MENGIKAT HATI ANAK (TIPS BAGI ORANGTUA)
by : bendri jaisyurrahman (twitter :@ajobendri)
1| Salah satu tugas pengasuhan adalah membuat ikatan emosi yg kuat antara ortu dengan anak yg dikenal dgn istilah emotional bonding
2| Ikatan emosi atau batin ini berpengaruh bagi anak dalam menjalani masa2 sulit semasa hidup sekalipun tak ada ortu di sisi
3| Tak selamanya ortu mendampingi hidup anak. Sebab ortu bukan rexona yg setia berada setiap saat :D. Anak harus tumbuh mandiri dgn potensinya. Emotional bonding menjadi pengingat
4| Setidaknya ada beberapa masa kehidupan dalam diri anak dimana ia alami krisis : pra sekolah, pra puber, pubertas, pra nikah dan nikah
5| Di masa-masa tersebutlah ia butuh bimbingan dan arahan. Maka meski tak ada ortu di sisi, nasehat2 dan teladan ortu tetap dijaga selama ada bonding
6| Hal ini lah yg dialami oleh Nabi Yusuf muda saat terpesona dgn kecantikan zulaikha dan diajak berbuat mesum. Ia punya hasrat
7| Hasratnya hampir saja menjerumuskannya seandainya Allah tak berikan 'pertanda'. Seperti yg terdapat dalam surat Yusuf:24. Sila dibaca
8| 'Pertanda' yg dimaksud adalah nasehat ayahnya yg tiba2 muncul saat ia hampir saja terpedaya oleh nafsunya. Ini kata ibnu katsir
9| Bayangkan! Nabi yusuf yg terpisah jauh oleh ayahnya, terjaga diri dari bujukan setan. Tak jadi berbuat zina. Tersebab bonding
10| Itu pula yg dharapkan dari anak kita. Jauh terpisah namun menjaga kehormatan keluarga karena nasehat indah ortu yg tertanam dalam jiwa
11| Saat krisis jiwa melanda, tak kemana-mana cari solusi. Yakin ada ortu yang siap membantu cari jalan keluar. Percaya sepenuhnya
12| Seorang wanita yg sedang konflik dgn suaminya, akan curhat ke ayahnya. Bukan ke lelaki lain. Rumah tangga terselamatkan. Sebab ada father bonding
13| Anak yg tak punya father and mother bonding maka tak percaya dgn ortunya. Lebih dengar kata temannya sekalipun buruk. Ini disebut parent distrust
14| Bagaimana menciptakan emotional bonding dgn anak? Usia dini jangan diabaikan. Bermula dari bayi dalam kandungan. Ayah-bunda terlibat bersama dalam pengasuhan
15| Saat bayi dalam kandungan, jadikan suara ayah-bunda nya yg lebih banyak didengar. Ajak ia bicara sambil mengusap perut bunda
16| Saat anak lahir, sambutlah anak dalam pelukan yg hangat. Hadapkan wajah kita ke hadapannya. agar perlahan di scan dalam memorinya
17| Usia 0-2 tahun adalah fase pengikatan. Disinilah fase dimana ayah-bunda harus jadi aktor utama dalam pengasuhan. Bukan yg lain
18| Di fase inilah Allah perintahkan ibu untuk memberinya ASI. Yg bukan sekedar susunya, namun juga belaian dan sentuhan yg dibutuhkan anak
19| Betapa banyak ibu yg menitipkan ASI nya pada botol. Tak memberinya langsung dari putingnya. Sehingga anak badannya sehat namun jiwanya kosong
20| Fase ini juga seorang ayah harus banyak terlibat mengasuh. Luangkan waktu tuk ganti pampers, gendong anak sambil cerita
21| Dalam usia 0-2 tahun jangan terburu-buru kenalkan anak pada media meskipun isinya bagus. Sebab, bonding belum terikat sepenuhnya
22| Jika ingin ajarkan anak tentang quran, jangan dari CD atau kaset. Akan lebih elok jika ortunya yg menyuarakannya sekalipun belum fasih. Agar tercipta bonding
23| Sekalipun ada pengasuh lain, peran mereka hanya membantu. Bukan tokoh sentral. Agar bonding yg terjalin bukan kepada mereka namun kepada ortunya
24| Keluarkan segala energi: suara, bahasa tubuh, dan ekspresi muka agar terekam kuat dalam memori anak. Inilah yg menjadi dasar munculnya bonding
25| Bagaimana jika anak sudah melewati usia 2 th sementara kita terlambat melakukan upaya bonding ? Simak terus ya.
26| Jika anak sudah melewati usia 2 th, bisakah kita ciptakan bonding dengannya? Masih sangat bisa. Asal kita bisa membaca golden moment
27| Golden moment ini adalah situasi dimana anak benar2 butuh hadirnya kita. Bisa tanpa sengaja atau juga kita rekayasa
28| Golden moment yg dmaksud ada dua : yakni saat anak sedih dan saat anak unjuk prestasi. Hadirlah dengan sungguh-sungguh di dua waktu ini
29| Saat anak sedih, ia butuh sandaran jiwa. Butuh ada yg memeluk dan dengarkan curhatnya. Hadirlah segera. Jangan sampai orang lain yg ambil
30| Tak pekanya ortu saat anak sedih malah buat bonding yg dibuat makin rapuh. Kepercayaan menurun. Anak lari kepada sosok lain
31| Dan hadirlah saat anak unjuk prestasi : baca puisi di sekolah, ambil raport, menari, dan sejenisnya. Ini adalah persembahan untuk ortu dari mereka
32| Saat unjuk prestasi, yg anak butuhkan adalah tepuk tangan dan apresiasi ortunya. Jika ortu tak hadir, rusaklah kepercayaan anak
33| Kehadiran ortu dalam kegiatan mereka adalah pengakuan eksistensi anak. Ortu yg cerdas, akan paksakan diri tuk hadir. Agar tercipta emotional bonding
34| Semoga kita bisa menjadi ortu yg mampu jalin emotional bonding dangan anak kita. Agar anak terdampingi selamanya meski kita tiada.
35| Silahkan share jika ada guna. Salam bahagia (bendri jaisyurrahman)
Who Amung Us
Kamis, 20 April 2017
Kamis, 13 April 2017
Judulin Apa, Ya?
Orang yang mau disuruh apa saja itu bisa berarti dia tulus, polos, atau tendensius.
Kalo orang yang tadinya seperti itu lantas mulai pilih-pilih, bisa jadi ada sesuatu sedang terjadi.
Kalo orang sejak awal sukanya emang pilih-pilih, hati-hati. Perhatikan baik-baik, ada apanya.
Belajarlah cerdas dari pengalaman. Agar tidak jatuh di lubang yang sama lagi.
"Tangan yang bersedia kehitam-hitaman demi tanaman yang menghijau."
Am I?
Kalo orang yang tadinya seperti itu lantas mulai pilih-pilih, bisa jadi ada sesuatu sedang terjadi.
Kalo orang sejak awal sukanya emang pilih-pilih, hati-hati. Perhatikan baik-baik, ada apanya.
Belajarlah cerdas dari pengalaman. Agar tidak jatuh di lubang yang sama lagi.
"Tangan yang bersedia kehitam-hitaman demi tanaman yang menghijau."
Am I?
Selasa, 11 April 2017
Bukan Cinta Biasa
Begitu banyak cerita
Ada suka ada duka
Cinta yang ingin ku tulis
Bukanlah cinta biasa
Dua keyakinan beda
Masalah pun tak sama
Ku tak ingin dia ragu
Mengapa mereka selalu bertanya
Cintaku bukan diatas kertas
Cintaku getaran yang sama
Tak perlu dipaksa
Tak perlu dicari
Karena ku yakin ada jawabnya
Andai ku bisa merubah semua
Hingga tiada orang terluka
Tapi tak mungkin
Ku tak berdaya
Hanya yakin menunggu jawab-Nya
Janji terikat setia
Masa merubah segala
Mungkin dia kan berlalu
Ku tak mau mereka tertawa
Diriku hanya insan biasa
Miliki naluri yang sama
Tak ingin berpaling
Tak ingin berganti
Jiwa ku sering saja berkata
Andai ku mampu ulang semula
Ku pasti tiada yang curiga
Kasih kan hadir tiada terduga
Hanya yakin menunggu jawab-Nya
Cintaku bukan diatas kertas
Cintaku getaran yang sama
Tak perlu dipaksa
Tak perlu dicari
Karena kuyakin ada jawabnya oh…
Andai ku bisa merubah semua
Hingga tiada orang terluka
Tapi tak mungkin
Ku tak berdaya
Hanya yakin menunggu jawab-Nya
(Siti Nurhaliza)
Ada suka ada duka
Cinta yang ingin ku tulis
Bukanlah cinta biasa
Dua keyakinan beda
Masalah pun tak sama
Ku tak ingin dia ragu
Mengapa mereka selalu bertanya
Cintaku bukan diatas kertas
Cintaku getaran yang sama
Tak perlu dipaksa
Tak perlu dicari
Karena ku yakin ada jawabnya
Andai ku bisa merubah semua
Hingga tiada orang terluka
Tapi tak mungkin
Ku tak berdaya
Hanya yakin menunggu jawab-Nya
Janji terikat setia
Masa merubah segala
Mungkin dia kan berlalu
Ku tak mau mereka tertawa
Diriku hanya insan biasa
Miliki naluri yang sama
Tak ingin berpaling
Tak ingin berganti
Jiwa ku sering saja berkata
Andai ku mampu ulang semula
Ku pasti tiada yang curiga
Kasih kan hadir tiada terduga
Hanya yakin menunggu jawab-Nya
Cintaku bukan diatas kertas
Cintaku getaran yang sama
Tak perlu dipaksa
Tak perlu dicari
Karena kuyakin ada jawabnya oh…
Andai ku bisa merubah semua
Hingga tiada orang terluka
Tapi tak mungkin
Ku tak berdaya
Hanya yakin menunggu jawab-Nya
Diriku hanya insan biasa
Miliki naluri yang sama
Tak ingin berpaling
Tak ingin berganti
Jiwa ku sering saja berkata
Andai ku mampu ulang semula
Ku pasti tiada yang curiga
Kasih kan hadir tiada terduga
Hanya yakin menunggu jawab-Nya
(Siti Nurhaliza)
Sabtu, 08 April 2017
Menahan vs Menyampaikan
Tuhanku, ampuni buruknya akhlakku siang tadi. Aku belum berhasil menahan diri,
Tadi kesempatan pertama ketika aku seharusnya bisa menerapkan apa yang dulu pernah dipesankan Suster Berlian di Duren Sawit: setinggi apapun ilmu, aku harus belajar menahan diri ketika menyampaikannya di forum.. Kalau aku mau menyehatkan pergaulanku.
Terimakasih atas banyak pemahaman baru yang Kau tambahkan untukku hari ini. Aku sudah melukai banyak hati di Hawariy, melukai bu umi, juga mencengangkan serta (mungkin) menciptakan jarak dengan teman-teman baru.
Setia pada prinsip, kini belajar tentang itu. Buat apa punya teman banyak kalau hanya soal ikatan rasa, tanpa ada upaya mengajak pada kebaikan dan kebenaran?
Sampaikan kebenaran walau satu ayat, kan?
Orang-orang besar, bukankah banyak yang sendirian juga? Kesepian? Terasing... Tapi tetap teguh pada kebenaran. Tidak membiarkan..
Namun sebuah kebenaran pun harus disampaikan dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang menyakitkan. Setidaknya aku harus lebih banyak belajar cara menyampaikan. Wong selembut apapun kebenaran itu disampaikan, tetap membuka kemungkinan munculnya luka..
030916, sepulang dari Karangwuni
Tadi kesempatan pertama ketika aku seharusnya bisa menerapkan apa yang dulu pernah dipesankan Suster Berlian di Duren Sawit: setinggi apapun ilmu, aku harus belajar menahan diri ketika menyampaikannya di forum.. Kalau aku mau menyehatkan pergaulanku.
Terimakasih atas banyak pemahaman baru yang Kau tambahkan untukku hari ini. Aku sudah melukai banyak hati di Hawariy, melukai bu umi, juga mencengangkan serta (mungkin) menciptakan jarak dengan teman-teman baru.
Setia pada prinsip, kini belajar tentang itu. Buat apa punya teman banyak kalau hanya soal ikatan rasa, tanpa ada upaya mengajak pada kebaikan dan kebenaran?
Sampaikan kebenaran walau satu ayat, kan?
Orang-orang besar, bukankah banyak yang sendirian juga? Kesepian? Terasing... Tapi tetap teguh pada kebenaran. Tidak membiarkan..
"Kalau aku diam dan engkau juga diam, lalu kapan mereka yang tidak tahu, mengetahui kebenaran?"
Namun sebuah kebenaran pun harus disampaikan dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang menyakitkan. Setidaknya aku harus lebih banyak belajar cara menyampaikan. Wong selembut apapun kebenaran itu disampaikan, tetap membuka kemungkinan munculnya luka..
030916, sepulang dari Karangwuni
Sabtu, 11 Maret 2017
Rindu
“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?
Apalah arti cinta, ketika menangis terluka atas perasaan yg seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yg seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja”
Rindu- Tere Liye
Cover Belakang
☺😹😹
Indah kan yah? Walaupun lagi gak merindukan siapa-siapa, entah kenapa setiap baca cuplikan itu bikin hati bergetar. (Ini salah eL yang pinjem buku temannya gak dibalik-balikin dari sejak liburan semester kemarin. Bukunya tiap hari teronggok dimana-mana, sementara ini mata kok ya liat aja. Hmm.)
Bener sih apa yang dia bilang.. Diri kami ini bukanlah milik kami.. Antara kehilangan dan menemukan, entah mana yang menyenangkan dan mana yang menyedihkan. Cinta? Ah sudahlah.. Dan antara rindu atau melupakan..
Nothing I can do
Hffffh
Tuh kan, jadi baper.
Ah, lama-lama semakin nggak mutu ih tulisanku.
Cover Belakang
☺😹😹
Indah kan yah? Walaupun lagi gak merindukan siapa-siapa, entah kenapa setiap baca cuplikan itu bikin hati bergetar. (Ini salah eL yang pinjem buku temannya gak dibalik-balikin dari sejak liburan semester kemarin. Bukunya tiap hari teronggok dimana-mana, sementara ini mata kok ya liat aja. Hmm.)
Bener sih apa yang dia bilang.. Diri kami ini bukanlah milik kami.. Antara kehilangan dan menemukan, entah mana yang menyenangkan dan mana yang menyedihkan. Cinta? Ah sudahlah.. Dan antara rindu atau melupakan..
Nothing I can do
Hffffh
Tuh kan, jadi baper.
Ah, lama-lama semakin nggak mutu ih tulisanku.
Minggu, 05 Maret 2017
Berpuisi
Betapa aku ingin kau ada di sini
Melihat setiap lara yang aku rasa
Untuk setiap air mata
Betapa aku ingin kau ada di sini
Mendengar setiap indah yang aku rasa
Demi senyum tawa kita bersama
Betapa aku ingin kau bersamaku di sini
Atau aku bersamamu di sana
Menyimak setiap kisah antara kita
Sepenuh hati
Betapa aku ingin kita bersama
Menjalani hari-hari
Menyibak tabir takdir
Membereskan setiap persoalan yang pernah dan akan ada
Dan menyelesaikan hari dengan seulas senyum atau setitik air mata bahagia
Betapa ingin aku bisa menginderamu
Tanpa malu
Karena kau temanku dan aku temanmu
Selamanya
Melihat setiap lara yang aku rasa
Untuk setiap air mata
Betapa aku ingin kau ada di sini
Mendengar setiap indah yang aku rasa
Demi senyum tawa kita bersama
Betapa aku ingin kau bersamaku di sini
Atau aku bersamamu di sana
Menyimak setiap kisah antara kita
Sepenuh hati
Betapa aku ingin kita bersama
Menjalani hari-hari
Menyibak tabir takdir
Membereskan setiap persoalan yang pernah dan akan ada
Dan menyelesaikan hari dengan seulas senyum atau setitik air mata bahagia
Betapa ingin aku bisa menginderamu
Tanpa malu
Karena kau temanku dan aku temanmu
Selamanya
Rabu, 02 November 2016
Film Sudirman
Film apa yang terakhir aku tonton? Sudirman. Udah lama, sih, jarang nonton emang.
Kenapa aku menontonnya? Penasaran tentu saja. Jenderal Sudirman adalah salah satu tokoh idolaku. Aku ingin tahu cerita lebih lengkap dari sudut pandang yang berbeda.
Masih ingat soundtracknya? Sedikit. "Tentaraa jiwa Sudirman, ..., Dalam sakiit tetap berjuang!"
Adegan paling menarik? Waktu rombongan tentara Sudirman pergokan sama tentara Indonesia di hutan, saling curiga, sampai akhirnya sekedup dibuka dan ternyata berisi Jenderal mereka. Adegan setelah itu paling indah :)
Hikmah paling berkesan? Kelihaian. Saat terdesak gara-gara pengkhianatan, dengan segera para tentara yang tengah berlindung di rumah warga itu akting seperti sedang yasinan. Dan ketegasan, betapa si pengkhianat langsung di-dor di tempat. Ahai!
Apa yang paling aku sukai dari film itu? Radionya. Tuh, sekelas Jenderal aja dalam situasi revolusi fisik ternyata sedemikian memperhatikan radio. Sebab justru radiolah salah satu senjata terkuatnya, pemersatu semangat bangsa.
Kepingiiin sekali cerita sama anak-anak. Buat Mbak Rara yang hebat, Mas Rizki yang tahu diri, Mas Rafa yang penyayang binatang, Mas Rafi yang penurut, Mas Radin yang diam-diam cerdas, Mas Kevin yang disiplin, Mbak Michelle yang hormat kepada guru, Mbak Lita yang penyayang, Mbak Greya yang gigih, Mas Faiz yang disiplin dan tangguh, Mas Aldi yang kuat, Mas Hafiz yang peduli, Mbak Hanifah yang jujur, Mbak Inas yang terampil, Mbak Azka yang kreatif, Mas Mandala yang bertanggung jawab, Mas Irfan yang pintar, Mas Sahid yang setia, dan Mbak Milena yang selalu lebih baik... aduh masih kurang satu lagi aku lupa namanya Mbak siapa yang suka pakai kerudung pink senyumnya lebar. Ah, iya... "Mbak April," kata Mbak Rara. Mbak April yang bertanggung jawab.
Maaf Us Ridho tidak bisa lama mendampingi proses belajar kalian. Namun percayalah, kalian akan terus bertemu dengan guru-guru terbaik di sepanjang hidup kalian. Semoga sehat selalu. Selamat tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak sholih yang perannya dinanti untuk kebaikan negeri ini.
Us Rara, titip salam buat anak-anak.. Tolong sampaikan ya Us, aku belum sempat bilang kalau cacing itu bisa cari makan sendiri, gak perlu repot-repot dicarikan daun yang coklat dan sudah empuk buat mereka makan :) itu namanya humus, aku juga lupa bilang :)
Kenapa aku menontonnya? Penasaran tentu saja. Jenderal Sudirman adalah salah satu tokoh idolaku. Aku ingin tahu cerita lebih lengkap dari sudut pandang yang berbeda.
Masih ingat soundtracknya? Sedikit. "Tentaraa jiwa Sudirman, ..., Dalam sakiit tetap berjuang!"
Adegan paling menarik? Waktu rombongan tentara Sudirman pergokan sama tentara Indonesia di hutan, saling curiga, sampai akhirnya sekedup dibuka dan ternyata berisi Jenderal mereka. Adegan setelah itu paling indah :)
Hikmah paling berkesan? Kelihaian. Saat terdesak gara-gara pengkhianatan, dengan segera para tentara yang tengah berlindung di rumah warga itu akting seperti sedang yasinan. Dan ketegasan, betapa si pengkhianat langsung di-dor di tempat. Ahai!
Apa yang paling aku sukai dari film itu? Radionya. Tuh, sekelas Jenderal aja dalam situasi revolusi fisik ternyata sedemikian memperhatikan radio. Sebab justru radiolah salah satu senjata terkuatnya, pemersatu semangat bangsa.
Kepingiiin sekali cerita sama anak-anak. Buat Mbak Rara yang hebat, Mas Rizki yang tahu diri, Mas Rafa yang penyayang binatang, Mas Rafi yang penurut, Mas Radin yang diam-diam cerdas, Mas Kevin yang disiplin, Mbak Michelle yang hormat kepada guru, Mbak Lita yang penyayang, Mbak Greya yang gigih, Mas Faiz yang disiplin dan tangguh, Mas Aldi yang kuat, Mas Hafiz yang peduli, Mbak Hanifah yang jujur, Mbak Inas yang terampil, Mbak Azka yang kreatif, Mas Mandala yang bertanggung jawab, Mas Irfan yang pintar, Mas Sahid yang setia, dan Mbak Milena yang selalu lebih baik... aduh masih kurang satu lagi aku lupa namanya Mbak siapa yang suka pakai kerudung pink senyumnya lebar. Ah, iya... "Mbak April," kata Mbak Rara. Mbak April yang bertanggung jawab.
Maaf Us Ridho tidak bisa lama mendampingi proses belajar kalian. Namun percayalah, kalian akan terus bertemu dengan guru-guru terbaik di sepanjang hidup kalian. Semoga sehat selalu. Selamat tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak sholih yang perannya dinanti untuk kebaikan negeri ini.
Us Rara, titip salam buat anak-anak.. Tolong sampaikan ya Us, aku belum sempat bilang kalau cacing itu bisa cari makan sendiri, gak perlu repot-repot dicarikan daun yang coklat dan sudah empuk buat mereka makan :) itu namanya humus, aku juga lupa bilang :)
Langganan:
Postingan (Atom)