Who Amung Us

Selasa, 05 November 2013

lirik-lirik bikin nyess

kita selamanya


eiyo... it's not the end, it's just beginning

titz:
ok... detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario... eyo... baru mulai diusung
lembaran kertas barupun terbuka
tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
memori crita cinta aku, dia dan kamu

santoz:
saat dia (dia) dia masuki alam pikiran
ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
cinta masa sekolah yang pernah terjadi
dat was the moment a part of sweet memory
kita membumi, melangkah berdua
kita ciptakan hangat sebuah cerita
mulai dewasa, cemburu dan bungah
finally now, its our time to make a history

reff:
bergegaslah, kawan... tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat... kita untuk slamanya!

satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan

lezz:
saat duka bersama, tawa bersama
berpacu dalam prestasi... (huh) hal yang biasa
satu persatu memori terekam
didalam api semangat yang tak mudah padam
kuyakin kau pasti sama dengan diriku
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
kawan... kau tahu, kawan... kau tahu kan?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan

back to reff:

bridge:
bergegaslah, kawan... tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan dan saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat...

back to reff:

================

Maher Zain – Thank You Allah

I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday
Further and further away from you
Ooooo Allah, you brought me home
I thank You with every breath I take.

Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.

I never thought about
All the things you have given to me
I never thanked you once
I was too proud to see the truth
And prostrate to you
Until I took the first step
And thats when you opened the doors for me
Now Allah, I realized what I was missing
By being far from you.

Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.

Allah, I wanna thank You
I wanna thank you for all the things that youve done
Youve done for me through all my years Ive been lost
You guided me from all the ways that were wrong
And did you give me hope

O Allah, I wanna thank you
I wanna thank You for all the things that youve done
Youve done for me through all my years Ive been lost
You guided me from all the ways that were wrong
I wanna thank You for bringing me home

Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.

=============
bintang hidupku-ipang


Aku slalu bernyanyi
Lagu yang engkau ciptakan
Kau nyanyikan
Dan aku slalu ikuti
Semua cerita tentangmu
Hari-harimu

Kau... Jadi inspirasiku
Smangat hidup
Dikala aku sedih
Dikala aku senang
Disaat sendiri dan kesepian
Kau bintang di hatiku

Apapun yang kau lakukan
Baik dan buruk bagiku
Tetap indah
Tak satupun alasan
Untuk melupakanmu
Meninggalkanmu

Aku slalu
Berdiri mendukungmu
Dikala engkau terbang
Dikala engkau jatuh
Sampai mati
Ku kan tetap setia

Aku slalu
Berdiri di blakangmu
Di kala kau dipuja
Di kala kau dihina
Sampai mati
Ku kan tetap membela

Kau tetap bintangku
Kau superstarku

Kamis, 10 Oktober 2013

NGOMPOL?

Anak yang sering ngompol (padahal sudah besar), biasanya bermasalah.. punya masalah yang tidak selesai.
Dan, berdasarkan pengalaman dari banyak pihak, masalah paling besar biasanya terletak pada orang tua, makanya si anak tidak  pernah bisa menyelesaikan masalahnya.

#Let's see, apakah aku salah?


Maka sebelum marah-marah sama anak, coba tenang dulu, lebih dahulu koreksilah masing-masing dari dirimu.
Dimana masalah utamanya?

Karena kemarahanmu belum tentu akan membantu menyelesaikan masalah yang dia tanggung. 
Seringnya, anak bermasalah itu hanya KORBAN dari orang tua yang lebih bermasalah.

Masukan Usaha #1

Fenomena "gula wates". Menurutku, yang pertama, ini efek dari keberanian inovasi. Kedua, ini namanya keberhasilan branding. 

Jadi, kalau mau usahanya seperti gula wates, bersungguh-sungguhlah dalam setiap item divisi di perusahaan Anda. Iya di produksinya (penyediaan  produk), di riset (pengembangan inovasi produk), distribusi (gimana supaya  orang bisa  dapetin produk Anda dengan mudah), pengaturan laju keuangan, juga di urusan komunikasinya. 



Jika Anda serius, publik akan mengenal produk Anda; selanjutnya, keunggulan produk Anda-lah yang akan melekat di benar mereka.



Ingat juga betapa kalau orang ke warung mau beli air mineral, apa yang diminta ke penjualnya? Atau kalau mau nyuci, trus deterjen tidak ada di tempat biasa, apa yang kamu tanyakan ke ibumu? Atau produk obat nyamuk, bagaimana orang melekatkan brand khusus dengan produk obat nyamuk bakar, obat nyamuk semprot, dan obat nyamuk semprot? Positioning merk. Walau belum begitu dalam aku mempelajarinya, tapi fenomena ini sangat menarik untuk tidak dicermati.



#Jangan sepelekan riset iklan.



ups...



Mendadak kemutan tugas paling waow di semester 8. Nganti kemut-kemut gur nggagas riset iklan. Dan saia dapet B doang. ihihihihi



*nostalgila 051013 siang

Senin, 16 September 2013

Lapang Dada


Dalam hidup, banyak hal kita temukan yang tidak sesuai dengan harapan. Menghadapinya kadang membuat banyak orang tidak berbahagia.

Padahal, kunci bahagia itu sederhana.. yakni ketika kita mampu menyikapi kenyataan dengan berbesar hati.

Sabar dan syukur memang cenderung berjalan beriringan. Tak mesti duka saja yang harus dijawab dengan sabar dan suka saja yang dijawab dengan syukur. Sebab, saat duka dan sabar hadir, maka setelahnya kebesaran hati itupun pantas tuk kita syukuri.

*Maha Besar Allah yang mengaruniakan kelapangan hati untuk hambaNya yang Dia kehendaki.

Minggu, 15 September 2013

Tiada yang Mustahil

Pergi haji, menikah, termasuk juga belajar di mancanegara, atau engabdikan diri di pelosok terdalam negeri ini..



Dalam logika manusia, semua itu berat. Bukan cuma lumayan sukar, hal-hal supermahal itu bisa jadi nyaris mustahil bahkan, untuk dilakukan dengan tenggat waktu, bagi sebagian kalangan.
Tapi itulah logika manusia.
Logika Langit, bisa beda.

*Jangan takut bermimpi!
*Dan, tak perlu takut pula menghadapi kenyataan, meski yang ditemukan tak selalu  sesuai dengan harapan!



Sabtu, 14 September 2013

Buah Mirip Apel

ngambil dari google, gambar apel

Aku bagai menemukan Buah yang rasanya mirip Apelku dulu. Asam-manisnya bikin kepincut. Meski untuk melahapnya  kini butuh usaha yang JAAUH lebih luar biasa. Tapi yang pasti, aku merasakan hadirnya taste (ruh) itu lagi. 
Nyata, jernih, manis, ada sepat-sepat-pahitnya, asam, kriyus-kriyus, seru pokoknya (macem rujak, nguehehe)


Dan.. Soundtrack F****I tiba-tiba terngiang-ngiang di sepotong perjalanan:

"Tak seperti bintang di langit
tak seperti indah pelangi
karena diriku bukanlah mereka
ku apa adanya

Wajahku kan memang begini
sikapku jelas tak sempurna
kuakui ku bukanlah mereka
ku apa adanya

Menjadi diriku dengan segala kekurangan
Menjadi diriku atas kelebihanku

Terimalah aku seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa
tak mungkin sempurna

Tetap ku bangga atas apa yang kupunya
setiap waktu kunikmati
anugerah hidup yang kumiliki"

*Menjadi Diriku~Edcoustic

***Kesimpulan sementara (eh, hipotesis ya berarti?hehe):
"Ternyata tidak terlalu susah mengikis cinta masa lalu (meski tak harus sepenuhnya menjadi 'sekedar' masa lalu[sebab masa lalu itulah yang membentuk setiap diri pada masa kini]),
jika di saat ini kita memang telah BERANI memutuskan untuk mencintai apa yang ada di hadapan."

#Kita cuma perlu sedikit lebih fokus, sedikit lebih merelakan, sedikit lebih mempercayakan.. dan kembali pada "Ngapain kita di sini..?"

140913 02.38 @belangijo

Sawah Bling-bling

<<Foto asli menyusul>>
inilah ilustrasi 'wong-wongan sawah zaman dahulu'
diambil dari blog orang, dapet browsing dari search engine


Zaman dahulu, wong-wongan sawah mah bau, kadang bisa banget meden-medeni cah cilik sing hobine dolan saba tegalan, pake kresek budul sebagai kepala, badannya dari kaos buluk bekas pakai yang wanginya naudzubillah. Yang paling canggih, wong-wongane ada kalung kalengnya biar berisik.

Tak habis pikir, dan seminggu ini uda buener2 guemes pingin menjlentrehkan ini pada dunia. Tiap kali lewat 'kepyur-kepyur kemilau di hamparan permadani padi' iitu, decak hati dan senyum pahit mengiringi langkah roda motor ini (haish, gak keren blas, gak menjiwai persoalan. mbok yha settingnya lari pagi ato apalah gitu biar rada sedikit serasi!)  yang spontan melambat mengarungi jalan yang--padahal--telah beraspal RAPI (dari dulu diaspal sebenernya, tapi kasus rutin selama bertahun2 adalah jalannya cumak bagus sekitar sebulan jelang lebaran. habis itu bolong lagi di sana sini bikin ban gampangan bocor #fenomenadesa). Sayang, belum bertemu kesempatan tuk nyambung sama internet. Makanya baru sekarang, setelah pemandangan itu sudah mulai terasa agak biasa di mata penulis.

Sawah zaman sekarang, sistem pengusir burungnya ihwaw banget. Meriah euy, macam pesta apaa gitu. Bayangpun, masa model wong-wongan sawahe make plastik kado blingbling dikriwil panjang-panjang lalu dibentang puluhan meter di atas permadani padi!

Batinku, "Niat beud.." Bocah sekarang kalau main ke sawah barangkali acaranya 'pesta sawah', bukan lagi nyari belalang atau sarang burung yang tatkala penemunya sedang beruntung ada doorprize telur burung kecil atau anak burung yang melasi dan comelnya masyaallah.

ihwaw!

Istilah pesta sawah ini menarik juga kalau mau dikaitkan dengan pergeseran makna 'pesta kebun' anak sekolahan jaman sekarang. Tapi itu lain waktu sajalah. Ngantuukk berraattt.

(eh, sejak kapan saya jadi tertarik ngungkit-ungkit perkara semantik macam ini?)
#kode

*kelingan jaman cilikanku mbiyen
#vickyorapenting. saya cinta gaya bahasa saya sendiri.


uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

NB: ini lokasi asli beberapa tahun yg lalu. Tanpa orang-orangan sawah.

Menyusuri Jalan Itu.. (1 Agustus 2010, desaku)