Who Amung Us

Sabtu, 10 Juni 2017

SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA. JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN


dari Halaman Facebook Belajar Parenting

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .
Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.
ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,
Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.
Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".
Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".
Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".
Kecipratan sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".
Kapan anaknya bisa?
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar-benar datang?
Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.
Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!
Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.
Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.
Tampaknya sepele sekarang..
Secara apalah salahnya kita bantu anak?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.
Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.
Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.
AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT
Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.
Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar-benar tidak sanggup lagi.
So, izinkanlah anak Anda melewati kesulitan hidup..
Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.
Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika Anda tidak bernafas lagi esok hari?
Bisa-bisa anak Anda ikut mati.
Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.
Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.
Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.
Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri

- Elly Risman -

Kamis, 01 Juni 2017

Postingan Sampah

Selepas kau pergiTinggalah disini kusendiriKumerasakan sesuatuYang tlah hilang didalam hidupku
Dalam lubuk hatimuKu yakin kaupun sebenarnyaTak inginkan lepas darikuTahukah kau kini ku terluka
Bantu aku membencimuKu terlalu mencintaimuDirimu begitu berarti untukku
Kau telah mencintaDan dicintai kekasihmuIni tak adil bagikuHilanglah damba tinggalah hampa
Bantu aku membencimuKu terlalu mencintaimuDirimu begitu berarti untukku
Lupakanku dalam tidurmuYang pernah mencintaimuKau memang tercipta bukanlah untukku
Selepas kau pergiTinggalah disini kusendiriKumerasakan sesuatuYang tlah hilang didalam hidupku
by Laluna

Minggu, 28 Mei 2017

Time Does Fly

https://bukanhoax.com/kajian-tentang-waktu-edisi-tahun-baru/

Mengurus sampah
Wortel, timlo... Antara pedas ataukah tidak
Menarik nafas kuat-kuat, menghembusnya dengan cepat
Kepala ngeper if something stressing you out
Melipat karpet, tikar, bendera
Gulungan charger As*s kembali dalam gulungan (i know it needs effort, not just like usual)
Membuang sisa aqua dari gelasnya dengan colokan jari
Menatap langit yang sedang biru, atau berjingga-lembayung
Helm
Sepatu
Tisu
Mengingatkanku kamu
Aish, menyedihkan
Semua memori itu sangat personal
Berhaga bagiku, entah denganmu
Kubagi saja biar lega
Dan sekarang tiba-tiba sudah sekarang
Tidak pernah ada langkah mengawali
Bahkan dengan rela melepas pergi
Kapanpun, kemanapun, tak berwenang menahan
Sepertinya ada prinsip yang sama-sama kita pegang
Kita saling melindungi dengan ini
Biar kata melukai diri sendiri
Tapi kalau berarti semua tetap terjaga
Maka tak apa
Semoga kita bertemu di surga
Bukan berarti bersama di dunia tidak kuinginkan
Berusaha yakin
Konsistensi pada kebaikan akan mengantar pada takdir baik
Kita belum tahu apa mau-Nya
Aku tak tahu apa kau baik untukku
Maka biar
Toh entahlah...
Aku benar-benar merasa mencintai
Tapi nyatanya aku belum benar-benar tahu
Bagaimana caranya mencintai
mu
Dan yang lebih utama
I have no idea
Apa aku baik untukmu, apa kita baik untuk kita, untuk dunia
Time does fly
Baanyak yang berubah
Ada yang hilang dariku
Ada juga yang muncul sudah beberapa waktu
Penyakit itu
Aku maklum kalau siapapun akan step back
Kau layak bersama dengan yang lebih baik
Aku tak yakin bisa melakukan yang terbaik
Entah itu apa adanya aku, ataupun aku yang mencoba membersamaimu
Best wishes for you
Cukup itu

Selasa, 23 Mei 2017

Memoar Cinta Lidah Buaya

Bersamamu... aku kembali percaya bahwa kita bisa menerapkan semua teori baik yang kita pernah tahu dan pahami keunggulannya. Hanya butuh usaha yang sedikit lebih keras untuk 'mengondisikan' segala sesuatunya. Kalau sudah di tangan kita, niscaya sifat bertanggung jawab yang ada dalam diri setiap kita akan menuntun kita meakukan segalanya dengan baik. Halang rintang pasti ada, tapi kita akan bisa melaluinya. Ohoho, kenapa ya aku tiba-tiba sebegini optimis.

Bertemu denganmu, aku seperti menemukan kembali sosoknya yang dulu rela 'ngojek' berbulan-bulan, yang lantas kemudian tiba-tiba menghilang. Ah, mungkin waktu itu akunya aja yang nggak sadar sinyal-sinyal, padahal barangkali udah dikasih ancang-ancang. Aku ingat dia yang geleng-geleng lihat pakaianku, lalu membongkar penutup kepala yang kupakai, membentuknya ulang dengan lebih baik, lalu lembut memasangkannya kembali di kepalaku. Aku terdiam, tertegun, terpana. Belum pernah ada yang melakukan itu sebelumnya. Rasanya aku begitu disayang dan dikasihi. Kenangan indah itu semoga tak akan terlupakan.

Lalu sekarang,tiba-tiba aku memilikimu.? Agak gimana gitu memikirkannya. Ah, kuceritakan saja kronologi kejadian waktu itu.

Jum'at ba'da dhuhur, aku berangkat ke tempatmu seperti biasanya, namun kali ini agak kemrungsung. Ada misi khusus ngeprint sebelum ke tempatmu, biar sekalian jalan gitu. Sebetulnya waktu saat itu tidak begitu longgar, makanya aku agak buru-buru. Yang buru-buru hatiku, kalau fisik sih biasa aja.

Di pertigaan itu, ada mbah-mbah naik sepeda jengki yang entah kenapa nyebrang tapi gak mulus blas. Otomatis aku ngerem dan berpikir untuk menghindar. Sayang posisinya serba nanggung, nggak di agak kiri, nggak juga di agak kanan. Mbahnya juga nggak jelas arahnya, mau banting kiri apa banting kanan. Remku tidak cukup pakem untuk berhenti tepat waktu. Mbahnya juga entah kenapa malah lurus lempeng tanpa usaha penyelamatan diri. Roda kami bertemu. Kami bertabrakan lembut. Jatuh.

Aku menemukan diriku dalam posisi seperti push up di atas motorku yang terkapar, ada yang menetes dari mesin, membasahi aspal. Mbahnya sempat jatuh juga, tapi langsung bisa berdiri. Sepedanya, duh, roda depan penyok-penyok. Susah payah aku bisa bangun, gemetaran. Motorku kuberdirikan. Posisi masih di tengah jalan. Jalannya sepi, dan memang lagi sepi. Tidak ada orang lain. Kusapa mbahnya, Kuperiksa lagi sekilas keadaan yang bisa kelihatan. Sepertinya tidak apa-apa, cuma roda depan sepedanya itu..

Lalu ada motor datang, aku yang masih gemetar berusaha menepikan motorku supaya mereka bisa lewat. It's ok. Mereka malah merubung. Dan banyak orang lain kemudian ikut merubung, pada kenal mbahnya soalnya. Kami berusaha memperhatikan rasa badan masing-masing, adakah cidera yang muncul. Aku merasakan tidak nyaman di bibir bawah sebelah kiri, telapak tangan, lengan atas, pinggul, paha, dan kaos kakiku bolong. Jempol kakiku rupanya kena juga. Mbahnya bilang nggak apa-apa, hanya paha kanan dalamnya terkena gemuk sepeda. Aku juga bilang nggak apa-apa sambil mengulum bibir bawah, dan terasa ada sesuatu, sepertinya luka. Kulihat di spion, ulala, bibirku nyonyor, kucoba bersihkan sedikit darahnya pakai ujung kerudung (duh, alangkah joroknyaaa).

Omong punya omong, urusan dianggap beres dengan kesimpulan sepeda mbahnya akan diperbaiki dan ongkos bengkelnya akan kuganti. (Syok rasanya ketika empat hari kemudian ibu-ibu gendut anaknya mbah itu datang ke rumah, minta uang 700 ribu buat beli sepeda baru sekenan karena sepeda yang kemarin 'nggak bisa diperbaiki'. Sedangkan Dua hari sebelumnya aku sempat papasan sama mbahnya di rel, beliau naik motor dari arah jombor. Heemmmm) Soal kesehatan, diurus sendiri-sendiri karena sepertinya tidak ada masalah besar.

Aku lanjut datang ke tempatmu tanpa ngeprint lebih dulu. Acara sudah berjalan. Lalu di tengah-tengah jeda, ketika anakmu rewel caper dan yang lain semua diam, aku nyeletuk aja ngisi waktu, bercanda bilang habis tabrakan.

Teman-teman merespon dengan cara masing-masing. Kau spesial. Setelah tahu duduk perkaranya, kau tawarkan mengobatiku. Aku mengiyakan. Kau masuk ke dalam beberapa saat, dan muncul lagi dengan membawa benda-benda istimewa.

...Insyaallah bersambung ke Memoar Cinta Lidah Buaya #2...

Nikmate dodolan iku refreshing


Nikmate dodolan iku refreshing
Melaju bersama Ksatria Legendaris-ku
Bertemu langit luas, awan pohon & persawahan
Dibelai angin, dipeluk rintik gerimis

Menyapa berbalas sapa, silaturahim
Bertemu wajah baru, mengakrabi yang lainnya
Senyum berbalas senyum

Ikhtiar Dia hargai
Rizki semoga terus Dia Tambahi

220117, sore di Jalanan pulang

Jumat, 19 Mei 2017

Menumbuhkan Fitrah Iman Anak

⁠⁠⁠Melewatkan usia emas utk menumbuhkan fitrah iman pada anak itu sungguh menjadikan berat menumbuhkannya di usia setelahnya..

Mengulang proses demi proses dg target usia mungkin seperti kejar tayang. Padahal menumbuhkan itu kudu alami, butuh proses, butuh kesabaran dll. Tidak sekedar membiasakan utk sholat, tapi menumbuhkan ghiroh iman dr dlm hati anak2 kita.

Bagi anak2 yg di usia di atas 10 th mendengar adzan masih harus dikejar2 sholatnya sm ortu, yg msh hrs diingatkan ortunya ini pertanda bahwa fitrah imannya tercederai dan tidak ditumbuhkan di masa emas 0-6 th.

Bagi anak2 yg dulunya ke masjid rajin, namun ketika dewasa dengar adzan menunda2.. mungkin fitrah imannya tercederai (self reminder iki).

Jadi sungguh mari maksimalkan usia 0-6 th ini..
Ada bbrp cara menumbuhkan fitrah imannya (syaratnya cuma 1 : berikan imaji positif pd anak ttg Robbnya, ttg rasulnya, ttg Din-nya) :

1. Ketika dengar adzan, tampakkan wajah sumringah, so surprise, bahwa adzan adl hal yg sangat kita tunggu2, kita sampaikan pada anak, "alhamdulillah...adzan..ayoo..siapa mau sholat bareng ayah or bunda...".
Jika perlu, peluk anak..yuk kita kumpul di surga, dg sholat tepat waktu.

Jangan ketika adzan terdengar, wajah kesal, wajah jengkel dan berkeluh..waduh adzan.

2. Ketika bersedekah pd fakir miskin, tunjukkan lagi wajah sumringah, bukan wajah terpaksa..hehehe..

3. Banyak2 sebut kehebatan Allah, bahwa "alhamdulillah, rizqi  Allah utk adik or kakak, Allah berikan sepeda ini". Atau Allah hebat ya.. menciptakan pelangi, bulan, bintang.

4. Bacakan kisah2 dr Al-Qur'an. Tentang pertemuan 2 laut yg tidak bercampur, menunjukkan kuasa Allah. Ttg kisah ashabul kahfi, ttg kisah gunung2 berjalan dll.
Sampaikan bahwa Allah sampaikan kisah itu semua di dlm Al-Qur'an.

5. Jangan matikan ghiroh iman mereka dg kata2 kita. Ketika anak2 sudah ingin ke masjid, jangan di tengah jalan kita katakan, "nak, gelap sekali di luar, kita di rumah saja ya, takut". Atau bahkan malah ditakut2i...

6. Ortu adalah teladan bagi anak2. Berikan keteladanan dg sholat tepat waktu, dekat dengan Al-Qur'an, amal2  sholih lainnya.
Ketika perjalanan dengar adzan, hayuuk berhenti sebentar dan sholat.

7. Menginapkan anak pada keluarga sholih. Bukan pondok pesantren ya yg dimaksud. Tp keluarga siapa yg kita ortu hatinya bergetar melihat kesholihahnya, disitu kita bisa titip bbrp hari..

Hal2 diatas dr kisah2  selama ini didengar dr para pelaku HE, yg akhirnya jadi referensi bagi sy utk anak kedua yg saat ini usia 2 th, dan  utk si sulung 6 th yg dulu sy masih fakir ilmu..

Dan lain sebagainya...
Mungkin ayah bunda semua punya tips menumbuhkan fitrah iman anak...
Ayoo sharing disini...

Bunda Esa
#FBE
#fitrahiman
#selfreminder

Dari WA, 040517

Mewujudkan Generasi Mulia

Pergerakan wanita dalam mewujudkan generasi mulia

Oleh Farhat Naik
Aryaduta Hotel Makassar
10 April 2017

Kita semua wanita tentunya mau punya anak,
tapi anak seperti apa ? Dan kualitas anak spti apa ?
Hal-hal yg diprioritaskan pada masa sekarang, antara lain :
- memiliki kualitas hati dan pikiran yg benar sbg muslimah
- menjadi muslimah yang kuat, bukan hanya ilmu iptek melainkan juga Al Quran dan Sunnah

Banyak orang tua sukses sbg profesional (dokter, profesor, astronot, pengacara dll) tetapi ada jg diantara mereka yg tidak sukses menjadi ayah dan ibu yang baik. Untuk mencetak generasi yang mulia maka dibutuhkan :

1. Kualitas muslimah yg kuat

Kuatkan iman, maka seluruh generasi akan menjadi generasi yg sukses. Apa visi kita ? Pada 20, 30, 50 thn kedepan. Kita mau dikelilingi anak seperti apa dan orang spt apa ? Dan apa tujuan hidup kita?

Sebagai contoh, jika ibunya sibuk dg Al Quran dan Sunnah maka anaknya akan ikut sibuk pula dg Alquran dan sunnahnya. Begitu pula, jika ibunya sibuk dg whatsapp, chit chat, medsos, menonton film/drama/sinetron; maka begitu pula anaknya.

Pikirkanlah, apa yg ingin anda berikan pada ummat?

2. Mencintai Allah Subhana wa ta'ala

Jika iman telah kuat, maka kita akan semakin mencintai Allah. Dengan mangajari anak kita mencintai Allah, maka dalam darahnya akan mengalir cinta kepada Allah sedari kecil.  Dengan demikian kelak anak2 kita tidak akan melakukan hal2 yg dibenci Allah, karena telah tertanam kuat rasa cinta didalam hatinya.

3. Kembali pada Al Quran dan Sunnah

Dengan mendekat pada Al Quran maka kita bisa menjadi generasi terbaik. Sebagaimana firman Allah,

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik" (Qs Ali Imran 110).

Setiap diri kita adalah pemimpin di rumah-rumah kita. Maka jika kita tidak membuat rencana bagi diri kita, maka orang lain yg membuatnya. Jika kita tidak mengubah (memperbaiki) iman kita, maka org lain yg akan mengubahnya.

Kita membutuhkan generasi yg kembali pada Al Quran dan Sunnah. Menjadi ibu adalah pekerjaan yg sangat penuh akan tanggung jawab dalam mewujudkan generasi mulia. Dan hanya Al Quran dan sunnah lah sumber petunjuk terbaik utk kehidupan.

4. Memahami Sirah Nabi Muhammad Shallallahualaihi wasallam

Ajarkan anak kita Sirah Nabawiyah. Berikan edukasi nilai-nilai kehidupan Rasulullah Shallallahualaihi wasallam, dengan ini kita akan mengasuh anak kita jauh dari style glamor (mewah) para artis/penyanyi yg tidak memberikan contoh yg baik.

Dan Nabi Muhammad Shallallahualaihi wasallam adalah suri teladan tertinggi terbaik yg ada di muka bumi.

Jangan ikuti kaum kafir! Jangan mengidolakan kaum kafir, apalagi mengikuti gaya hidup mereka.

5. Mempelajari kehidupan Sahabiyah

Kenalkan anak kita pada karakter sifat para sahabat Abu Bakar Ra., Umar bin Khattab Ra., Usman bin Affan Ra., dan Ali bin Abi Tholib Ra. Serta istri-istri Rasulullah Shallallahualaihi wasallam, khadijah, aisyah, hafsha, ummu salamah, shofiyyah dll. Jadikan mereka sebagai khazanah mengajarkan nilai-nilai islami.

6. Fokus pada tujuan

Hidup tidak hanya sekedar makan, minum, tidur, bekerja. Kita harus punya tujuan akhir, dan fokus mengarahkan anak-anak kita. Jika kita tidak fokus maka kita menyia-nyiakan waktu.

Seperti kisah perawi hadist ternama, Bukhori. Beliau terlahir buta dan dibesarkan oleh ibunya seorang diri. Dan ibunya memiliki tujuan hidup, supaya anaknya mjd pemimpin besar. Walaupun buta, ibunya selalu mengajarkan mengenai hadits2 dan ibunya tdk putus harapan selalu meminta hal tsb kpd Allah dan beliau meminta anaknya diberi penglihatan.

Suatu hari anaknya dpt melihat dan saat ini imam bukhari hadits shohihnya tercatat ribuan dan ada 50% hadits beliau pelajari wkt berumur 5 thn. Berkat tujuan hidup yg fokus dari Ibundanya, kini Bukhori dikenang sepanjang masa.

Sebagaimana imam syafi, imam ahmad bin hambal dll. Keempat imam ini dibesarkan oleh single mother yg disiplin (baik single parents atau ibu yg ditinggal suaminya berjihad). Kunci suksesnya yaitu ibunya memiliki tujuan hidup dan DISIPLIN.

Bila sang ibu fokus, maka akan menghasilkan anak yang fokus pula, yaitu fokus pada visi misi dan tujuan hidup.

7. Hubungan keluarga yg baik dan kuat

Rumah tangga yg harmonis adalah hadiah terbaik yang bisa anda berikan bagi anak-anak anda. Darimana anda bisa memulai mendidik anak anda?

Dimulai dari anda memilih calon istri anda. Wanita dipilih karena kecantikan, keturunan, harta dan yang paling baik adalah yg kuat agamanya.

Dan bagaimana wanita memilih lelaki?
Carilah laki-laki yang bertaqwa.
Taqwa nilainya = 1, bila bertaqwa dan tampan nilainya = 10, bila bertaqwa, tampan dan keturunannya baik nilainya = 100, dan bila bertaqwa, tampan, keturunan baik, dan milyuner maka nilainya = 1000.

Lalu bagaimana jika tidak bertaqwa tetapi tampan, keturunan ningrat dan milyuner??
Maka nilainya -1000. Selamat menikmati..😐

Seperti contoh, Firaun yang memiliki segalanya kecuali satu, yaitu keimanan. Maka istrinya Asiyah lebih memilih untuk bersama Allah Di surga. Demi menjaga tauhidnya terhadap islam.

8. Cinta Ibu/Motherhood

Berapa lama anda di training menjadi ibu? Ibu adalah pekerjaan paling mulia yg tidak membutuhkan training (pelatihan). Namun anda harus tau, bagaimana untuk menjadi ibu/istri yang baik.

Yang paling utama adalah mempelajari Al Quran. Wanita adalah bagaikan mesin tercanggih, maka pelajari petunjuk penggunaannya. Dan Al Quran adalah satu2nya buku petunjuk untuk mencetak generasi yang mulia. Maka pelajari petunjuknya agar dapat menggunakan mesinnya dg baik dan benar.

Sebagaimana anda memiliki gadget yang canggih tetapi bila anda tidak tau bagaimana menggunakannya sesuai petunjuk, maka apalah gunanya??

Pelajarilah Al Quran dg akal (hati) yg serius dan benar, karena kita akan mencetak generasi penerus. Dan tak lupa berdoa "Rabbana hablana min azwajina wa dzuriyatina qurrota'ayyun waj'alna lil muttaqina imamaa".

9. Sekolah islami
Jika kalian sibuk tdk punya wkt yang banyak, maka
masukkan anak2 ke sekolah islam. Namun, beri hak pada anakmu 15 smpai 20 mnt yang berkualitas setiap hari untuk memantau pemahannya dari sekolah mengenai islam.

Jika anda memiliki TV dirumah, pastikan anda hanya memiliki channel TV Islami. Karena TV itu pembodohan bagi anak2 krn dia tdk mengajak anak berinteraksi, tp TV memasukkan banyak hal di kepala anak tanpa diskusi.

Jadikan waktu dirumah utk bermain dan berdiskusi dgnya, jangan tinggalkan anak dg TV/Hp/tablet.
Anda tau Steve jobs ?
Dia yg menciptakan Iphone/Ipad, namun dia tidak memberikan anaknya Iphone/Ipad. Karena dia tau hal itu buruk bagi anak-anak. Dan Steve jobs, baru memberikan anak2nya gadget setelah berumur 17th. Disaat anak2nya sudah bisa menyaring yg baik dan buruk.

10. Doa Ibu

Doakan anak kita kebaikan, kapanpun, bahkan disaat kita marah. Seperti Imam besar Masjidil Haram, saat kecil ia sangat nakal, namun Ibundanya selalu mendoakan semoga kelak ia menjadi imam dimasjidil haram. Dan Allah mengabulkannya.

11. Terhubung dengan Allah Subhanawata'ala

Hanya menyembah dan mencintai Allah. Cintai dg hati yg tulus. Jika kita mencintai yg Allah benci, maka kita harus membersihkannya dr hati kita. Sebagaimana Firman Allah,

Katakanlah: "jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (Qs. At Taubah : 24).

Jika anda mencintai uang, pakaian bermerk, perhiasan dan kehidupan mewah maka anda akan menjadi budak dunia.

Namun jika anda menginginkan kebebasan (freedom) dari perbudakan dunia, maka cintailah Allah sepenuh hatimu.

semoga bermanfaat
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤⁠⁠⁠⁠

Dari WA, 24042017