Sudah lama sekali aku tidak naik Bus. Lama tidak lagi menikmati momen duuduk di sebelah ibu-ibu atau nenek-nenek ramah yang - entah bagaimana kami memulainya, tapi - seringkali berujung pada nasehat-nasehat bijak yang mahal sekali nilainya untuk gadis muda di sampingnya. Sering juga merasakan sensasi indah memandang binar di mata mereka yang dengan penuh syukur membanggakan kesuksesan anak-anaknya, atau binar beda yang terlihat lebih jauh, lebih terasa dalam, saat mereka--entah bagaimana mulanya--menceritakan episode-episode perjuangan hidup (entah itu hidup mereka, hidup anak-anak mereka, atau kerabat mereka yang lain) yang tidak pernah berjudul mudah..
Aku anak muda. Aku juga suka membicarakan cinta. Tetapi aku bersyukur tidak pacaran. Aku bersyukur karena Tuhan memberiku hidup yang unik, hidup yang lengkap, hidup yang ada nilainya bagi diriku sendiri, dengan skenario-Nya yang tak bosan-bosan mengirimiku tokoh berupa seseorang yang lebih dewasa yang kemudian meninggalkan jejak potongan hidup mereka di dalam hati; dalam puzzle hidupku sendiri.
Aku juga tahu bahwa hidup ini sebenarnya singkat, namun begitu besar dan luas.
Aku juga tahu rasanya cinta, aku juga mendambakannya, tapi aku tahu itu bukanlah segala-galanya. Ketika dengan tulus kita mencintai-Nya, lalu dengan gigih memberi cinta kepada makhluk-makhluk lain yang membutuhkan cinta, cinta itu kemudian datang sendiri menghampiri kita, memenuhi seluruh lorong sepi dalam hati kita. Tuhan yang akan membayar lunas semuanya. Apa lagi yang kurang kalau begitu? hmmmmmmmm.....
Karena mereka yang Tuhan kirimkan itu, aku jadi tahu bahwa hidup terlalu kompleks untuk sekedar dimaknai sesempit dunia pacaran.
Bahkan, kini aku memahami satu konsep baru, bahwa pacaran yang benar itu setelah pernikahan. Dan justru, pacaran ternyata bukanlah jalan yang terbaik untuk merintis sebuah pernikahan.
Aku kangen naik Bus.
#GagalFokus
Who Amung Us
Rabu, 08 Januari 2014
Minggu, 22 Desember 2013
Ngebut Persiapan Menuju Pelaminan
Ngebut Persiapan Menuju Pelaminan
Resensi Buku
Oleh Rie Ramadlani
Data Buku
©
Judul buku : Sebelum Aku Menjadi Istrimu
©
Penulis : Deasylawati Prasetya
©
Penyunting :Mastris Radyamas
©
ISBN : 978-602-8277-71-6
©
Penerbit : Indiva Media Kreasi
©
Tahun terbit :
2013, cetakan I
©
Tebal buku : 224 halaman
©
Ukuran buku : 20 cm
©
Harga buku :
Rp 25.000, 00
“Asyik, bagus, bin lengkap buanget, tapi apa nggak salah judul ya? Ah, yang jelas aku bersyukur nemu buku ini.” Demikian kesan jujur dan spontan yang saya temukan tatkala tuntas membaca buku terbaru Mbak Deasylawati, Sebelum Aku Menjadi Istrimu. Saat memutuskan membacanya, para pembaca mungkin menduga akan menemukan banyak monolog dari sudut pandang si calon istri, dan setidaknya ada keterlibatan dari calon suami di sini. Judul dan desain covernya provokatif, merangsang siapapun yang belum “jadi istri”—dalam level kesiapan apapun—untuk mengintip isinya. Ternyata, buku baru terbitan Indiva ini sarat dimuati tips-tips aplikatif dari sang senior, diperuntukkan bagi calon mempelai yang sudah di detik-detik terakhirnya menjelang naik ke pelaminan.
Tulisan di halaman awal bertajuk “Pemanasan,” gokil dan khasnya Mbak Deasylawati
langsung bisa dikenali. Bab ini merupakan pengantar yang ramah untuk pembaca,
yang sekaligus menujukkan identitas sasaran dari buku ini. Bab pertama diberi
judul “Bersaing dengan Bidadari.” Bagian ini mengandung motivasi implisit untuk
tak ragu lagi menghadapi gerbang pernikahan dan agar para calon istri
bersungguh-sungguh memberikan segala yang terbaik dalam pernikahan nantinya.
Bab 2, “Wanita yang Baik untuk laki-Laki yang Baik,” merupakan kajian sederhana
yang kembali memantapkan pembaca soal pemilihan jodoh. Bab tiganya berjudul
“Ilmu Sebelum Amal,” benar-benar sesak dengan beragam ilmu yang dibekalkan
untuk para pembaca, sangat sayang kalau ada yang sampai terlewatkan. Lalu bab 4
dengan judul “Siap-Siap Action,Yuk!”
berisi persiapan aplikatif mulai dari mendewasakan mental, hingga senam
pranikah dan perawatan khusus menyambut hari bersejarah itu. Bab selanjutnya
adalah “Latihan-Latihan Pendukung,” bekal untuk menjalani kehidupan sehari-hari
sebagai seorang istri. Banyak tips menarik untuk pembaca yang bisa dipelajari
dan langsung dipraktikkan, agar jika tiba saatnya nanti benar-benar jadi istri,
kita sudah terampil. Yang terakhir, bab 6, judulnya “Bismillah, Luruskan Niat.” Inilah penyemangat puncak dari Mbak
Deasy untuk pembaca yang sudah di penghujung masa lajangnya.
Keunggulan buku ini ada pada bobot idenya. Buku-buku pernikahan
yang bertebaran di pasaran banyak yang cenderung menekankan pada motivasinya
semata, sehingga para pembaca terarah pada bayangan indah tentang menikah.
Padahal tidak sedikit keterampilan yang mestinya dikuasai terlebih dahulu
sebelum melangkah ke sana. Terkait analisis penulis, sistematika penyusunan
bab, dan penyajian data terbilang bagus, cukup lengkap dan aplikatif. Bahasa
penyampaian ringan, akrab, dan mudah dipahami, khas-nya penulis. Disamping itu,
perwajahan buku juga menarik, terasa lembut, unik, dan tidak membosankan untuk
dilahap hingga tamat.
Akan tetapi, buku ini juga memiliki kelemahan. Yang pertama,
masih banyak penulisan kata yang salah. Kelemahan kedua adalah pada ilustrasi
dalam, dimana gambar-gambar pemanis hanya ditempatkan di halaman peralihan
antar bab. Padahal, kalau saja hiasan cantik itu ada di seluruh halaman, tentu
penampilan buku akan semakin indah serta menyenangkan untuk dibaca. Ketiga,
judul yang dipakai sebenarnya memikat, tetapi kurang tepat membidik target
audiennya. Pembaca yang dituju sangat spesifik. Ini bagus, sayangnya pembaca
diluar target pembaca utama menjadi “kurang diajak bicara.” Meskipun ilmu yang
terkandung tetap bermanfaat, tetapi bagi pembaca yang membuka buku ini murni karena
kepincut melihat judulnya, terasa
benar bahwa tulisan ini sedang berbicara dengan orang lain. Efeknya, bisa jadi
ada sebagian orang yang telah membaca bagian awalnya kemudian menutup lagi sang
buku karena mengira belum saatnya buku ini dia baca.
“Menjadi seorang istri berarti
membuka peluang lebih besar bagi seorang wanita untuk bisa masuk surga daripada
sekedar menjadi seorang jomblowati.” Kata-kata motivatif
tersebut ada di lembar-lembar terakhir buku pernikahan islami ini. Tema
pernikahan memang selalu hangat dan banyak dicari. Wanita di akhir usia belasan
hingga mendekati kepala tiga bahkan lebih, pasti memikirkan tentang nikah. Ada
yang masih ragu-ragu atau malu-malu, ada juga yang mantap dan telah
berkeinginan begitu kuat. Yang pasti, Deasylawati memenuhi kebutuhan pembaca
akan suplemen pranikah islami yang ringan namun bernas.
Buku ini penting dibaca oleh calon pengantin muslimah manapun,
baik yang sudah merasa sangat siap (tapi tidak sedikit yang nyatanya cuma bermodal nekat) maupun yang
terkadang hadir lagi di hatinya percik-percik keraguan atau bayang-bayang
ketidaksiapan. Meskipun begitu, tidak ada ruginya bagi yang baru dalam taraf
“ingin” menikah untuk mengorek isinya sampai tuntas. Beragam tips yang termuat
dalam buku ini sangat perlu untuk diketahui sedari dini. Sebab, mempersiapkan
diri itu butuh proses. Membaca (dan
tentunya mempraktekkan isi) buku ini sama artinya dengan selangkah lebih
maju menuju kata siap. Baiklah, singkat kata, selamat membaca!
Rabu, 11 Desember 2013
Pelajaran dari Cepus
Satu lagi aksi si Cepus pagi ini. Aku sedang asyik bersama
sekelumbruk baju kotor, Cepus khusyuk menontonku yang lagi nyuci dengan tenang.
Lalu kami kedatangan tamu. Sekeluarga ayam numpang mengais rizki di pekarangan
kami. Cepus pun diam-diam meninggalkanku dan mendekati rombongan ayam itu.
Tiba-tiba saja dia sudah mulai bermain dengan anak-anak
ayam. Dapat sahabat baru cuy, batinku. Tapi yah, aku tidak tahu persis, mungkin
saja dalam hati Cepus berniat memakan mereka nanti.
Namun tak lama berselang, induk ayam dengan sayap terkembang
menghadang si Cepus yang tengah bermain di dekat anak-anaknya. Wah, seketika
itu juga, begitu menemukan sahabat baru, Cepus pun mendapat musuh baru :D
***
Memang beginilah hidup. Kita akan terus berjumpa hal-hal baru
di setiap lembar harinya. Selalu ada sahabat-sahabat baru, kisah-kisah baru,
masalah-masalah baru, keindahan-keindahan baru, kebahagiaan-kebahagiaan baru,
kesedihan-kesedihan baru, dan petualangan-petualangan baru..
Tapi yang pasti, bingkainya cukuplah satu: hari ini harus
lebih baik dari hari yang telah lalu.
Lagu "WOW"
Aku senang, aku senang.. tapi bingung, aku bingung...
Aku senang, aku senang.. tapi heran, aku heran...
(Ikan, Laron, Semut--Fatih Acapella)
dan akupun bertanya pada semua ikan di kolam
tiadakah kau bosan di situ
dan diapun menjawab tiada bosan walau berada di tempat sekecil ini
karena ku di sini setiap hari bersama Tuhanku
dan akupun bertanya pada laron2 beterbangan
buat apa kau hidup semalam?
dan diapun menjawab tiada tersia walau hanya semalam aku hidup di dunia
karena dalam semalam aku hidup, kusebut Tuhan-ku
dan akupun bertanya pada semut-semut di sarangnya
tidakkah kau merasa lelah bekerja
dan diapun menjawab tiada lelah walau sepanjang hidup aku terus bekerja
karena setiap saat dalam bekerja bersama Tuhan-ku
***
Aku senang, aku senang.. tapi heran, aku heran...
(Ikan, Laron, Semut--Fatih Acapella)
dan akupun bertanya pada semua ikan di kolam
tiadakah kau bosan di situ
dan diapun menjawab tiada bosan walau berada di tempat sekecil ini
karena ku di sini setiap hari bersama Tuhanku
dan akupun bertanya pada laron2 beterbangan
buat apa kau hidup semalam?
dan diapun menjawab tiada tersia walau hanya semalam aku hidup di dunia
karena dalam semalam aku hidup, kusebut Tuhan-ku
dan akupun bertanya pada semut-semut di sarangnya
tidakkah kau merasa lelah bekerja
dan diapun menjawab tiada lelah walau sepanjang hidup aku terus bekerja
karena setiap saat dalam bekerja bersama Tuhan-ku
***
Selasa, 05 November 2013
lirik-lirik bikin nyess
kita selamanya
eiyo... it's not the end, it's just beginning
titz:
ok... detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario... eyo... baru mulai diusung
lembaran kertas barupun terbuka
tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
memori crita cinta aku, dia dan kamu
santoz:
saat dia (dia) dia masuki alam pikiran
ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
cinta masa sekolah yang pernah terjadi
dat was the moment a part of sweet memory
kita membumi, melangkah berdua
kita ciptakan hangat sebuah cerita
mulai dewasa, cemburu dan bungah
finally now, its our time to make a history
reff:
bergegaslah, kawan... tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat... kita untuk slamanya!
satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan
lezz:
saat duka bersama, tawa bersama
berpacu dalam prestasi... (huh) hal yang biasa
satu persatu memori terekam
didalam api semangat yang tak mudah padam
kuyakin kau pasti sama dengan diriku
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
kawan... kau tahu, kawan... kau tahu kan?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan
back to reff:
bridge:
bergegaslah, kawan... tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan dan saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat...
back to reff:
================
Maher Zain – Thank You Allah
I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday
Further and further away from you
Ooooo Allah, you brought me home
I thank You with every breath I take.
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
I never thought about
All the things you have given to me
I never thanked you once
I was too proud to see the truth
And prostrate to you
Until I took the first step
And thats when you opened the doors for me
Now Allah, I realized what I was missing
By being far from you.
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
Allah, I wanna thank You
I wanna thank you for all the things that youve done
Youve done for me through all my years Ive been lost
You guided me from all the ways that were wrong
And did you give me hope
O Allah, I wanna thank you
I wanna thank You for all the things that youve done
Youve done for me through all my years Ive been lost
You guided me from all the ways that were wrong
I wanna thank You for bringing me home
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
=============
bintang hidupku-ipang
Aku slalu bernyanyi
Lagu yang engkau ciptakan
Kau nyanyikan
Dan aku slalu ikuti
Semua cerita tentangmu
Hari-harimu
Kau... Jadi inspirasiku
Smangat hidup
Dikala aku sedih
Dikala aku senang
Disaat sendiri dan kesepian
Kau bintang di hatiku
Apapun yang kau lakukan
Baik dan buruk bagiku
Tetap indah
Tak satupun alasan
Untuk melupakanmu
Meninggalkanmu
Aku slalu
Berdiri mendukungmu
Dikala engkau terbang
Dikala engkau jatuh
Sampai mati
Ku kan tetap setia
Aku slalu
Berdiri di blakangmu
Di kala kau dipuja
Di kala kau dihina
Sampai mati
Ku kan tetap membela
Kau tetap bintangku
Kau superstarku
eiyo... it's not the end, it's just beginning
titz:
ok... detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario... eyo... baru mulai diusung
lembaran kertas barupun terbuka
tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
memori crita cinta aku, dia dan kamu
santoz:
saat dia (dia) dia masuki alam pikiran
ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
cinta masa sekolah yang pernah terjadi
dat was the moment a part of sweet memory
kita membumi, melangkah berdua
kita ciptakan hangat sebuah cerita
mulai dewasa, cemburu dan bungah
finally now, its our time to make a history
reff:
bergegaslah, kawan... tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat... kita untuk slamanya!
satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan
lezz:
saat duka bersama, tawa bersama
berpacu dalam prestasi... (huh) hal yang biasa
satu persatu memori terekam
didalam api semangat yang tak mudah padam
kuyakin kau pasti sama dengan diriku
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
kawan... kau tahu, kawan... kau tahu kan?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan
back to reff:
bridge:
bergegaslah, kawan... tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan dan saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat...
back to reff:
================
Maher Zain – Thank You Allah
I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday
Further and further away from you
Ooooo Allah, you brought me home
I thank You with every breath I take.
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
I never thought about
All the things you have given to me
I never thanked you once
I was too proud to see the truth
And prostrate to you
Until I took the first step
And thats when you opened the doors for me
Now Allah, I realized what I was missing
By being far from you.
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
Allah, I wanna thank You
I wanna thank you for all the things that youve done
Youve done for me through all my years Ive been lost
You guided me from all the ways that were wrong
And did you give me hope
O Allah, I wanna thank you
I wanna thank You for all the things that youve done
Youve done for me through all my years Ive been lost
You guided me from all the ways that were wrong
I wanna thank You for bringing me home
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
=============
bintang hidupku-ipang
Aku slalu bernyanyi
Lagu yang engkau ciptakan
Kau nyanyikan
Dan aku slalu ikuti
Semua cerita tentangmu
Hari-harimu
Kau... Jadi inspirasiku
Smangat hidup
Dikala aku sedih
Dikala aku senang
Disaat sendiri dan kesepian
Kau bintang di hatiku
Apapun yang kau lakukan
Baik dan buruk bagiku
Tetap indah
Tak satupun alasan
Untuk melupakanmu
Meninggalkanmu
Aku slalu
Berdiri mendukungmu
Dikala engkau terbang
Dikala engkau jatuh
Sampai mati
Ku kan tetap setia
Aku slalu
Berdiri di blakangmu
Di kala kau dipuja
Di kala kau dihina
Sampai mati
Ku kan tetap membela
Kau tetap bintangku
Kau superstarku
Kamis, 10 Oktober 2013
NGOMPOL?
Anak yang sering ngompol (padahal sudah besar), biasanya bermasalah.. punya masalah yang tidak selesai.Dan, berdasarkan pengalaman dari banyak pihak, masalah paling besar biasanya terletak pada orang tua, makanya si anak tidak pernah bisa menyelesaikan masalahnya.
#Let's see, apakah aku salah?
Maka sebelum marah-marah sama anak, coba tenang dulu, lebih dahulu koreksilah masing-masing dari dirimu.
Dimana masalah utamanya?
Karena kemarahanmu belum tentu akan membantu menyelesaikan masalah yang dia tanggung.
Seringnya, anak bermasalah itu hanya KORBAN dari orang tua yang lebih bermasalah.
Masukan Usaha #1
![]() |
Fenomena "gula wates". Menurutku, yang pertama, ini efek dari keberanian inovasi. Kedua, ini namanya keberhasilan branding.
Jadi, kalau mau usahanya seperti gula wates, bersungguh-sungguhlah dalam setiap item divisi di perusahaan Anda. Iya di produksinya (penyediaan produk), di riset (pengembangan inovasi produk), distribusi (gimana supaya orang bisa dapetin produk Anda dengan mudah), pengaturan laju keuangan, juga di urusan komunikasinya.
Jika Anda serius, publik akan mengenal produk Anda; selanjutnya, keunggulan produk Anda-lah yang akan melekat di benar mereka.
Ingat juga betapa kalau orang ke warung mau beli air mineral, apa yang diminta ke penjualnya? Atau kalau mau nyuci, trus deterjen tidak ada di tempat biasa, apa yang kamu tanyakan ke ibumu? Atau produk obat nyamuk, bagaimana orang melekatkan brand khusus dengan produk obat nyamuk bakar, obat nyamuk semprot, dan obat nyamuk semprot? Positioning merk. Walau belum begitu dalam aku mempelajarinya, tapi fenomena ini sangat menarik untuk tidak dicermati.
#Jangan sepelekan riset iklan.
ups...
Mendadak kemutan tugas paling waow di semester 8. Nganti kemut-kemut gur nggagas riset iklan. Dan saia dapet B doang. ihihihihi
*nostalgila 051013 siang
Langganan:
Postingan (Atom)




