggak tahu (kalau korbam dibunuh), katanya anaknya (tersangka) lapor dan menyerahkan diri,” ungkap Sofyan.3. Korban dibunuh secara sadis Heru mengatakan, tersangka membunuh korban ketika korban bermain ke rumah tersangka. Bahkan, kepada polisi, tersangka mengaku secara sadar membunuh korban. Heru menjelaskan, APA yang berkunjung ke rumah tersangka dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi, dicekik, dan dimasukkan ke dalam lemari di kamarnya.Sebelumnya, tersangka sempat berniat membuang jenazah korban. Namun, tersangka mengurungkan niatnya tersebut dan tetap menyimpan jenazah korban dalam lemari. “Awalnya mau dibuang karena sudah menjelang sore, akhirnya disimpan di dalam lemari,” ungkap Heru. 




-------------------------------------------------------

Melihat deskripsi studi kasus ini, silahkan teman teman temukan Masalah utama nya, kemudian masalah masalah yang mengikutinya, sedangkan untuk langkah penanganan pertama adalah apa......kemudian sebagai konselor muslim apa yang akan teman teman lakukan untuk membantu permasalahan ini......


Nah, berikut ini jawabanku 😄😄


Masalah utamanya adalah NF mengalami kehidupan yang tidak kondusif untuk berkembangan remaja. Entah bagaimana ceritanya, dia menjadi korban pelecehan seksual oleh lebih dari satu orang, dan mereka justru adalah orang-orang terdekatnya. NF juga terbiasa menyaksikan kekerasan, salah satunya dari film pembunuhan, sampai dia terinspirasi untuk membunuh APA. Dari ilustrasi gambar di berita ini juga tampak bahwa secara psikologis NF sangat tidak sehat. Dengan kata lain, NF memiliki kelainan jiwa akibat dari pengalaman hidup yang tidak wajar/tidak menyenangkan.


Masalah yang mengikutinya antara lain NF menjadi terjerat kasus hukum karena dia telah membunuh dengan sengaja, lingkungan sekitar tempat tinggal/tetangga-tetangga dan teman-temannya pasti akan menjauh atau membencinya, dan ancaman untuk terus mengalami pelecehan seksual, serta kehamilan remaja yang harus dia tanggung sendirian.


Langkah penanganan pertama adalah NF perlu dijauhkan dari lingkungan dimana dia selama ini dirusak. Diberi semacam "rumah aman" dimana dia dapat menjalani hari-harinya tanpa ancaman keburukan lingkungan sekitar. Dalam hal ini, setelah menjalani pemeriksaan fisik dan psikologis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jaktim, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial di Balai Anak Handayani sembari menunggu proses peradilan. Ini adalah langkah yang tepat. 


Sebagai seorang konselor muslim, jika saya yang harus menangani kasus NF di Balai Anak Handayani, maka saya akan membantu masalah ini dengan menggali kisah hidupnya, menggali/mendorong NF menceritakan perasaan-perasaannya, kesakitan-kesakitannya, kekecewaan-kekecewaannya, dendam-dendamya. Kemudian, jika data sudah lengkap, dan NF sudah berhasil katarsis, maka mulai menginjak step berikutnya, yakni memecahkan persoalan. Saya akan mengajak dia memaafkan masa lalu, membuang emosi-emosi buruk yang selama ini memenuhi jiwanya. Setelah itu, saya akan mengajak NF bertaubat, kembali pada Allah, memohon ampunan atas semua yang selama ini telah terjadi, dan memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang telah berbuat jahat/ikut andil dalam merusak jiwa NF. Jika sudah kondisi zero, saya akan mulai mengajak dia merancang sikap yang baru untuk menghadapi hari-hari barunya.


Sebagai pembunuh, NF mungkin akan tetap dihukum, tapi perlu dipastikan dia mendapatkan keadilan, minimal dengan ditempatkan di penjara khusus anak, dan di sana dia harus tetap mendapatkan bimbingan/rehabilitasi sosial. Bukankah LP seharusnya benar-benar menjadi Lembaga Pemasyarakatan? Bukan sebatas dikurung bersama dengan orang-orang pelaku kejahaan lainnya. Sehingga,  setelah keluar dari LP, diharapkan NF dan para tahanan anak lainnya akan siap terjun ke masyarakat sebagai seorang individu yang sehat, dan bisa memberi kontribusi positif.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Nasehat untukku: Calon Ibu

~ Poin-Poin Nasihat Ustadzah Aan Rohana, MAg untuk Ibu & Keluarga ~

Tugas Ibu :
1. Tanggung jawab terhadap anaknya
2. Mendirikan shalat malam
3. Mengkhatamkan quran setiap bulan
4. Pandai menjaga keikhlasan dan sabar
5. Qudwah Hasanah (menjadi contoh) dan doa
6. Memperluas wawasan

Anak akan melihat pengorbanan seorang ibu, jadi tanpa disuruh si anak akan mendahulukan ibunya.

Allah akan murka kpd ibu yg tidak mendidik anaknya utk dekat dg Qur'an, dan Allah.
Al A'raf 172.

Tanggung jawab ibu sangat besar utk mengembalikan anaknya dalam keadaan suci.

Ibu berfungsi menyiapkan jalan anak menuju surga.

Landasan mendidik anak adalah harus berasal dari Allah. Oleh krn itu jangan jauhkan anak dari qur'an.

Kita terlambat , jika mengajari anak membaca qur'an sejak SD atau mengajarkan anak menghafal qur'an sejak SD. Krn seharusnya kita mengisi miliyaran sel otak anak dgn qur'an sejak dalam kandungan.

Usia anak TK sudah seharusnya dilatih untuk sholat di masjid. Imam al Asybahani usia 5 tahun sudah bisa menjadi imam di masjid.

Hidup adalah ujian utk menjadi yg terbaik. Al Mulk ayat 2.

Ibu tdk pantas tidur 8 jam sehari. Sepertiga malam terakhir bangun utk mohon ampun pd Allah dan menyiapkan anak2nya.
Al Muzammil  ayat 1 - 6.
Ibu yg bangun sholat malam dan baca qur'an sebelum Shubuh, diberikan kemampuan rohani utk melaksanakan apa yg diperintahkam Allah.

Bila kita ingin menjadi ibu dr anak2 yg besar maka usaha ibu jg harus lebih besar.

Kebaikan diberikan : kata2 yang menyentuh, langkah yang mantap, nasehat yg berbobot.

Kita hrs menjd ibu yg  berbobot/ berkualitas yang bisa menjadi  daya tarik di hadapan Allah agar Allah memberikan kemampuan pd kita tanpa banyak bicara ini itu kpd anak. Bicara sedikit tp sampai ke hati anak.

Anak usia 4 th harus bisa baca Qur'an. Setahun selesai bila tiap hari diajarkan.
Ketika ibu telah berkeinginan dg kuat maka Allah akan berikan jalan.

Imam Syafii dr Mesir diletakkan ibunya di Mekkah pd usia 4 th. Anak harus dimotivas. Kata2 ibu mustajab. Berhati2 bila berkata2 apabila menghadapi anak yg tidak patuh. Krn kata2 buruk yg diucapkan pada anak berulang2 akan menjadi kepribadiannya.

Mendidik anak harus dgn CINTA. Ikhlas tidak berharap apa2 dr anak. Marah membuat tubuh stress 6 jam.

Sikap ibu :
1. Bertanggung jawab
2. Sholat malam
3. Khatam qur'an setiap bulan, satu hari 1 juz.
4. Memberiksn keteladanan.

Ibu adalah teladan selama 24 jam. Bgaimana membuat anak cinta qur'an kalau ibunya tdk membaca qur'an.

Orang yg selalu memperdengarkan quran di rumahnya :
1. Allah Akan memberikan banyak kebaikan di dalam rumah (termasuk penghuni di dalamnya)
2. Dilapangkan jiwa keluarga Nya (dijauhkan dari emotional sehingga menjadi keluaga samara)
3. Dihadiri Oleh para malaikat
4. Dihindari dari syaitan

Sebelum mendidik anak, perbanyak berdzikir dan beristighfar. Mendidik dgn kacamata iman bukan nafsu.

Surat 8 : 2
"Bila disebut nama Allah akan bergetar hatinya."

Ya Allah tampakkanlah kpd kami kebenaran sebagai kebenaran yg nyata dan berikan  kemampuan utk dpt mengikuti kebenaran itu, tampakkanlah yg batil itu sbg kebatilan yg nyata dan berikan kemampuan utk menjauhinya.

Bangunkan anak utk sholat Shubuh. Jika menolak, basahi matanya dg air,  gendong bila perlu, siapkan sajadahnya.

Lakukan yg terdepan. Ketika anak lain baru bangun. Anak kita sdh sholat, dan baca qur'an.

Banyak beristighfar utk membersihkan diri agar cahaya Allah dpt masuk ke dalam hati. Krn apabila kotor cahaya tidak dapat masuk.

Surat 32 ayat 24
"dan kami jadikan diantara mereka para pemimpin"

Sikap ibu yang akan mencetak anak2 menjadi orang 'besar',  adalah yg sbb :
1. Selalu mencari Hidayah , dalam perintah Allah (Al Quran dan sunnah sbg pedoman hidup)
2. Bersikap sabar terus menerus sampai menutup mata (3:146-148)
3. Yakin kepada ayat2 Allah
4, siap berkorban dan berjuang

Menjadi ibu yg sabar 32:24.
SABAR menjadi syarat ortu mencetak generasi pemimpin. Ibu yg emosi cenderung anaknya sulit diatur.

Ciri SABAR :
-Tdk gampang menyerah .
- Tdk lemah semangat.
-Tidak lemah fisik

Jangan mengucapkan kata2 yg menurunkan idola anak2 kita thd kita.
Banyaklah istighfar utk mendapat kekuatan 11:52.
 Juga baca "laa hawla walaa quwwata illaa billah" , agar lebih kuat.
Jangan mengeluh krn dpt mengurangi atau menghapus pahala kita.

Baca subhanallah 33, hamdalah 33, takbir 34 sebelum tidur, untuk mensmbah kekuatan.

Bila minta tolong kpd anak katakan dgn alasan yg baik. "Bunda mau ngaji, nak bisakah bantu bunda. spy bunda dapat pahala baca qur'an, dan kamu dapat juga pahalanya"

Janganlah mengungkit pekerjaan serta kelelahan kpd anak dan suami. Lakukan dgn ikhlas agar bertambah pahala jihad sbg ibu.

Jangan katakan sesuatu yg tidak baik di depan anak2 kita yg akan menurunkan rasa idola anak kpd kita,

Hendaknya Banyak beristighfar bila lelah, Allah akan menambah kekuatan kita
Jangan buka kelemahan kita dalam keluarga kita. Misal kekurangan suami jangan dibuka ke mertua atau ipar2. Membuka kelemahan tanda tidak sabar.

Tidak mudah putus asa. Bila berat menghadapi anak, minta kpd Allah. Minta kpd yg punya. ALLAH mampu mengembalikan apapun dgn kun fayakun.

Jangan memvonis dan  mengatai anak sebagai anak nakal saat anak msh kecil.

Ibu yg terdzolimi mustajab kata2 dan doanya..
Sholat hajat dgn khusu', shaum senin kamis, shaum Nabi Daud membuat kita memiliki mental yg kuat dlmenghadapi betbagai cobaan dan tantangan.


Bila Allah sdh mengubahnya menjadi shaleh kita akan terkejut dan kagum.

Anak investasi akhirat bagi kedua org tuanya.
Derajat yg paling tinggi akan dirasakan oleh orang tuanya. Bila sudah meninggal maka setiap org tua mengharapkan doa dr anak yg sholeh.

Jangan memvonis anak sebelum dewasa sebelum menutup mata. Terus berusaha dan beristighfar....

Jangan salahkan anak2...hendaknya lakukan introspeksi diri. Karena anak dilahirkan dlm keadaan fitrah.

Ibnu Hajar, pesantren 5 th tidak menghasilkan apa2, ortu tidak mempersoalkan sekolahnya. Setelah 8 th tidak bisa dikembangkan lagi. Si anak dipulangkan. Di jalan pulang melihat batu yg ditetesi air. Tergerak hatinya kembali ke pesantren dan belajar dg sungguh2... akhirnya berhasil menjadi ulama dan penulis besar.

Yakin kpd ayat2 Allah. Jangan ragu sedikitpun. (2:124)

Syarat ibu mencetak generasi qur'an
1. Berpedoman pd hukum Allah
2. Sabar
3. Yakin kpd ayat2 Allah
4. Banyak berkorban.

Nabi Ibrahim melaksanakan semua perintah dg sempurna.
Ujian harus dilalui dg sempurna.

Utk menjadi ibu yg mampu mencetak generasi Qur'ani hrs lulus semua ujian.

Rasulullah memaafkan budaknya sampai 70 kali dalam sehari.

Taat kpd suami dan mengakui hak2nya adalah jihad.

Gagal tidak jadi mujahidah krn tidak sabar, dan tidak ikhlas.

Gampang dirusak keikhlasan oleh anak kecil. Berarti ibunya tidak cerdas.

5. Pandai menjaga keikhlasan
Ikhlas adalah amal hati yg berat.

Ikhlas ada 3 : sebelum beramal, ketika beramal, setelah beramal.

Ibu harus meninggalkan hal2 yg tidak berguna. Tidak asal berbicara.

Qaf 50: 18. Setiap kata dicatat malaikat.

Ciri Ikhlas :
1.Tidak bertambah amalnya ketika dipuji
2. Tidak berkurang amalnya ketika dicaci
3. Istiqomah diwaktu ramai dan sepi

Ikhlas dan sabar harus disempurnakan dalam mendidik anak2.

Faktor sukses dlm mendidik anak adalah: ikhlas, sabar ,  contoh yg baik dan doa yg tdk pernah putus.

Ibu harus memiliki pengetahuan yg luas agar mampu mengimbangi tumbuh kembang anak mengikuti kemajuan yg ada..

-----------------------
Astaghfirullah.

Dari dr. Dyah Listyorini

Sabtu, 30 September 2017

Mempertahankan Rumah Tangga

MATERI KELUARGA SAMAWA :
Mempertahankan Rumah Tangga adalah Seni Memainkan Peran

بسم الله الرحمن الرحيم
الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَه


MEMASUKI sebuah pernikahan bukan hal yang mudah. Kita ditempa begitu banyak pelajaran hidup yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Ada yang langsung siap dengan berbagai kondisi, tak jarang juga yang terkaget-kaget dengan 'pelajaran baru' yang asing baginya.

Usia tidak secara otomatis bisa menjadi patokan suatu kedewasaan. Justru pengalaman dan yang lebih penting memiliki nyali tuk mengarunginyalah yang membuat kita lebih bisa bertahan. Tak jarang pernikahan yang sudah dewasa dan ekonomi mapan pun tak menjadi jaminan pernikahan itu langgeng dan minim perselisihan.

Tentu setiap pasangan berbeda menyikapi problematika rumah tangganya. Masalah satu dengan lainnya tak bisa di generalisir.

Misalnya sama-sama masalah ekonomi yang tak cukup.

Si istri ridha membantu suaminya walaupun kemudian pendapatan si istri lebih besar dan mereka tak mempermasalahkannya.
🔹Ada lagi dengan latar yang sama, si istri merasa seperti sapi perahan hingga cuma dia saja yg berusaha. Walau sebenarnya suami juga sudah berusaha.

Dan pada kasus yang sama justru si suami merasa 'kelaki-lakiannya terganggu' karna si istri harus ikut mencari nafkah.

Ada juga si istri yang lebih besar penghasilannya itu membantu suaminya,dan keluarga mereka tak masalah justru dari pihak keluarga perempuan merasa keberatan dan mengusik ketenangan keluarga kecil mereka.

Kalo mau ditarik garis peran yang sebenarnya, memang idealnya yang mencari nafkah adalah suami dan itu hukumnya wajib. Jika seorang istri ridha apapun yang didapatnya tanpa mengeluh kurang, ya tentu tak perlu lagi si istri membantu mencari nafkah tambahan.

Tapi jika keluarga itu merasa perlu peran istri untuk membantu perekonomian keluarga dan tak mempermasalahkan penghasilan istri lebih besar, tentu ini tak menjadi konflik karna saling membangun satu sama lain.

Tapi jika suami tak mampu mencukupi kebutuhan keluarga tapi si istri terus saja merasa dia yang lelah mencari tambahan, sebaiknya berfikir ulang, tujuan apa sebenarnya yang ingin dibangun.

Ya, semua jalan adalah pilihan. Itu baru dari contoh ekonomi. Tapi konflik ekonomi masih banyak lagi. Termasuk life style dan lain-lain.

Belum lagi jika permasalahan keluarga yang lainnya. 'Rumput tetangga lebih hijau'. Dan masih banyak lagi.

Mempertahankan rumah tangga adalah seni. Seni memainkan peran. Banyak lelakon yang kita perankan. Memiliki komitmen dalam rumahtangga sebagai rule yg sakral tuk dilanggar, salah satu cara mempertahankan rumahtangga. Bagaimana jika di langgar padahal tetap ingin mempertahankan rumahtangga? Masing-masing pihak harus legowo tuk kembali membangun komitmen awal lagi. Maka, tak perlu mengungkit hal yang sudah disepakati tuk tutup buku. Namun ini butuh waktu recovery. Jika tak mampu dan tetap terluka, maka jangan berharap rumahtangga itu mampu bangkit dari permasalahan sesudahnya.

Apapun keputusan yang kita ambil, renungkan panjang,  baik buruknya, sehingga tak lagi menjadi penyesalan yang tak berkesudahan. Karena sejatinya, rumah tangga merupakan proses belajar yang tiada henti dan tanpa lelah. Sehingga mempertahankannya adalah kelulusan setelah kehidupan.


•┈┈•┈┈•⊰✿📚✿⊱•┈┈•┈┈•

Wallaahu A'lam Bish-Showwaab...
Wallaahu Waliyyut Taufiq

Semoga bermanfaat bagi Penulis dan bagi Para Pembaca Yang Budiman. Baarokallaahu Fiikum. Hadanallaahu Wa Iyyaakum Jamii'an. Yassarallaahu Lanal Khairo Haitsuma Kunna...

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

•═════ஜ✽✿۩❁۩✿✽ஜ═════•

~ Abu Hashif Wahyudin Al-Bimawi ~

Bone - Sulawesi Selatan
Kamis, 8 Muharrom 1438 H / 28 September 2017 M


Silakan SHARE pada yang lain yang belum mengetahui, agar Anda pun bisa dapat bagian pahala

 •┈••••┈••• ◈✹🍁☝

Renungan Copas WA

[09:48, 1/10/2017] +62 856-4703-7462: 🤔
RENUNGAN

Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat lapisan luar & tidak tahu isi dalamnya...

Kita hanya melihat, wah.... pengusaha itu hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia sekali...
... Padahal dia lagi stress & hidupnya penuh hutang, kerja keras hanya buat bayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah jadi milik bank...

Huaaa... pasangan anggun yg hadir di acara reuni itu begitu serasi & mempesona, mrk pasti hidup harmonis & bahagia...
Padahal hidup mrk penuh dgn kebencian, saling menuduh, menghianati & menyakiti, bahkan sudah dlm proses perceraian & bagi harta...

Lihat pemuda itu, lulusan Harvard dgn nilai cumlaude, pasti mudah dpt kerja, gaji besar, hidupnya pasti bahagia...
Padahal dia kena PHK sudah 10x, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Sudah 2 bulan belum dapat job baru...

Woww... Ibu muda itu, selalu ke pub clubbing & diskotik, dia punya byk waktu, gak perlu pusingin kerjaan rumah, hidupnya enjoy banget, dia pasti bahagia....
Padahal batinnya hampa & kesepian, jiwanya merintih. suaminya tak pernah menghargai & mengasihinya...

Lihat tetangga kita anaknya sudah besar2 semua, bapak ibunya sudah boleh santai & tenang, mrk pasti bahagia, namun kenyataannya org tua mrk tak pernah bisa tidur nyenyak, anak2nya tak berbakti, suka judi & narkoba.

Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar & tdk tahu realita yg di dalam.

Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua org punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup.

Janganlah menggosip tentang masalah org, sebenarnya siapapun tidak mau mengalami masalah tp manusia tak luput dr masalah.

Jangan mengeluh krn masalah. Hayatilah makna dibalik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna!

Jangan bandingkan hidupmu dgn orang lain, krn orang lain belum tentu lebih bahagia dari kita......

SEBUAH MASAKAN, menjadi SEDAP, karna
DIMASUKKAN bumbu-bumbu yg "dipilih" oleh KOKI yg memasaknya.

Begitupun, SEBUAH KEHIDUPAN, menjadi INDAH karna MASUKNYA ORANG-ORANG yg Tuhan "ijinkan" dalam kehidupan seseorang.

Ada yg MASUK spt KUNYIT, walau penampilan nya jelek, tapi sanggup memberi "WARNA INDAH" yg sulit dilupakan.

Ada yg MASUK spt BAWANG MERAH yg semakin lama bersamanya, semakin banyak
"AIR MATA" yg tertumpah.

Ada yang MASUK, spt LADA walau nampak kecil halus, tapi memberi "KEHANGATAN”.

Ada juga yg MASUK, spt CABAI, yg "menipu"
dengan warnanya yg menarik tapi membuat "KERINGAT" bercucuran DAN PEDIH.

Ada yg keras dan harus digilas, ada yg lembut dan cukup ditaburkan. Ada yg hadir hanya sebagai pengharum dan ada juga yg hadir untuk menentukan rasa.

JAGALAH dan JANGAN SIA-SIAKAN..
Mereka yg MASUK memberi KEBAIKAN dalam hidupmu ..!

SYUKURILAH dan JANGANLAH MEMBENCI..
mereka yg MASUK "menyakiti" hidupmu, karna, merekapun juga "berperan" MENYEDAPKAN pribadimu.!

SEMUANYA ITU, Tuhan ijinkan "MASUK", untuk MERUBAH, segala yg "tidak baik" yg ada dalam pribadimu, Utk MENJADI lebih BAIK..! Tuhan mengolahmu dan membentukmu untuk jadi sajian yang sedap bagi semua orang. Namun kehadiran dirimu juga turut menjadi penyedap bagi hidup orang lain.

Hidup itu hanya tentang melihat dan dilihat, jadi jangan hanya melihat apa yang terlihat...
Jangan mudah menyimpulkan dari apa yang terlihat..

Ayo, mulai sekarang bersyukur senantiasa dengan apa yang ada pada kita...

Stop Comparing ... !!!

Minggu, 24 September 2017

8 AGRESIVITAS PADA ANAK

Cinta Anak
8 AGRESIVITAS PADA ANAK
1. Menjambak
Rambut menjadi sasaran empuk sikap agresif anak, karena lazimnya mudah dilihat, dijangkau, dipegang, dan ditarik-tarik oleh anak. Apalagi jika rambut yang dimiliki “lawannya” panjang dan lebat.
Penanganan :
Orang tua hendaknya menanyakan kepada anak, mengapa ia tega menjambak rambut temannya. Bisa saja anak merasa kesal, misalnya karena pandangannya saat menonton teve terhalang oleh rambut si teman tersebut. Akhirnya, tak ada jalan lain, ia menjambak rambutnya.
2. Memukul
Inilah cara yang paling sering dilakukan anak untuk menunjukkan agresivitasnya. Apalagi selama ini banyak film beraroma keras yang ditontonnya di televisi. Tak heran jika anak merasa kesal, ia mengungkapkannya lewat cara memukul.
Penanganannya :
Cegah perilaku tersebut. Saat anak mau memukul, orang tua harus segera menangkap tangannya, lalu katakan, “Memukul itu tindakan yang tidak baik, karena bisa menyakiti. Jangan kamu lakukan itu, ya?” Beri juga batasan apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan saat bermain bersama teman-temannya.
Jelaskan pula, kalau ia menginginkan mainan yang ada di tangan temannya, mintalah secara baik-baik. Bukannya mendorong atau memukul sang teman. Demikian pula jika permainan itu harus mengantre, maka orang tua menjelaskan kepada nak bahwa dirinya harus antre terlebih dulu.
Jika anak tetap juga memukul, maka orang tua harus segera membawa anak pulang ke rumah. Jangan tunggu sampai dia melakukannya 2 atau 3 kali, baru orang tua bereaksi. Anak harus tahu peraturan yang dikatakan orang tua berlaku konsisten.
Ajak anak untuk berdialog. Jelaskan, dia boleh bermain mobil-mobilan lagi, asal dia berjanji tidak mengulangi tindakan agresifnya. Cara ini jauh lebih efektif daripada orang tua berteriak-teriak atau bahkan memukul anak.
3. Mencubit
Meskipun jarang, cubitan juga merupakan cara ampuh bagi anak untuk “berkomunikasi” dengan teman lainnya. Apakah ia menginginkan sesuatu, kesal atau melampiaskan reaksi emosinya.
Penanganan :
Sama denganmenangani perilaku memukul, yaitu denganmencegah danmemberi penjelasan bahwa perilaku tersebut sangatlah buruk. Ajari juga untuk mengungapkan keinginannya lewat kata-kata.
4. Menggigit
Menggigit adalah salah satu bentuk refleks anak saat menghadapi ancaman yang dating kepadanya. Di usia ini, fase oral masih berpengaruh. Ia akan menemukan kenikmatan lewat gigitan mulutnya. Tak jarang pula, ada rasa penasaran tentang apa yang dihadapinya, “Seperti apa, sih, rasanya kulit? Mungkin manis.”
Penanganan :
Tanyakan pada anak, kenapa dia sampai menggigit, karena bukan tak mungkin penyebabnya adalah rasa lapar. Katakan kepadanya, “Kalau kamu ingin makan, bilang saja.”
Penting diperhatikan, jangan sekali-kali membalas gigitan anak dengan gigitan, karena orang tua secara tidak langsung mengajarkan cara balas dendam.
Pun, jangan sekali-kali menganjurkan anak untuk membalas apa yang telah dilakukan temannya. Kalau anak kita digigit, jangan memintanya untuk balas menggigit. Balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah.
5. Merusak Mainan
Ada juga anak yang bersikap agresif terhadap mainan. Jika dosodorkan satu kepadanya, maka ia akan segera mempreteli, merusak, bahkan membanting mainan tersebut. Gejalanya, semua mainan yang disodorkan tanpa ba-bi-bu magi akan langsung dirusaknya.
Penanganan :
Orang tua harus jeli melihat sikap seperti ini. Bukan tak mungkin hal itu dilakukan karena didorong rasa keingintahuan yang besar. Sikap ini jelas tidak berdampak negative, bahkan bisa mengasah kreativitas anak. Dengan cara begitu, anak jadi tahu komponen-komponen dalam mainan tersebut alias ia semakin tahu tentang mainannya. Penyebab lain, bisa saja anak sudah bosan dengan mainan-mainan tersebut.
Sebelumnya, orang tua harus memberi penjelasan saat menghadiahi anaknya mainan. Terangkan, mainan ini boleh dibongkar, tpai tidak boleh dirusak. Jika tidak, anak akan berpikir, semua mainan bisa diperlakukan seperti itu.
6. Menyakiti Binatang
Bisa terjadi, tangan dan kaki si batita seperti tak pernah mau berhenti menjahili binatang. Kadang memukul, menendang, menceburkannya ke air, bahkan mengikatnya di atas pohon.
Agresivitas semacam ini, yang menyasar benda-benda hidup, seperti binatang memang sudah harus diwaspadai. Bisa saja di lain waktu, ia menerapkan agresivitasnya pada manusia, dan terus menjalar hingga ia dewasa kelak. Bukan mustahilkalau dibiarkan, anak akan menemukan kesenangan terhadap apa yang dilakukannya, missal senang melihat ayam yang dilemparnya berciap-ciap kesakitan. Ini, sudah tidak wajar.
Penanganan :
Jelaskan kepada anak, binatang juga memiliki indera perasa seperti halnya manusia. Saat dipukul, dia juga akan merasa sakit, atau binatang juga merasa tidak nyaman jika diikat.
7. Menjerit
Menjerit merupakan salah satu ekspresi anak dalam mengungkapkan emosi. Tak jarang perilaku ini dibarengi perilaku agresif lainnya, seperti menangis, memukul dan menggigit. Biasanya, muncul saat ia menginginkan sesuatu yang tidak bisa diraih, atau saat dirinya merasa tidak diperhatikan. Misalnya, saat anak minta dibelikan jajanan, mulanya ia hanya menarik-narik baju orang tua, tapi karena tidak direspon, ia akan menjerit seraya menggigit tangannya.
Penanganan :
Orang tua harus selalu merespon sikap anak. Jika ia menginginkan sesuatu, segera penuhi keinginannya. Jika orang tua memang menganggap permintaannya tidak perlu dipenuhi, berikan pejelasan kepadanya, seperti, “Wah, Ibu enggak bisa membelikanmu barang itu, karena terlalu mahal. Cari barang lain saja, ya?”
8. Meludah
Walaupun jarang, sikap ini termasuk salah satu bentuk agresivitas yang dilakukan anak. Sikap demikian biasanya muncul pada saat ia melihat ancaman atau ketidaknyamanan terhadap dirinya. Sikap ini jelas negative, selain menjijikkan, juga dinilai sangat tidak sopan. Sikap ini biasanya diperoleh lewat peniruan dari lingkungan.
Penanganan :
Jika melihat kejadian tersebut, orang tua hendaknya memberikan penjelasan bahwa kebiasaan itu sangatlah buruk dan tidak pantas dilakukan. Jika tidak mempan juga, beri ia sanksi, misalnya dengan melarangnya bermain bersama mainan kesukaannya untuk sementara waktu.
PENYEBAB AGRESIFITAS
a. Frustasi
"Usia 2 atau 3 tahun merupakan usia transisi awal, yang ditandai dengan keinginan besar pada diri anak untuk menjadi mandiri. Tapi di sisi lain, kemampuan bahasa anak belumlah optimal. Kemampuan verbal dan perbendaharaan kosakatanya masih terbatas. la tidak bisa mengungkapkan sesuatu yang diinginkan atau yang tidak diinginkan dengan jelas alias bahasanya tidak mudah dimengerti orang dewasa."
Nah, kedua perkembangan ini bak jurang pemisah yang menyebabkan anak terpaksa mengeluarkan jurus-jurus maut agresifnya. Cara itu diyakini anak sebagai cara yang paling mudah dan efektif dalam mengungkapkan emosi atau keinginannya. Misal, Andri menggigit Dina karena ia menginginkan mainan yang sedang dipegang oleh temannya itu. Atau, ia tak suka makanan yang disodorkan ibunya. Namun karena ibunya tidak segera mengganti makanan tersebut, akhirnya si anak melemparkan makanan dan piringnya kepada si ibu.
b. Meniru
Anak umur 3 tahun ke bawah sangat suka meniru. Semua tenonena di dalam lingkungar dipotretnya sebagai acuan rntuk bersikap dan bertingkah-laku. Misalnya, saat melihat orang tua marah lalu memukul kakaknya, maka si kecil pun mencoba meniru perlakuan tersebut. la beranggapan, saat marah berarti saya boleh memukul, dong.
c. Eksistensi Tak Diakui
Sifat agresif juga bisa muncul karena tidak ada respon atas sikapnya. Saat anak menggigit orang tua karena kesal, orang tua justru tertawa-tawa melihat sikapnya. Cara ini jelas membuat anak bingung, apakah tindakan yang dilakukan itu positif atau justru berdampak negatif? "Akibatnya, pada kesempatan lain, anak juga akan menggigit temannya jika merasa kesal atau keinginannya tak terpenuhi."
Selain itu, agresivitas juga dilakukan jika cara-cara normal tidak ditangapi. Misal, "Ma Adek enggak suka film itu." Tapi ibunya cuek saja. Anaknya mengulangi lagi hingga kedua dan ketiga, tapi tidak juga dijawab. Akhirnya, "Prang!" si anak melemparkan botol kepada sang ibu atau memukul.
d. Ego Masih Besar
Anak usia ini masih memandang sesuatu dari sudut pandangnya sendiri (egosentris). Saat anak menginginkan sesuatu, semua harus terpenuhi. Demikian pula saat ada mainan di hadapannya, semua harus menjadi miliknya. Bila ada yang mengganggu atau melarang dan anak merasa tak senang, maka munculah jurus agresifnya, entah memukul, menjerit, atau dilampiaskan dengan sikap negatif lainnya. Kalau ditanya anak akan menjawab, "lni mainanku, kok, direbut, sih.”
e. Tidak Tahu Akibat
Anak belum tahu bahwa sikap agresif tidaklah baik. la hanya tahu bahwa sesudah itu temannya pasti menangis, tapi hanya sebatas itu. Kalau penjelasan lewat kata-kata dirasa tidak mempan, berikan contoh konkret bahwa menggigit itu menyakitkan. lngat, memberi contoh tidak boleh sama dengan tindakan membalas yang harus dihindari. Gigitlah tangan anak dengan pelan, setelah itu beri penjelasan, "Tuh, digigit itu sakit, kan? Makanya jangan menggigit orang sembarangan."
f. Belajar Bertahan
Anak di usia ini sudah mulai belajar mempertahankan diri. Hal itu dilakukan jika ia merasa mendapat gangguan atau ancaman dari Iuar. Caranya, dengan menunjukkan perilaku-perilaku agresif. Misal, saat melihat mainannya diusik, ia akan merebutnya kembali. Kalau perlu dengan memukul atau mendorong si teman tersebut.
g. Asyik Melihat Sebab Akibat
Anak usia ini kadang menikmati apa yang telah dilakukannya. Saat ia melihat teman tersebut menangis akibat ulahnya, saat itulah timbul rasa senangnya. Karena asyik, maka ia akan terus melakukan perbuatan tersebut. Terlebih bila orang tua membiarkan perilaku agresivitasnya. Padahal kebiasaan ini perlu diwaspadai karena keasyikan menyakiti orang lain akan berdampak negatif terhadap perkembangan mental anak. Bukan tidak mungkin, sifat ini akan terus terbawa hingga dewasa. Anak jadi senang menyakiti orang lain.
Sumber: Nakita No.213/V/Mei 2003

⁠⁠⁠Otot Kebahagiaan


Pernah nggak anda dengar orang ngomong,"Wah ini orang masa kecilnya kurang bahagia!" Mungkin ngomongnya langsung kepada anda atau anda mungkin pernah bilang begitu juga kepada orang lain.

Kalau sampai ada yang ngomong gitu ke anak saya, sungguh saya akan protes. Karena segenap upaya telah saya lakukan kepada anak-anak kami untuk membahagiakan mereka. Tujuannya sederhana, agar otot bahagia mereka terlatih.

Jika otot bahagia sudah kekar, kuat dan terbentuk, maka otot semacam ini mampu mengangkat beban apapun. Orang semacam ini punya banyak memori bahagia dalam hidupnya. Hasilnya, ia terbiasa untuk menikmati hidup.

Apakah hanya jalan-jalan, piknik dan kasih hadiah?? Oooh tentu tidak. Saat anak pertama kami berusia 6 bulan, ia sudah terbiasa berziarah baik ke makam kakeknya, leluhur atau para ulama, usia 2 tahun, is sudah diajak ke kamp pengungsian saat banjir besar melanda Jakarta. Usia 3 tahun, ia sudah diajak mendaki gunung hingga ke puncak. Demikian pula kedua adiknya.

Jadi, apakah harus melulu ke mal, objek wisata dan jalan-jalan saja?? Nggak juga.

Mereka sering kami ajak berpetualang agar memiliki banyak memori baik dalam hidupnya. Kalau waktunya terbatas, seringkali kami hanya lepas di playground, mereka juga sering dilibatkan dalam aktifitas kami baik dalam maupun luar negeri. Saya ingin ajarkan mereka bahwa bekerja sembari senang-senang itu juga bisa.

Kami kenalkan dengan para tokoh, selebritis hingga ulama. Biarkan mereka terbiasa berada ditengah-tengah orang hebat. Kadang kami gilirkan siapa yang harus ambil tiket parkir, bayar tol, berbagi ke pengemis dan keliling tetangga membagikan bingkisan. Biarkan mareka terasah kecerdasan emosinya.

Kami kadang masuk hutan, mencari air terjun, memberi makan binatang, main masak-masakan sampai masak bareng-bareng (seringnya sih pesta seafood), itikaf di masjid, berlayar, karaokean, main hujan bareng dan hal-hal sepele lainnya.

Saya hanya ajak mereka untuk merasakan. Merasakan semua jenis moda transportasi. Perahu, kapal perang hingga becak dan bajai, segala merk Mobil. Abangnya keranjingan Lamborghini dan anak kedua kami bahkan pernah mengencingi Jaguar terbaru hehehe. Ajaklah ke pameran - pameran biarkan mereka melihat, merasakan, mengalami hal-hal baru.

Tapi ingat, jangan berikan kesempatan apapun yang berpotensi merusak kebahagiaan mereka. Sejak lahir, tak kami berikan sedikitpun kesempatan menyaksikan acara-acara di televisi. Tidak ada tivi menyala di rumah kami. Kecuali film yang sudah kami pilih di YouTube. Meskipun kadang mereka suka melihat tivi, tapi kami harus edukasi kembali perihal apa yang mereka tonton.

Kami hanya instruktur. Kami pelatih mereka agar otot bahagianya kokoh dan kuat. Waktu kita singkat, boleh jadi mereka sebentar lagi lebih sibuk dengan teman-temannya. Sementara fase terpenting dalam hidup mereka tak boleh hanya berisi gadget, tivi, mal, dan ingatan bahwa orang tuanya sibuk bekerja.

Salam Spektakuler!

[BULLYING] ANAK KITA : PELAKU, KORBAN ATAU PENONTON?



Sekitar sebulan yang lalu di Sukabumi-Jawa Barat, SR anak kelas 2 SD tewas dibully teman sebayanya. Berawal dari sering ejek, korban dan para pelaku menjadi sering terlibat perkelahian. Terakhir, korban tak hanya dipukuli. Ketika sudah terkapar, telinga korban disumbat menggunakan keripik dan disiram dengan minuman ringan.
http://kaltim.tribunnews.com/2017/08/09/sadis-anak-sd-jadi-korban-bully-teman-sebayanya-hingga-tewas-telinga-korban-disumbat-pakai-ini?page=3

Belum lagi nyeri dihati hilang, dua pekan yang lalu persisnya 4 September terjadi hal yang lebih parah di Bekasi. ST (7) dan BN (7) melakukan perbuatan tak senonoh terhadap teman perempuannya ketika jam istirahat sekolah. Korban sedang ke toilet untuk buang air, tapi mendadak kedua pelaku menerobos masuk dan mencabuli korban. Kemudian tiga temannya datang lagi namun tidak melerai, malah menonton.
Perbuatan cabul itu pun dilakukan beberapa menit hingga jam istirahat habis. Usai melakukan perbuatannya, pelaku mengancam jika korban melaporkan.
https://www.merdeka.com/peristiwa/2-bocah-sd-di-bekasi-cabuli-temannya-di-toilet-sekolah.html

Bagaimana perasaan Anda dan apa yang Anda pikirkan?

Lepas dari peristiwa diatas, dalam beberapa bulan terakhir ini, beberapa teman-teman dalam grup FB Parenting with Elly Risman and Family mengajukan pertanyaan tentang bullying dan berharap saya menulis tentang hal ini, karena mereka semakin kawatir terhadap anak-anak mereka menghadapi situasi sekitar yang semakin tidak bersahabat dan nyaman bagi anak anaknya.

APA ITU BULLYING?

Menurut Dan Olweus (www.Kidscape.Org.Uk), Bullying adalah:
Aktifitas berbentuk agresi/kekerasan dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental yang dilakukan secara berulang-ulang.

Jadi perilaku bullying ini benar-benar disadari oleh pelakunya. Mereka dengan sengaja melakukan kegiatannya untuk melukai & menanamkan ketakutan melalui ancaman dan menciptakan teror!
Masalahnya, pelaku ini usianya semakin muda, demikian juga korbannya: 7 tahun. Kenyataan inilah yang menggetarkan jiwa saya dan pastilah juga Anda, sesama orang tua.

YANG MANA ANAK KITA?

Bullying hanya terjadi bila ada : 3 Peran dan 1 Tragedi. Peran-peran tersebut adalah : PELAKU, KORBAN, dan PENONTON, yang untuk memudahkan dalam tulisan ini selanjutnya akan kita sebut sebagai PKP.

Pada umumnya banyak orang tua tidak langsung mengenali peran yang dilakukan oleh anak-anaknya. Bahkan ketika anak menjadi korban sekalipun ada orang tua yang baru sadar anaknya jadi korban ketika kondisinya sudah sangat parah. Apalagi kalau anaknya cuma jadi PENONTON! Yang tentunya sangat tidak mudah dikenali, terutama kalau komunikasi dalam keluarga terhambat, minimal tidak hangat dan tergesa-gesa.. Padahal sesungguhnya masing-masing peran jika tidak diatasi, ada efeknya bukan hanya sekarang tapi juga jangka panjang!

APA YANG JADI PENYEBAB ANAK BISA JADI P-K-P: PELAKU, KORBAN ATAU PENONTON?

Pertumbuhan dan perkembangan kita sebagai anak manusia, kata ahli ditentukan oleh 20% faktor turunan dan 80% faktor Lingkungan.
Jadi apapun anak kita: P-K atau P bisa saja kan ada unsur turunannya baik dari garis kita maupun pasangan kita. Tapi yang lebih menentukan adalah yang 80% yang terdiri dari unsur: KELUARGA, MEDIA , PEER GROUP, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT.

Marilah kita urai sedikit dari masing-masing aspek tersebut :

A. KELUARGA:

Kajian yang kami lakukan dari berbagai sumber, menunjukkan bahwa banyak sekali penyebab datang dari sumber keluarga yang bisa kita jadikan cermin untuk berkaca dengan diri kita sendiri.

1. Orang tua tidak siap jadi orang tua, banyak masalah dari masa lalu sehingga dalam mengasuh tidak sengaja mengulang secara otomatis kebiasan dari pengasuhannya sendiri di waktu kecil. Pengasuhan yang dilakukan tanpa ilmu yang memadai dan jarang dilakukan BERDUA suami istri. Umumnya anak disubkontrakkan ke tangan orang lain yang notabene kurang segala-galanya dibandingkan dengan orang tuanya sendiri. Jadi sejak awal anak sudah memiliki berbagai bentuk kecemasan, kurang kelengketan, perhatian dan kasih sayang. Semua tergesa-gesa. Masalah tak sempat teruraikan dan tertangani dengan seksama. Tahu-tahu anak sudah harus bersekolah.

2. Umumnya orang tua tidak sadar bahwa seharusnya mereka merumuskan dan menyepakati TUJUAN PENGASUHAN anak mereka sebagai penunjuk arah kemana anak ini akan dibawa dan anak yang bagaimana yang akan dihasilkan. Akibatnya mengasuh bagaimana lingkungan terdekat mengasuh anak mereka.. Kita hanyut bersama arus yang deras… ber-HP anak orang ber-HP juga anak kita. Punya peralatan games anak orang, begitu juga kita usahakan anak kita. Pengasuhan yang gak punya prinsip sama sekali!

3. Komunikasi BURUK : tergesa-gesa dan seadanya! Bagaimana bisa mengenali keunikan anak dan menyapanya, menyadari bahwa antara adik dan kakak saja berbeda tidak sempat. Itulah sebabnya kita tidak peka terhadap bahasa tubuh yang ditunjukkan anak, tak sempat menebak dan mendengarkan perasaan mereka, apalagi duduk membahasnya dengan dialog dari hati ke hati. Apa yang terjadi kalau kita bicara tak sengaja, kita menggunakan apa yang kami sebut sebagai 12 Gaya Populer Orangtua Berbicara Pada Anaknya, yaitu: Memerintah, Menyalahkan, Meremehkan, Membandingkan, Mencap/label, Mengancam, Menasehati, Membohongi, Menghibur, Mengeritik, Menyindir & Menganalisa.

Kalau anda sebagai anak, apa kira-kira perasaan Anda kalau bertahun-tahun orang tua Anda berkomunikasi dengan Anda seperti itu?
Kalau begitu Anda bisa mencatat sekarang di HP Anda: apa saja kemungkinan perasaan anak Anda sekarang ini?
Nah semua uraian diatas, kira kira akan mendorong anak kita menjadi Pelaku, Korban atau Penonton? Yang mana?

Belum lagi pada kenyataannya perkawinan tidak semuanya berjalan mulus.
Situasi rumah ada yang penuh stres: pertengkaran, agresi dan permusuhan.
Hubungan antar saudara yang buruk, perlakuan tak patut terhadap tenaga penunjang RT dan berbagai hal lainnya.
Kita lupa bahwa anak-anak belajar dari : Mendengar – Melihat - Merasa - Berbuat… baru Berfikir. Sesuai dengan tahapan perkembangan otaknya.
Dititik ini kita bisa menanyakan lagi pada diri sendiri apa yang terjadi di keluarga memproduksi anak yang mana dari P-K-P.

4. Pendidikan agama tidak dilakukan sendiri oleh orang tua, sehingga banyak sekali hal mendasar tentang keyakinan terhadap Allah, kecintaan pada Rasul dan Kitab sucinya tak terbentuk. Pembentukan akhlak, baik sesama manusia: Orang tua dan guru, teman dan yang lebih muda tak terajarkan dengan baik sesuai nash nya. Apalagi menyangkut akhlak dengan binatang dan isi alam lainnya. Perbuatan baik, dan tidak baik, Syurga dan Neraka tak sempat dibahas, ibadah yang baik tak sempat di contohkan. Hari habis dengan belajar, PR dan Les, PR dan Les. Hari berganti Minggu, bulan dan Tahun dan Tahun.. tahu tahu anak pra remaja!

5. Umumnya orang tua tak menyiapkan anaknya memasuki baligh. Tidak tahu bahwa hal itu terjadi lebih cepat karena gizi dan rangsangan dari media. Mereka akan berkilah : ”Aduh.. Gak nyangka cepet banget. Kirain masih setahun dua lagi?” Lha, emang persiapannya cuma seminggu? Apa yang terjadi? Anak ‘sexually active’ tanpa bekal sama sekali. Padahal hatinya padat dengan dendam kesumat dan berbagai perasaan negatif, banyak beban yang dirasa menekan. Apa yang terjadi?
Air laut saja tak bisa ditekan angin. Maka akan terjadi gelombang yang tinggi dan bergulung-gulung, menggulung apa saja dipermukaannya . Kalau sampai menghempas pantai, maka semua ditelannya! Itu air, bagaimana dengan jiwa dan rasa manusia.

B. MEDIA

Sudahlah begitu, dengan alasan cinta, kasian supaya nggak ketinggalan dari teman-temannya, kita fasilitasi anak-anak kita dengan berbagai macam games, HP, atau laptop yang dengan itu mereka bisa mengakses atau bermain games. Kalau tidak sanggup ya kasih uang Rp 3000 – 5000 untuk ke rental PS atau warnet. Luar biasa banyaknya games yang dimainkan anak yang sarat kekerasan. Tidak pantas kalau saya berikan contoh-contoh games tersebut di sini. Tapi kalau dalam seminar tentang ‘Bullying’ dan ‘Kecanduan Games’, ini saya bahas dengan cermat. Yang saya ingin jelaskan adalah karena banyak dan lamanya anak bermain games itu membuat mereka tidak bisa lagi membedakan mana: ”realitas dunia maya, mana reakitas dunia nyata”. Mereka melakukan apa yang mereka nikmati di dunia maya ke dunia nyata. Nonjok dan nendang terus. Mengapa? Karena kalau dalam permainan seperti smack down akan ada tanda “bip” dipojok atas yang menunjukkan warna. Kalau kuning tonjokan hanya : bahaya. Tapi kalu merah berarti pendarahan dalam. Penonton dalam games gak boleh dan gak bisa menolong, dia hanya menyaksikan saja. Ingat kasus anak perempuan yang dianiaya dalam kelas di Bukit Tinggi yang sangat viral? Mengapa teman lain dalam kelas itu tidak menolong, karena begitulah dalam permainannya. Ini baru satu media. Kalau kita bahas yang lain , tulisan ini harus berseri… Jadi, kita sedang memproduksi anak yang mana ? P-K atau P?

C. PEER GROUP

Selain belajar dari rumahnya, anak tentu belajar dari teman-temannya terutama di lingkungan rumah dan di sekolah. Tentu Anda semua bukan saja sudah paham dengan ini bahkan banyak yang anaknya telah mengalami pengaruh dan perlakuan buruk ini. Karenanya tidak perlu saya bahas lebih lanjut.

D. BERATNYA BEBAN PELAJARAN DI SEKOLAH

Bayangkan datang dari keluarga seperti itu, anak menghadapi pula beban berat sekolah, terutama kalau mereka baru 6 th sudah duduk di SD kelas 1. Aduhai berarti sejak usia 5 sudah les calistung dong. Anda sebagai ibu yang mendampingi anaknya belajar pasti tahu “berat”nya pelajaran sekarang!
Jam pelajaran yg jauh lebih panjang dari jam belajar Anda dahulu. Belum lagi ada sekolah yang masih membebani anak dengan PR dan Les. Kadang-kadang dari sekolah tidak ada PR, eh orang tuanya mewajibkan anaknya mengikuti les macam-macam dan umumnya LES MATA PELAJARAN lagi… Khawatir tidak sukses di masa depan dari sekarang bikin anaknya > kalau kue : ‘bantet’ duluan – bagaimana mau mekar dan suka atau cinta belajar?
Lha ini anak siapa ya? Bisa dan punya hak serta berani tidak ya anak ini, mengatakan: tidak, kasih alasan, atau melawan? Harus patuh kan? Jadi perasaannya bagaimana? Belum kalau ada pula perlakuan guru yang kurang patut bahkan ‘nakal’. Akan jadi apa anak kita? Kita sedang mencetak yang mana? : P-K atau P?

E. MASYARAKAT

Tidak usahlah jauh-jauh. Berita TV saja. Banyak orang tidak terpikirkan bertahun-tahun pemberitaan dan pembahasan tentang kejahatan dan tindak korupsi yang dilakukan menteri, pimpinan partai, anggota dewan, pejabat daerah, berbagai lapisan penegak hukum, tokoh masyarakat, artis dan lain-lain, berakibat apa pada jiwa anak-anak kita. Jangan bilang anak kita tidak menyaksikan apa yang terjadi pada sidang paripurna di dewan yang terhormat. Mana orang tua yang mau duduk dan menjelaskan dengan baik baik semua fenomena ini? Abis waktu dengan peer2 dan les2. Tidakkah kita bertanya pada diri sendiri :’Apa yang dipelajari anakku dari semua ini?” Apa kontribusi semua yang terjadi dimasayarakat kita terhadap perilaku anak kita? membentuk mereka jadi P-K atau P?

JENIS – JENIS BULLYING

Ada 6 jenis Bullying yaitu :
1. FAMILY BULLYING
2. SCHOOL BULLYING (Didalam maupun diluar sekolah)
3. BOARDING BULLYING
4. CYBER BULLYING
5. SEXUAL BULLYING
6. BULLYCIDE - BULLY ‘TILL SUICIDE ( Bully sampai bunuh diri!)

Anda tidak lupa khan sudah banyak anak kita baik yang terbunuh di sekolahnya atau di luar sekolah hampir setiap tahun ajaran baru? Dan mereka yang bunuh diri karena di bully seperti yang terakhir terjadi di Pakan Baru, yang dilakukan anak SMA karena tidak tahan diejek ayahnya mengalami gangguan jiwa.

JADI BAGAIMANA? APA YANG BISA KITA LAKUKAN?

Inilah mengapa sulit sekali bagi saya menjawab pertanyaan bagaimana menghindari anak kita agar tidak jadi korban. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa si penanya:

1. Tidak punya perkiraan atau mungkin tidak mengetahui bahwa anaknya bukan hanya bisa jadi Korban tetapi juga berpotensi juga jadi Pelaku atau Penonton .

2. Tidak mudah untuk menguraikan dalam satu dua kalimat apa yang saja yang menjadi penyebab berbagai jenis bullying ini seperti yang saya jelaskan di atas, kan?

Langkah sederhana yang saya sarankan segera bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut :

a. Menyelamlah kedalam diri & mengembaralah ke masa lalu, lihat apa yang terjadi pada diri Anda dan
b. Selesaikan urusan dengan diri sendiri dan bantu selesaikan urusan masa lalu pasangan Anda!
c. Sepakati : Pengasuhan berdua – Dual parenting
d. Rumuskan ulang Tujuan Pengasuhan dan sepakati. Jalankan- Evaluasi dan Perbaiki. Mengasuh harus punya prinsip. Jangan jadi orang kebanyakan!
e. Pulangkan ayah kerumahnya dan jadikan dia pemimpin yang memegang komando pendidikan agama anak-anaknya. Ayah harus ingat benar bahwa beliaulah yang akan mempertanggung jawabkan iman dan akhlak istri dan anaknya di Mahkamah Allah nanti. Ini juga yang mengharuskan kita mengubah dan memperbaiki pola pengasuhan anak laki-laki kita.
f. Persiapkan anak untuk Baligh. Jangan lupa, bila anak sudah baligh berarti dia sudah Mukallaf: berlaku hukum yang ditentukan Allah atas dirinya dan berarti mereka dewasa muda BUKAN REMAJA! Maka untuk itu apakah cukup persiapannya hanya seminggu?
g. Siapkan anak untuk bijak berteknologi. Anda jangan jadi orang tua yang latah memberikan perangkat teknologi karena orang lain melakukannya pada anaknya. Malu lah kalau jadi orang tua yang malas, cari gampang: agar bisa melanjutkan berkomunikasi dengan teman dan melakukan pekerjaan lainnya kasih saja HP ke anak. Belikan games biar dia asyik dengan HP jadi Anda tidak terganggu.
Mereka bukan saja melihat, belajar dan meniru kekerasan tetapi juga pornografi. Tidakkah sangat mungkin mereka pada usia 7 tahun melakukan sexual bullying seperti dilakukan anak SD kelas 2 di Bekasi yang sudah kita singgung diatas? Selain itu anak itu akan sangat mungkin mengalami disfungsi otak bagian depan karena pornografi yang sudah pasti merusak kemampuan mengendalikan diri, sehingga bisa bertingkah laku seperti binatang. Kalau diumpamakan mobil “REMnya BLONG”

Sungguh hidup adalah pilihan, kita punya hak sepenuhnya untuk melakukan pilihan tapi juga yang harus berani menanggungkan dan menjalani konsekuensinya.
Begitu dululah pembahasan kita tentang Bullying, Insha Allah kalau ada umur dan kesempatan akan kita sambung di lain waktu tentang bagaimana mengenali tanda-tanda apakah anak kita Pelaku, Korban atau Penonton? Apa dampaknya dan bagaimana tipsnya mengatasi Bullying dan menjadi sahabat anak menghadapi Bullying?
Saling doa ya

Salam hangat

Elly Risman

Kiat Dekat dengan Anak dan Mendidiknya


‎من يحب أن يقي أبناءه
‎من الأمراض النفسية فليتبع الخطوات هذه وسترى النتيجة...
Bagi anda yang ingin menjaga anak-anaknya dari penyakit kejiwaan, ikutilah beberapa kiat berikut ini dan Anda akan melihat hasil yang nyata.

‎برنامج بناء العلاقة مع الأبناء :
Program membentuk interaksi intensif dengan anak

‎١- عشرين دقيقة يومياً حوار مع الأبناء باعتبارهم أصدقاء ( بدون نصح ولا حديث عن المدرسة ولا توجيه ) .
1) Ngobrollah bersama anak2 20 menit per hari seperti layaknya ngobrol dengan seorang teman (tanpa memberi nasehat, tanpa membicarakan ttg sekolahan atau arahan apapun)

‎٢- التعبير عن مشاعر الود والحب من الأباء للأبناء من ٥ - ١٠ مرات يومياً .
2) Ungkapkan perasaan kasih sayang dari ayah terhadap anaknya 5-10 kali per hari.

‎٣- مدح الأبناء يومياً خمس مرات على سلوك إيجابي فعله .
3) Pujilah anak setiap hari 5x atas perilaku positif yang dilakukannya.

‎٤- مدح الأبناء يومياً خمس مرات على الشكل الخارجي ( ابتسامته - شعره- عينيه - أي شيء فيه ) .
4) Pujilah anak2 setiap hari 5x terhadap hal2 yang nampak (seperti senyumannya, rambutnya, matanya, atau yang lainnya)

‎٥- مرتان اسبوعيا مشاركة الابن نشاط خارج البيت حتى لو استغرق خمس دقائق ( مشي - رياضة - تمشيه - لفّه بالسيارة ) .
5) Seminggu 2x ikutsertakan anak2 pada aktifitas diluar rumah walaupun 5 menit (spt jalan2 dan olahraga)

‎٦- ثلاث دقائق يومياً لتثبيت القيم قبل النوم :
‎-كنت سعيداً عندما رأيتك اليوم تفعل كذا.
‎- مساعدتك لأختك الصغيرة كان جميلا منك.
‎- وفاءك بالاتفاق جميل.
6. Sebelum tidur, 3 menit setiap hari tanamkan nilai-nilai kepada anak seperti:
- Nak, ayah senang sekali hari ini kamu melakukan ini dan itu..
- Ayah senang kamu sudah membantu adik perempuanmu
- Ayah senang kamu jadi anak yang taat dan patuh.

‎٧- مرتان أسبوعياً عشاء مع العائلة في البيت أو خارجه يكون وقته طويل حتى يتم الحديث والتحاور مع العائلة بوقت أكثر .
7. Seminggu 2x makan malam bersama anggota keluarga baik didalam atau diluar rumah. Sebaiknya waktunya agak longgar sehingga obrolan dan diskusi dg anggota keluarga porsi waktunya lebih banyak.

‎٨- من (١-٣) دقائق يومياً [ كلي آذان صاغية ] وتتنفذ على النحو التالي:
‎-الجلوس مع الابن في مكان هاديء واطلب منه أن يقول كل ما يريد بلا قيود ولا نقاش ولا أرد عليه ولا أقاطعه ولا تعقيد وحينما تنتهي ٣ دقائق انتهت الجلسة.
8) 1-3 menit perhari lakukan hal berikut (dan anda menjadi pendengar setia):
- Duduklah bersama anak anda ditempat yang tenang dan persilahkan si anak untuk mengutarakan apapun tanpa ada tekanan atau diskusi. Tidak mengomentari atau memotong pembicaraannya. Setelah 3 menit berlalu selesai pula obrolan anda dengan anak anda.

‎٩- عبّر عن حبك لإبنك من خلال السلوكيات اليومية :
‎( خمس لمسات يومياً ) :
‎- اللمس على نهاية رأس الابن
‎وتعني " الرأفة والرحمة "
‎- وضع اليد على الرأس " الفخر"
‎- وضع اليد على الجبين "التهدئة"
‎- وضع اليد على الوجنتين" الشوق"
‎- مسكة اليد " تقوية العلاقة والحب"
‎- إذا كان غضبان أو وجود مشاعر سلبية "امسح بيدك على صدرة "
9. Ekspresikan cinta Anda pada anak atas perilaku2nya sehari-hari : (5 sentuhan perhari)
- Belailah kepala bagian belakang anak (sebagai bentuk kasih sayang)
- letakkan tangan di kepala anak (bentuk kebanggaan)
- letakkan tangan diatas kening anak (bentuk ketenangan)
- letakkan tangan dikedua pipi anak (bentuk kasih sayang)
- genggam tangan anak utk menguatkan hubungan & cinta anda
- kalau anaknya lagi marah atau ada perasaan kesal atau gak enak (tepuk dadanya secara lembut)

‎أربع قبلات يومياً :
‎-في الجبين " الاستقبال "
‎-في الرأس" فخر واعتزاز"
‎-في الخد " الشوق"
‎- في اليد "الاستقبال والشوق"
Empat ciuman setiap hari:
- kecupan kening saat menyambut kedatangan anak anda (pulang sekolah atau dari manapun)
- kecupan kepala anak utk menumbuhkan rasa percaya dirinya
- ciuman di pipinya sebagai ekspresi rasa rindu.
- ciuman di tangan untuk menyambut dan mengekspresikan sayang.

‎واربع ضمات احتضان متفرقه خلال اليوم .
Empat dekapan berbeda2 selama sehari

‎كان الرسول ﷺ قدوتنا في بناء العلاقة وكان نموذجاً رائعاً للتربية ؛
‎كان يقبّل فاطمة الزهراء كلما رآها وقبل جبينها ويدها واحتضنها في بيته وفي مسجده وأمام الصحابة.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam , adalah suritauladan kita dalam membina hubungan dan menjadi contoh terbaik dalam mendidik anak.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu mencium Fathimah Az Zahraa setiap kali bertemu, mengecup keningnya, mencium tangannya dan mendekapnya di dalam rumahnya atau ketika di masjidnya dihadapan para sahabat.

‎أخيراً : ابني علاقة مع ابنك حتى يصبح بين يديك محباً مطيعاً وخلوقاً وباراً فبهذا البرنامج تبني شخصيته وتتعرف على ذاته وتقوي محبته وتصبح الأب النموذج الأمثل في نظره
‎وتتلاشى كل المدمرات للعلاقة التي كنت تمارسها من قبل أو كانت سبباً في اضطراب شخصيته أو عناده أو عنفه أو مراهقته المزعجة أو انحرافه أو سبباً للأمراض الناتجة من السلوك التي تم شرحها في المدمرات سابقاً .
Terakhir, jagalah hubungan dengan anak anda sehingga dia mencintaimu, mentaatimu dan berbakti kepadamu.

Dengan program ini anda sedang membangun kepribadian anak anda, mengenali sifatnya, meningkatkan kecintaannya dan Anda menjadi ayah teladan menurut pandangannya.
Semua hal2 yang merusak hubungan yang biasa anda lakukan atau penyebab labilnya kepribadian anak, keras kepala, masa pubernya yg mengganggu, penyimpangan moral dan sebab2 penyakit lainnya akan hilang dan lenyap (secara sendirinya).

‎قل لابنك أو ابنتك : شكرا إنك موجود فى حياتي..
Katakanlah kepada anak (laku/perempuan) anda: Terima kasih anakku kamu telah mengisi kehidupanku.

‎" كونوا لطفاء وأرسلوها لكل أب وأم "
Jadilah orang tua yg lemah lembut (pada anaknya)

Selamat mendidik, menyayangi dan  mempraktekkan pada anak-anak, bismillah

Jumat, 15 September 2017

⁠⁠⁠Ibu Lelah? Rehatlah

/2017] +62 856-4703-7462:

Semalam saat saya baru saja membuka laptop untuk membuat tulisan di hari ke 9,sebuah pesan masuk :

"Saya lelah mbak.Rasanya hanya saya yang harus bertanggung jawab untuk semuanya.Waktu rasanya begitu cepat,sementara saya melihat diri saya tidak mencapai apapun...saya minder kalau ketemu temen-teman lainnya,rasanya saya doang yang gini-gini aja..."

"saya merasa tidak bahagia..rasanya berputar putar terus di rutinitas yang sama.Di rumah rasanya hati saya gak tenang..tiap hari ada saja masalah yang dibuat oleh anak-anak.Anak-anak gak nurut kalau diberi tau..melawan terus,suami malah keliatannya lebih asik di luar rumah..."

•••
saya terpaku, membayangkan situasi yang terjadi di rumahnya.

Saya memperhatikan pola seperti ini sering sekali terjadi,dan mungkin sebagiannya pernah juga dialami oleh saya&jutaan ibu lainnya.

Ada rasa lelah yang sangat besar, yang pada akhirnya mengambil rasa bahagia ibu,dan lambat laun mengambil rasa bahagia seluruh anggota keluarga.

Saya tentunya tidak akan membahas kisah ibu tersebut di tulisan ini,tapi saya tergugah untuk menulis sebuah perspektif tentang kata "lelah"

Saya teringat sebuah nasehat yang dikiaskan dalam bentuk sebuah narasi antara iblis dan syetan :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energi

jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya

biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya

setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri

sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki,

buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga

jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya,

gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anak-anaknya, dari suaminya

goda lisannya untuk berkata kasar,
Hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura syurga dalam rumah

dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang Ibu
....

Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu,

Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya syetan,

Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan syukurmu wahai ibu,

Jangan biarkan syetan mengambil itu,
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah

Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu merasa sakit sendiri
jika kau pandai menghargai dirimu,

Ringankan tugasmu bu,
Jangan menekan dirimu terlalu keras,
Sesekali tak masalah rumahmu kotor
tak masalah betapa banyaknya pekerjaan yang belum kau tuntaskan

Jangan terjebak dalam waktumu bu,
sungguh tugas muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas yang kau lakukan setiap harinya

rehatlah,
Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo untuk segarkan diri,

Sekedar menepi, menepilah
beri waktu untuk dirimu sendiri,

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya,
betapa manisnya keceriaan anak-anakmu,
betapa bertanggungjawabnya suamimu,

rasakan pelukannya,
ada cinta dan ketulusanmu dalam tegap badannya

Kau berharga ibu,jangan pernah lupakan itu.

•••
Kualalumpur Dini Hari

malam ini jadi malam penuh refleksi buat saya
bisa jadi kita pernah mengalami hal yang sama akan rasa lelah yang bertubi

tapi, saat mendengar masalah orang lain,kita semakin sadar bahwa perspektif kita menentukan cara pandang kita terhadap masalah

jika kita melihat peran ini sebagai beban,maka kita hanya akan sampai pada titik lelah

jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas,kita tidak akan menemukan ruhnya

rewarding your self mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu

jangan biarkan syetan merusak bahagia dengan mengambil rasa sabar dan syukurmu

karena dari bahagiamu,tercipta ketahanan sebuah keluarga

sofiana indrasari

"Ya Allah...sakit sekali...linu sekali...rasanya tidak ada rasa sakit seperti yg ku rasakan"


Oleh : Ust. Abu Zaky Dwi Istanto

Seseorang menghubungi saya dan meminta saya utk meruqyah seorang santri penghafal Alqur'an di sebuah lembaga pendidikan Tahfidz Qur'an di Pondok Gede. Dg keluhan kanker tulang. Diagnosa di keluarkan oleh sebuah rumah sakit ternama

Segera saya datang ke pesantren tsb. Saya mundurkan semua janji yg sudah di buat krn ada penghafal qur'an yg sedang sakit. Untuk saya penghafal Qur'an adalah prioritas utama, karena Saya paling tidak tega melihat ada orang yg terhambat dalam menghafal ayat2 suci Allah, karena penyakit atau kebutuhan hidup yg lainnya. In syaa Allah akan saya bela2in utk datang dan membantu santri tsb, dimana saja, sekemampuan saya.

Setelah saya bertemu, benar saja, anak itu terkapar di kamarnya tidak dapat bangun dan hanya menahan sakit linu yg tidak tertahankan pada tulangnya.

Dalam hati saya berkata,  "Ya Allah berat sekali ujian keimanan anak ini...di saat anak seusiamu sedang memburu sekolah menengah atas yg paling bonafit, tapi engkau wakafkan jiwa dan ragamu utk menghafal Alqur'an. Dan sekarang engkau sedang terkapar karena Dzat Yg Maha Kuasa sedang menguji cintamu kpd Nya, agar benar2 niatanmu dalam menghafal Alqur'an Lillahita'alaa semata".

Tak terasa air mata ini menetes.

"Siapa nama kamu nak...berapa usiamu...darimana asal mu", tanya saya.

"Ahmad Ustadz...15 tahun...saya dari desa terpencil di propinsi sumatra ***", jawabnya.

"Apa yg kamu rasakan saat ini?". Tanya saya

"Ustadz, linu sekali tulang2 persendian...linu sekali...linu-linu semua tulang saya...tolong bantu saya ustadz." Ahmad menjawab sambil menahan rasa sakitnya.

"In syaa Allah nak, saya bimbing utk ruqyah dan kita berdoa bersama agar Allah angkat semua penyakitmu. Karena bagi Allah mengangkat penyakit apapun sangat mudahnya", kata saya.

"Ahmad, adakah kamu pernah teringat ucapan2 orang2 terdekat kamu atau siapapun yg suka memuji atau mengucapkan kata2 yg tidak baik yg di utarakan ke dirimu", tanya saya.

" Ada ustadz, yaitu ucapan kedua orang tua saya. Selama saya sekolah dan mendapatkan nilai rendah, mereka selalu mengucapkan 'kamu anak tidak berguna, mau jadi apa kau dewasa nanti'..". Kata ahmad

"Tapi ustadz saya menyadari, kalau perkataan mereka utk kebaikan saya", kata ahmad sambil sesekali meringis kesakitan.

"Ya Allah, sudah dekatkah datangnya kiamat...karena ternyata ada diantara hamba Mu yg tidak dapat mengontrol ucapannya, yg mereka tujukan kpd buah hati mereka, buah cinta pernikahan mereka, yang mereka anggap ucapannya sebagai motivasi. padahal itu adalah 'ain yg terlontar kepada anaknya...Ya Allah, sadarkan orang tua Ahmad, beri hidayah Mu." ucap saya dalam hati.

"Ahmad cita2nya apa?" tanya saya.

Diapun menjawab " Memberikan jubah utk orang tua saya di saat semua manusia tidak berpakain, di padang mahsyar nanti".

Allahu Akbar...Allahu Akbar

"Ya Allah mulia sekali cita2mu nak. di balik kekerasan orang tuamu, engkau memiliki hati yg bersih dan tulus, kau abaikan perlakuan orang tuamu dan kau pertahankan pendirianmu utk mengejar cita2 mu, menghafal Alqur'an meskipun harus jauh dari kampung halaman". Ucap saya dalam hati.

"Ahmad saya akan membimbing kamu utk Tazkiyah, bisa ya", tanya saya.

"In syaa Allah saya akan mengikuti ustadz", jawabnya.

Sayapun memulai tahapan2 tazkiyah utk membersihkan sampah2 dalam hati kita, karena bila sampah ada dalam diri kita maka lalat pasti datang utk mengerumuni sampah itu.

Tahapan itu adalah
1. Niat ikhlash krn Allah
2. Bersyukur
3. Bertaubat
4. Menerima Taqdir Allah
5. Memaafkan manusia

"Ahmad sayang sama orang tuanya?". Tanya saya.

"Sayang sekali ustadz, bagiku orang tuaku adalah pelita hatiku. Orang tuaku adalah kehormatanku", jawabnya

"Kalau gitu kita do'a sama2 ya" kata saya.

"Ya Allah kami bersyukur atas nikmat yg Engkau berikan kpd kami, berupa
Orang tua kami yg baik...orang tua yg telah berjuang dg susah payahnya saat mengandung kami....orangtua yg telah berjuang dg susah payahnya, saat melahirkan kami"

"Ya Allah ampunilah kedua orangtua kami...berikan kpd orang tua kami, khusnul khatimah....dan jangan engkau biarkan orang tua kami merasakan sakit ketika nyawanya terlepas dari tubuhnya."

"Ya Allah, kami ridhai orangtua kami. Kami maafkan, orangtua kami....seburuk apapun ucapan orangtua kami...seburuk apapun perlakuan mereka terhadap diri kami...Ya Allah hari ini kami maafkan....tidak ada keberatan dalam hati kami sedikitpun, utk memaafkan mereka, utk meridhai mereka...kami ridhai ucapan dan perbuatan mereka...seberat apapun ucapan dan perbuatan mereka....kami maafkan.".

"Ya Allah, jika hari ini masih ada dalam hati kami kebencian terhadap mereka...Ya Allah hari ini kami hilangkan kebencian itu...Ya Allah berikan kpd mereka Khusnul Khatimah".

"Ya Allah dengan kebesaran Mu...dengan ke Agungan Mu, yg jiwa kami berada di tangan Mu... jika selama ini ada jin yg mengganggu kesehatan kami, menggangu kami dg sakit tulang ini...Ya Allah kami mohon keluarkan mereka dari tubuh kami....keluarkan mereka dari tulang kami".

"Wahai Jin yg ada di  tulang kami. Silahkan keluar, dari tubuh kami...keluar dari raga kami...ukhruj ya 'aduwallah".

Kemudian membacakan ayat2 Ruqyah:
1. Alfathihah
2. Al Ikhlash
3. Al Falaq
4. Annas
5. Ayat Kursiy
6. Al Mulk 1-5

Alhamdulillah Ahmad pun reaksi dg muntah2 dahsyat.

Doa tadi kami ulang2...dan Ahmad mengikuti dg penuh penghayatan.

Setelah reaksi muntahnya selesai, ahmad merasakan ada sesuatu yg lepas dari dirinya. Dan Alhamdulillah dia sudah tidak merasakan linu2 lagi.

Dia pun mencoba utk bangkit dan bediri. Seraya mengucapkan " Alhamdulillah" berulang2. Dan diapun bediri serta berjalan kembali seperti sediakala.

Rasa haru dan bahagia terbersit di wajah ahmad dan kawan2nya. Yang ternyata mulai dari awal hingga akhir proses ruqyah ahmad di temani oleh kawan2nya sesama penghafal Qur'an, utk memberikannya dukungan.

Kanker adalah makhluq Allah yg dapat bekerja pada siapa saja. Jika kita meminta kpd Allah agar sel kanker lepas dari diri kita. Maka in syaa Allah dg mudahnya akan di hilangkan semua sakit kanker jenis apapun. Asalkan dalam meminta, kita sungguh2 dan tidak ada satupun yg dapat menahan do'a. Salah satu yg menahan doa adalah sampah di hati kita.

Terakhir saya meminta ahmad utk memeriksakan kembali penyakit kanker tulangnya, ke rumah sakit yg menyatakan dia sakit kanker utk pertama kalinya, agar dapat di ketahui hasil akhirnya.

Bagi ahmad dg dapat berdiri kembali dan dapat berjalan adalah karunia terbesar dari Allah karena dg nikmat itu dia dapat kembali ke masjid utk Sholat dan menghafal Alqur'an lagi. Sungguh sebuah pengharapan yg sangat sederhana sekali.

Alhamdulillah Allah sembuhkan ahmad dg kesembuhan yg sempurna. Seperti sediakala.

Nasihat utk saya peribadi dan kpd saudaraku semua, mari kita melangkahkan kaki kita ke masjid selagi masih bisa. Jika saat kita masih mampu tapi tidak melangkahkan kaki ke masjid, pasti suatu saat kita akan di gotong ke masjid.

Wassalamu'alaikum warahmatullohi wabarakatuh

Ruqyah Tazkiyah Indonesia
Perum Koperindag Blok C.21 Tahap 1, Rt 04/16 Desa Sumberjaya Tambun Selatan Bekasi⁠⁠⁠⁠