Who Amung Us

Kamis, 29 Agustus 2013

Kemarau


Kemarau musim yang menyenangkan; jemur cucian setengah hari langsung kering, setiap dini hari tangan dan kaki benar-benar terasa dingin, dan ada kegiata rutin menyiram bunga-bunga serta tanah di rumah serta halaman.

Kemarau musim yang menyenangkan, meski setiap harinya ada lebih banyak debu yang harus lebih rajin disapu.

Kemarau musim yang menyenangkan, karena selain jambu dan pepaya jadi lebih manis ketimbang biasanya, aroma halaman yang disiram juga tak perlu absen lama dari indera penciuman.

#

Cintai apa yang ada. Kita akan mudah menjadi bahagia.

Selasa, 27 Agustus 2013

Jadi Ama

Sekarang, sedikit-sedikit dipanggil Ama. Ama, sama levelnya dengan Tante, Bulik, Bibi, Auntie, dsb. Jalan sedikit, ngelirik sedikit, noleh sedikit, nyapa sedikit, eh..ketemu deh sama keponakan.

Ternyata, aku sudah tua..
Jadi makin menyadari, setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Terima kasihku untuk kalian, para pemilik mata penuh binar.
Polos tatapan itu telah mengingatkanku pada usiaku yang berangsur merayap mendekati uzur,
menegurku tentang tumpukan tanggung jawab yang belum tertunaikan,
tentang betapa lalainya aku mempersiapkan hidup baruku selepas kematian yang cepat atau lambat pasti akan menemuiku.

#

imajinasi berkelana:
"Eh, ada Ama.. Assalamu'alaikum Ama!!" <=> "Lik, sampeyan suk bakal mati lho, Lik!"
kemungkinan respon:
"..deu, ini balita satu, sholihah ya Ndhuk.." <=> "..Astaghfirullah, astaghfirullah, ALLAH.."

sudutbiru 270813 20.50

Senin, 26 Agustus 2013

Zona-Zonaan

Ayo keluar dari zona nyaman!
Kalimat ini tak jarang kita dengar di pelatihan-pelatihan atau seminar berbau motivasi. Artinya jelas, berhentilah berleha-leha dan coba mulai bekerja keras untuk sesuatu yang ingin kamu capai. 

Namun menurutku, seharusnya begini kalimatnya, "Ayo keluar dari zona tak nyaman!" Sebab aku percaya, orang yang 'belum bekerja keras untuk sesuatu yang ingin dicapainya' itu tidak merasa nyaman dalam zonanya. Ketika seseorang tahu dirinya menginginkan sesuatu, dia tentu gelisah dan tidak tenteram untuk terus diam saja.
   

Bukankah secara naluriah manusia selalu ingin bahagia? Impian yang tidak direalisasikan, itu kan tidak membuat senang. Tidak senang, tidak nyaman. Berarti sebenarnya orang yang di luar tampak tenang-tenang saja tanpa mau bersusah payah itu tidak merasa nyaman dalam hatinya.

Dia tidak bahagia.

Untuk menjadi bahagia, hanya ada satu jalan : berusaha! Tetapi tidak selesai sampai di sana saja, karena setiap usaha akan ada hasilnya. Setiap hasil, bisa jadi intinya cuma dua, gagal, atau sukses. Dan, hanya ada dua sikap untuk senantiasa merasa bahagia, yaitu sabar dan syukur. 

Disanalah, bahagia itulah, esensi dari peralihan antara zona tak nyaman ke zona nyaman, atau yang dengan aneh justru lebih sering disebut sebagai 'peralihan dari zona nyaman ke zona tak nyaman'.

Nah. Mau zona nyaman (atau tak nyaman?) ? Lakukan saja sekarang!


bedhugklewer - 250813 - 14.14